CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
48.


__ADS_3

Kenan, Abdi, dan Mario berkunjung kerumah Kevin setelah pulang sekolah.


Ketiganya memang sudah berencana untuk menjenguk kevin karena sudah 2 hari dia tidak masuk ke sekolah karena sakit.


" Assalamualaikum." ucap ketiganya sambil mengetuk pintu.


" Waalaikumsalam salam." jawwb Sisil saat membukakan pintu.


" eh nak kenan, nak abdi sama nak mario, mau ketemu sama Kevin?" sambungnya saat melihat ketiga teman Kevin datang berkunjung.


" Iya tante, Kevinnya ada kan tan?" tanya Kenan diangguki Sisil.


" Ada di kamarnya, dua hari dia demam makanya gak bisa masuk sekolah." jawab Sisil.


" Ayo silahkan masuk dulu." sambungnya mempersilahkan ketiga pemuda itu masuk.


" Kevin ada di kamar kalian langsung ke atas saja." ucap Sisil.


" Makasih tante, kalau begitu kita ke kamar kevin dulu." ucap Abdi di angguki Sisil.


Mereka bertiga langsung naik ke atas, sedangkan sisil membuatkan minuman untuk teman teman kevin.


Kenan membuka pintu kamar kevin, pertama yang ia lihat adalah kevin yang sedang fokus dengan game di PS nya.


" Bagus banget lo, gak sekolah malah main PS dirumah." cibir Mario, Kevin menoleh kebelakang dan terkejut ternyata yang membuka pintu kamarnya adalah teman temannya, karena ia mengira jika itu mama atau kakaknya.


" Eeeh kalian, sini sini duduk." ucap Kevin cengengesan.


" Lu pura pura sakit ya, Lu pengen bolos kan makanya lu pura pura sakit? ngaku lu." sahut Abdi.


" Ho'oh Lu pura pura sakit kan? buktinya lu bisa main game." sahut Mario.


" Ehh bangkotan, gue sakit demam doang bukan lumpuh ya, lu pikir tangan sama kaki gue gak bisa digerakin? Emang kalau gue sakit harus tiduran sambil natap langit langit kamar kek orang dongo gitu?" jawab Kevin dengan kesal.


" Ye seenggaknya istirahat kek biar cepet sembuh." ucap Mario.


" Ini gue lagi istirahat cuu, bukan lari maraton." jawab Kevin semakin kesal.


" Kalian ngapa pada ribut sih? biarin aja kevin sakit kek, bolos kek, yang penting dia masih hidup." sahut Kenaan yang sedari tadi menonton perdebatan teman temannya.


" Sat... lu berharap gue mati?" kesal kevin menabok lengan kenan.


" eheemm.... ini diminum dulu." sahut Sisil yang tiba tiba datang sambil membawa minuman dan beberapa cemilan.


" Terimakasih tante, maaf ngerepotin tante." ucap Kenan.


" Tidak apa apa tidak repot sama sekali kok, yaudah silahkan diminum, tante keluar dulu." jawab Sisil.


" Makasih tante." kompak ketiganya.


Sisil tersenyum lalu keluar dari kamar Kevin, tidak lupa ia menutup kembali pintu kamarnya.


" Ada berita apa selama gue gak masuk?" tanya Kevin sambil fokus bermain PS, kini yang menjadi lawan mainnya adalah abdi.


Sedangkan Mario dan kenan memilih tiduran diatas kasur kevin.


" Gak ada." jawab Kenan, ia senyam senyum sendiri saat bertukar pesan dengan kekasihnya Vita.


" Kasmaran boleh, tapi jangan belajar gila juga." sahut Mario yang melihat Kenan tengah senyam senyum.


" Makanya punya pacar sono, biar bisa ngerasain gimana di perhatiin pacar." jawab Kenan.


" Waduhh.. langsung kena mental gue." ucap Mario.


" Mantan cewek lo masih gangguin lo?" tanya Kevin.


" Untuk sekarang enggak, tapi nggak tau nanti." jawab Kenan.


" Lo oper bolanya kesini, ngapain kesitu." seru Kevin menggerutu.


" Tenang aja, kalau dia berulah lu panggil kita aja, kita akan bantuin lu." sambungnya.


" Bener apa kata kevin, kita siap bantuin lu, lagian cuma mantan aja belagunya tujuh turunan delapan tanjakan." sahut abdi yang matanya tetap fokus pada game sepak bola.

