
Keysa dan kenan menghabiskan waktu malam minggu mereka dengan berjalan jalan di sebuah pusat perbelanjaan.
Kenan juga sudah memberi tahu kakaknya jika dirinya dan vita sudah resmi menjdi sepasang kekasih.
Awalnya keysa sedikit terkejut, tapi ia senang saat melihat raut wajah kenan saat menceritakaan tentang vita.
Memang hati susah di tebak dengan siapa kita akan bahagia.
Selagi itu membuat sang adik bahagia, keysa juga ikut bahagia.
Harusnya hari ini adalah hari pertama kenan dan vita berkencan, namun vita tidak bisa karena harus menemani mamanya ke sebuah acara, jadilah ia mengajak sang kakak untuk berkencan.
Sedangkan dave, laki laki itu sedang ngambek dengan keysa karena ia tidak diizinkan untuk ikut dengannya dan kenan.
" Ayolah mas, gak tiap hari juga aku kencan sama kenan." ucap Keysa.
" Tapi besok kamu harus seharian bersamaku." jawab dave.
" iya iya bawel banget sih." ucap keysa terkekeh.
Kenan mengedarkan pandangannya, ia mencari sesuatu untuk ia berikan pada Vita, namun ia belum tau apa yang vita suka dan yang tidak vita suka.
" Kak... gue mau beliin vita sesuatu, tapi gue bingung mau beliin apa?." ucap Kenan sambil memikirkan sesuatu yang cocok di kasih pada kekasihnya itu.
" Emang lu punya uang?" tanya keysa sambil menggoda adiknya.
" ada kok." jawab kenan tersipu.
Biarpun tak sebanyak punya kakaknya namun ia juga punya sedikit tabungan.
" Emang lu mau beliin dia apa? gue kakak lu aja belum pernah tuh lu beliin gue." ucap keysa mencebikkan bibirnya.
" Yaelah kak, duit lu kan banyak, belum lagi laki lu orang paling tajir disini.
Lagian gue pengen kasih kejutan buat pacar pertama gue." jawab Kenan.
" Ciihh pacar... ya udah ayo ikut gue." ucap keysa lalu menarik tangan kenan.
Keysa membawa kenan ke toko tas, memang tidak bermerk namun berkualitas.
Keysa menarik tangan kenan masuk kedalam, banyak sekali tas yang bagus dengan kualitas terbaik.
Disaat mereka sedang memilih tas, seorang wanita dengan kacamata hitamnya menghampiri keysa dan menepuk pundaknya dari belakang.
Keysa berbalik dan terkejut melihat siapa yang ada di depannya ini.
" Udah gak mampu ya beli tas branded, sampe lu harus beli tas murahan disini." ucap Wanita itu ternyata adalah bella.
" Urusan kamu apa?" tanya keysa setenang mungkin.
" Jelas lah urusan gue, dave yang akan menanggung malu jika koleganya tau kalau calon istrinya hanya beli tas murahan." jawab Bella dengan sombongnya.
" Emang kamu siapanya dave? bukankah kamu cuma mantan yang seperti tak dianggap? Kalau tas ini murah, bagaimna dengan mulutmu? aku rasa tas ini jauh lebih mahal harganya dari pada harga dirimu" ucap keysa dengan sarkasnya.
" LO....." ucap Bella menunjuk keysa dengan amarah yang sudah memuncak.
" Awas aja, gue akan rebut dave dari lu." ucap bella dengan geramnya.
" silahkan saja kalau kau bisa." jawab keysa santai.
" Ini bagus gak?" tanya kenan tiba tiba datang sambil menunjukkan tas pada keysa tanpa memperdulikan orang yang bersama keysa
" Cuiihh.. jadi di samping lu beli tas murahan, lu juga kencan sama cowo lain? hebat banget lu ngeduain dave demi cowo kere kek dia." ucap bella dengan pedasnya.
" Tutup mulutmu, siapa yang kau maksud dengan cowok lain?" ucap Kenan dengan mata memerah.
Ia paling tidak suka kakaknya di rendahkan.
" Elo.. lo selingkuhan wanita kampungan ini kan? HaaaH.. Lu emang cocok sama cowo ini ketimbang sama dave.