__ADS_1


" Kalau dilihat dari cerita lu, dia tipe cowok kasar dan pemaksa jadi lu harus lebih hati hati sama diri lu sendiri dan cewek lu." sahut Mario.


" Iyaa.. lu harus lebih ekstra jagain cewek lu." ucap Kevin membenarkan ucapan mario.


" Gue tau." jawab Kenan.


Tak terasa hari sudah mulai gelap, sudah hampir 3 jam mereka berada di kamar Kevin.


Kamar Kevin yang semula bersih kini terlihat sangat rusuh akibat teman temannya.


Kenan dan yang lain pamit pulang, kevin mengantar teman temannya kedepan, namun saat Kenan dan yang lain keluaar kamar, mereka berpapasan dengan Kakak Kevin Bella.


" Lo.. ngapain lo dirumah gue?" tanya bella saat melihat wajah kenan.


" Jenguk Kevin, ada yang salah?" jawab Kevin dengan santainya.


" Cowo miskin kayak lo, gak pantes nginjak rumah ini tau gak." ucap Bella dengan pedasnya.


" KAKAK.. kakak ngomong apa sih?" tegur Kevin dengan kesal.


Ia tidak terima jika sahabatnya dihina, apalagi yang menghina adalah keluarga sendiri.


" Kamu bisa milih temen gak sih kev, anak kayak gini kamu jadiin temen. Asal kamu tau, dia itu selingkuh dengan cewek kampung tunangannya dave, kakak nggak terima mereka berdua memanfaatkan dave." ucap Bella.


" maksud kakak siapa?" tanya Kevin tidak mengerti.


" Dia sama keysa, mereka berdua selingkuh dibelakang dave." jawab Bella sambil menunjuk kenan.


Mario dan abdi menahan tawanya, bagaimana mungkin kenan selingkuh dengan kakaknya sendiri.


" Kak.. kakak salah paham.. mereka itu--."


" Ssttt.. gak usah diterusin, percuma ngejelasin ke kakak lu, karena dia tidak akan percaya begitu saja, lagian dia udah terlanjur benci sama gue dan keysa."sahut Kenan memotong ucapan Kevin.


" Kenapa? emang bener kan kalian selingkuh di belakang Dave?" ucap Bella dengan mata mendelik.


" Kaakk.. aku bilang kakak salah paham." sahut Kevin.


" Sekarang lo pergi dari rumah gue, jangan pernah lo nginjek kaki lo di rumah gue lagi, gue gak sudi rumah gue di kotori sama orang kek lo." ucap Bella menatap Kenan.


" Tanpa anda usir, saya juga mau pergi, anda yang mengahalangi saya dari tadi." jawab Kenan masih dengan santainya.


" Yaudah lo pergi sekarang." bentak bella.


" Gue pulang dulu kev, cepet sembuh." ucap Kenan menepuk bahu kevin.


" Gue minta maaf ya ken." ucap kevin.


Kenan tersenyum dan mengangguk." santai aja." jawab kenan.


" Kita juga pulang dulu." ucap Abdi dan mario diangguki kevin.


Kenan berjalan melewati bella, ia meliriknya sebentar lalu berjalan menuruni tangga diikuti abdi dan mario


Saat di lantai bawah mereka bertemu kedua orang tua kevin, mereka berpamitan dan langsung pulang.


" Kakak keterlaluan tau gak, kakak itu salah paham sama Kenan. Kenan sama kak key itu adek kakak, jadi mana mungkin mereka selingkuh." ucap Kevin dengan kesal.


Ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran kakaknya, bisa bisanya dia menuduh kenan dan key berselingkuh padahal mereka hanya adek kakak.


" Tidak mungkin mereka adek kakak, kakak pernah memergoki temen kamu membelikan wanita itu tas murahan." jawab Bella.


" Kak key cuma nemenin kenan beli tas buat pacar kenan kak..! berapa kali aku harus bilang kalau mereka beneran adek kakak." ucap kevin semakin kesal.


" Terserah mau mereka adek kakak atau bukan, pokoknya kakak gak mau kamu berteman sama dia." ucap Bella membuat kevin membulatkan matanya.


" Jangan pernah kakak ikut campur pribadi aku, aku gak pernah larang kakak untuk bergaul dengan siapapun jadi kakak gak berhak buat ngatur pribadi aku terutama dengan siapa aku berteman." ucap Kevin dengan wajah yang merah.


" Kamu membantah kakak?" bentak Bella.


" Iya.. aku membantah kakak karena keegoisan kakak, hanya karna kak key akan menikah dengan kak dave lantas kakak seenaknya menyuruh aku untuk tidak berteman dengan kenan.


Harusnya kakak bisa intropeksi diri kenapa kak dave lebih memilih kak key ketimbang kakak, dan jangan lupakan penolakan kakak waktu itu pada kak dave di hadapan semua orang " jawab Kevin.

__ADS_1


" KEVIN.." bentak Bella yang sudah mengangkat tangannya.


" Apa? mau nampar kevin? tampar aja, emang bener kan apa yang kevin bilang? kakak yang ninggalin kak dave, kakak yang menolak di ajak nikah sama kak dave dan lebih memilih karir kakak sebagai model itu.


Sekarang saat kakak kembali dan kak dave sudah bersama wanita lain dengan liciknya kakak mau menghancurkan mereka, Sadar diri kak karena semua ini ulah kakak sendiri." ucap Kevin.


plaaakkk..


Satu tamparan mendarat dipipi Kevin, bella terdiam sejenak saat menyadari hal bodoh yang baru saja ia lakukan.


" Kev.. k-kakak minta maaf, kakak nggak bermaksud nampar kamu." Ucap Bella menyesali hal bodohnya.


" Gapapa, emang kevin pantas dapetin itu dari kakak." ucap Kevin lalu membanting pintu kamarnya.


" Kev.. kevin buka pintunya, kakak minta maaf kev." ucap Vella sambil mengetuk pintu kamar kevin.


" Kev please maafin kakak, kaka gak bermaksud buat nampar kamu kev." ucap Bella.


" Bella ada apa ini? kenapa kamu teriak teriak?" tanya Sisil yang mendengar keributan di atas.


" B-bella gak sengaja nampar kevin ma, sekarang kevin marah sama bella." jawab Bella.


" APAAA? KENAPA KAMU NAMPAR ADEK KAMU SENDIRI HAA? KAMU LUPA KALAU DIA SEDANG SAKIT?" bentak Sisil.


" Bella gak sengaja ma." jawab Bella yang sudah menangis, ia benar benar menyesal telah menampar kevin apalagi kondisi kevin masih sakit.


" Kevin.. ini mama, buka pintunya sayang." ucap Sisil mengetuk pintu kamar Kevin.


"Kevin buka pintunya ,ini papa." sahut Surya.


Pintu kamar kevin terbuka, ia keluar dengan tas yang ia cangklong di punggungnya.


" K-kamu mau kemana dek? jangan pergi, tolong maafin kakak." ucap bella saat melihat tas yang dibawa kevin.


" Sayang kamu mau kemana? please jangan pergi dari rumah." ucap Sisil yang meneteskan air matanya.


" Aku mau nginep di rumah temen, aku gak mau tinggal sama orang yang tidak punya hati kayak kakak." jawab Kevin.


" Dekk please maafin kakak dek, kakak menyesal." ucap Bella.


" Harusnya kakak minta maaf sama kenan dan kak key bukan sama aku, tamparan yang kakak kasih tadi tidak ada sakitnya ketimbang sakit hati mereka yang kakak hina." jawab Kevin.


Kedua orang tua mereka mengernyitkan dahinya, mereka tidak mengerti apa yang sedang di bahas kedua anaknya ini.


" Maksud kamu apa kev?" tanya Sisil.


" Tanya saja sama anak kesayangan mama." jawab Kevin lalu pergi membawa tasnya.


" Kevin jangan pergi." teriak Sisil.


" Biarkan saja ma, birkan dia menenangkan hatinya, papa tau bagaimana watak kevin." ucap Surya menenangkan Istrinya.


" tapi pa.."


" Percaya sama papa, dia akan baik baik saja." ucap Surya.


Sisil dan Bella menangis tersedu melihat kevin pergi dari rumah.


Bella sungguh menyesal telah melakukan hal yang seharusnya tidak ia lakukan pada kevin.


Sungguh ia hilang kendali tadi.


Namun namanya penyesalan akan datang di akhir, karena kalau diawal namanya pendaftaran. hehehe.


.


.


.


.


Maaf baru sempet update 🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2