Dan yaa, selera lu berondong iieeww." ucap bella menatap jijik keduanya.
" Jaga mulutmu, kalau kau tidak tau siapa aku sebaiknya kau tutup mulut." jawab kenan.
" Kenapa? apa yang gue katakan memang benar kan? kalian berselingkuh di belakang dave.
Oh apa jangan jangan uang hasil morotin dave lu kasih ke cowo ini, iya?" tuduh bella.
plaaaaakkk....
" Aku bilang jaga ucapanmu, jika tidak tau aku dan dia siapa lebih baik tutup mulutmu." ucap keysa setelah menampar bella.
__ADS_1
" Looo." ucap Bella hendak menampar keysa namun di halangi oleh kenan.
" Pergi atau ku patahkan tanganmu." ucap kenan lalu menghempas kasar tangan bella.
" Awwww... awas kalian berdua." ucap bella lalu pergi.
" Lu gapapa kak?" tanya kenan.
Keysa mengangguk, tanda ia baik baik saja.
" Sudah ketemu tasnya?" tanya keysa diangguki kenan.
Kenan mengambil tas itu lalu membayarnya ke kasir.
Setelah kejadian itu, keysa benar benar menjadi pendiam sepertinya moodnya sedang buruk.
" Kita pulang aja ya kak?" ajak kenan diangguki keysa.
Didalam mobil keysa benar benar diam, banyak hal yang ia pikirkan.
Dalam lubuk hatinya pun ia takut jika bella benar benar akan merebut dave darinya, apalagi pernikahan mereka tinggal sebentar lagi.
" Kak kita sampai, ayo turun." ucap Kenan membuyarkan lamunan keysa.
" haa? oohh, oke " ucap keysa lalu turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.
Ia langsung naik ke atas menuju kamar, keysa bahkan mengabaikan kedua orang tua yang menyapanya.
" Kakakmu kenapa ken?" tanya Dewi.
" Gapapa kok bund, cuma ada masalah sedikit." jawab kenan.
" Masalah apa?" tanya Aris.
" Bukan hal penting kok, kenan ke atas dulu ya." ucap Kenan, ia memilih menghindar, ia tidak ingin orang tuannya mengintrogasinya karena ia takut jika salah menjawab malah keadaan menjadi runyam.
____
Keesokan harinya keysa masih bergelut dengan selimut tebalnya, padahal jam sudah menunjukkan pukul 06.30.
Dewi, kenan dan aris sedari tadi mencoba membangunkan keysa namun tidak di gubrisnya.
Keysa pun mengunci pintu kamarnya jadi tidak ada seorangpun yang bisa masuk.
" Tapi tidak biasanya keysa seperti ini yah, bunda khawatir." jawab Dewi.
" Ken, sebenernya ada apa dengan kakak kamu? dari semalam dia tidak keluar kamar sejak kalian pulang dari mall?" tanya dewi menatap kenan.
" emmm..anu bund."
" Anu..anu apa? kamu jelasin sama bunda." ucap dewi marah.
" S-semalam kak key...."
" Assalamualaikum." salam dan ketukan pintu membuat ketiga orang yang berada di meja makan itu mengalihkan perhatiannya.
" Biar kenan yang buka." ucap kenan lalu berdiri membukakan pintu.
" Waalaikumsalam, kak dave." ujar kenan.
" Mana keysa ken? kenapa dari semalam dia mengabaikan pesan dan panggilanku?" tanya dave beruntun.
Memang sejak semalam keysa mengabaikan semua pesan yang masuk kedalam ponselnya, bahkan dia mematikan ponselnya saat mau tidur.
" m-masuk dulu kak." ucap kenan.
" Kak key di kamar, dia belum keluar sama sekali sejak semalam." sambungnya.
" Semalam kalian jadi pergi kan?" tanya dave di angguki kenan.
" Apa ada masalah?" tanya dave lagi diangguki kenan.
" Apa?"
" Sebaiknya kakak temui saja kak key, bujuk dia supaya mau keluar kamar, lalu tanyakan sendiri sama kak key." jawab kenan.
Dave mengangguk, ia berjalan menuju kamar keysa namun sebelum itu ia menyalimi calon mertuanya.
Aris dan dewi pun tak banyak bertanya, jika mereka sedang ada masalah biarkan mereka menyeleseikan masalah mereka sendiri.
" Sayang... ini aku, tolong buka pintunya." ucap Dave sambil mengetuk pintu kamar keysa.
__ADS_1
" Sayang please buka pintunya, jangan buat aku khawatir begini." sambungnya namun tetap tidak ada jawaban.
" Jangan buat aku mendobrak pintu kamar ini key." ucap dave namun tetap pintu itu tidak dibuka oleh keysa.
Dave sudah mengambil ancang ancang buat mendobrak pintu kamar keysa, masalah rusak atau enggak itu urusan nanti, yang penting ia tau keysa baik baik saja.
Saat tubuh dave sudah mendekat ke arah pintu justru keysa membuka pintu itu dan terjadilah yang seharusnya tidak terjadi.
Gedebuukk..
Dave jatuh tersungkur kedalam kamar keysa membuat badanya sedikit sakit.
Seperti tidak ada masalah key malah menertawakan dave.
Bahkan ia mengabaikan tatapan sinis dave.
" Kamu itu ngapain mas? masih pagi malah salto." ucap keysa masih dengan tawanya.
" Pinter ya, bukannya nolongin malah ketawa kayak gitu. ini semua juga gara gara kamu." jawab dave sambil berdiri.
" Kok aku?" tanya keysa sambil berjalan menuju balkon kamarnya diikuti dave.
" Kamu kenapa sih? ada masalah apa sama aku? kenapa semua pesan dan panggilanku kamu abaikan?" tanya dave yang sudah mendudukkan bokongnya di sofa.
" Aku ketiduran semalam." ucap keysa berbohong.
" Jangan berbohong, aku tau kamu ada masalah, kamu cerita sama aku sekarang, atau aku cari tau sendiri." ucap Dave sedikit mengancam.
" Eehh...eehh.. kok ngancem?" tanya keysa mengerucutkan bibirnya.
" Makanya kamu cerita." ucap Dave menarik keysa ke dalam peluknnya.
" Aku ketemu bella semalem." ucap keysa.
" Terus?"
" Aku dihina katanya gak mampu beli tas branded, dia bilang kamu akan malu kalau kolega kamu tau jika aku beli tas murahan, dia juga ngancem aku akan ngerebut kamu dari aku." jawab keysa.
" Beli tas? semalem kamu beli tas?" tanya dave.
" Aku cuma bantu kenan nyariin tas buat vita, mereka udah pacaran sekarang.
Dia belum mampu buat beli tas branded makanya aku ajak dia ke tempat tas biasa namun masih berkualitas.
Mungkin nenek lampir itu gak sengaja ketemu aku disitu." jawab Keysa.
" Gak usah di pikirin ucapan dia, branded atau tidak barang yang kamu beli aku gak masalah.
Mahal atau murah tidak jadi masalah.
yang penting itu nyaman dipakai." jawab dave.
Memang seperti itulah dave, dia tidak terlalu memperdulikan barang yang dia pakai itu branded atau tidak, yang penting nyaman ia pakai.
" Kamu gak malu kalau aku beli barang yang gak bermerk?" tanya keysa.
" enggak sama sekali sayang." jawab dave sambil mencium pucuk kepala keysa.
" Dan satu lagi, bella gak akan bisa ngerebut aku dari kamu karena nama kamu udah tertanam jauh di lubuk hati aku." sambungnya.
" Aku percaya kamu, tapi aku khawatir nenek lampir itu malah berbuat nekat, siapa tau dia akan guna guna kamu." ucap keysa polos.
" Ini jaman modern gak usah berfikir yang tidak tidak." jawab Dave.
" Tapi......"
" Gak usah tapi tapian, sekarang kamu mandi aku tunggu dibawah.
Habis itu kita jalan, aku mau nagih janji kamu." ucap dave berdiri lalu menarik tangan keysa.
" Tunggu.. kita akan kemana mas?" tanya keysa.
" Kemana aja asal sama kamu." jawab dave lalu mendorong tubuh keysa masuk kedalam kamar mandi.
Dave keluar kamar keysa lalu menemui kedua calon mertuanya yang sedang duduk santai di depan tv bersama kenan.
.
.
.
__ADS_1
Maaf baru sempet update 🙏🏻🙏🏻