CEO Dingin Kesayangan

CEO Dingin Kesayangan
13.


__ADS_3

Matahari mulai tenggelam, awan yang cerah kini perlahan merubah warnanya menjadi gelap.


Namun itu tak membuat seorang gadis beranjak dari kursi kerjanya, ia masih menatap fokus layar komputer didepannya.


Dave menyuruhnya untuk lembur karena banyak laporan yang belum selesei padahal besok akan diadakan meeting pagi.


Keysa terus saja fokus pada pekerjaannya, dia tidak memperdulikan perutnya yang sudah mulai keroncongan, dia ingin pekerjaannya cepat selesei dan segera pulang.


" Sudah selesei?" tanya dave yang tiba tiba berada di depan meja kerjanya.


Keysa berjengkit kaget, bahkan dia memegangi jantungnya karena kehadiran dave yang muncul tiba tiba.


" Bapak ngagetin saja, sebentar lagi selesei pak." ucap keysa.


" Baiklah cepat seleseikan agar kita bisa cepat pulang." ucap dave lalu kembali keruangannya.


Keysa segera menyeleseikan pekerjaannya.


Tepat pukul 21.00 malam keysa sudah menyeleseikannya, keysa segera keruangan dave dan menyerahkan hasil pekerjaannya.


" Ini pak, semuanya sudah selesei." ucap keysa menyerahkan setumpuk berkas dan menaruhnya di meja dave.


" Baiklah sekarang ayo kita pulang, besok sebelum meeting akan aku periksa lagi." jawab dave lalu membereskan berkas berkas yang masih berserak dimejanya, keysa yang melihat pun berinisiatif membantu dave.


" Sebaiknya bapak bersiap supaya kita bisa cepat pulang, biar ini saya rapikan." ucap keysa.


Setelah semunya beres keysa dan dave meninggalkan ruangan dave.


Keadaan kantor sudah sangat sepi karena para karyawan sudah pulang sedari tadi.


Kini mereka berada disatu lift, kecanggungan menyelimuti mereka berdua.


Namun bunyi suara perut keysa mengalihkan perhatian dave.


" Kamu laper?" tanya dave tersenyum jahil.


" Laper banget." ucap keysa mengerucutkan bibirnya.


Sudah menjadi kebiasaan keysa jika dia lapar dia akan bersikap imut tanpa disadarinya.


Tangan dave terulur mencubit gemas pipi keysa.


" Kita ke restouran dulu, aku juga laper banget." jawab dave diangguki keysa.


" Tapi kita bawa mobil sendiri sendiri, nanti aku ngikuti kamu aja dari belakang." ucap keysa dan dijawab gelengan oleh dave.


" Kenapa?" tanya keysa mengernyitkan dahinya.


" Aku antar kamu pulang, mobil kamu taruh sini aja." jawab dave.


" Tapiii...?"


" Gak ada tapi tapian.. ayoo." ucap dave menggndeng tangan keysa keluar saat pintu lift sudah terbuka.


Kini Dave dan keysa berada di sebuah restouran.


Keysa yang sedari tadi sudah menahan lapar langsung melahap makanannya ketika makanan sudah tersaji didepannya.

__ADS_1


Dave yang melihat pun hanya tersenyum dan meggelengkan kepala melihat kelakuan keysa yang menurut dia menggemaskan.


Tangan dave terulur membersihkan sisa saos yang menempel di bibir keysa dan membuat keysa menghentikan suapannya.


" Makanya kalau makan jangan belepotan." ucap dave tersenyum melihat wajah cengo keysa.


Keysa yang malu pun melahap makanannya dengan pelan.


" Mas udah selesei makan kan?" tanya keysa dibalas anggukan dave.


" Kalau udah ayo pulang, aku udah ngantuk banget." ucap keysa yang sesekali menguap karena kekenyangan.


Setelah makan malam dave mengantar keysa untuk pulang, Dave yang sedari tadi fokus menyetir tidak mengetahui jika keysa sudah tertidur pulas.


Sesampainya didepan rumah keysa, dave menoleh ke arah keysa yang ternyata sudah tertidur pulas.


Dave yang tidak tega membangunkannya pun menggendong keysa.


Orang tua keysa yang mendengar ada mobil yang berhenti pun segera keluar dan mengira itu mobil keysa.


Orang tua keysa melihat anaknya dalam gendongan dave jadi khawatir, mereka berpikir jika keysa kenapa napa.


" Keysa kenapa pak dave?" tanya Dewi khawatir..


" Ssttt... keysa hanya tertidur tante, izinkan saya membawanya ke kamar dia." ucap dave meminta izin.


" Syukurlah saya kira kenapa? baiklah silahkan bawa ke kamarnya pak, kamarnya ada dilantai atas." ucap Aris.


Dave membawa keysa ke kamarnya, dave membuka pintu kamar keysa sedikit kesusahan.


Dave melihat sekeliling kamar keysa, tidak banyak barang dan tertata rapi.


Dave melihat foto foto keysa yang berjejer rapi memegang piala, dave mengira jika foto itu foto sewaktu keysa masih SD sampai dia SMA.


Dave tersenyum gemas saat melihat satu foto dimana foto itu diambil saat keysa masih bayi berusia sekitar satu atau dua tahunan.


Dave manatap keysa sejenak sebelum pergi meninggalkan kamar keysa.


Dave membuka sepatu yang masih dipakai keysa, setelah itu menyelimutinya.


Dave mengecup singkat kening keysa lalu beranjak keluar, namun tanpa dave sadari perbuatannya di awasi oleh kenan yang ternyata belum tidur.


Kenan mengintip di celah pintu kamar keysa yang masih sedikit terbuka.


Kenan berlari ke bawah saat dave ingin keluar kamar.


Dave menuruni tangga dan melihat kedua orang tua keysa juga adek keysa berada diruang tamu.


" Maaf merepotkan pak Dave." ucap Dewi sungkan.


" Jangn panggil pak tan, panggil Dave aja." jawab dave.


" Makasih sudah mengantar keysa pulang, anak itu selalu begitu jika merasa kelelahan akan selalu tertidur dan akan sulit dibangunkan." ucap dewi.


" Tidak apa apa tante saya tidak merasa direpotkan kok." jawab dave tersenyum kecil.


" Kamu kenan kan? adik keysa?" tanya dave pada kenan.

__ADS_1


" iya pak saya kenan adek kak keysa satu satunya."


" panggil kak saja, saya tidak setua itu kamu panggil pak." ucap dave tersenyum dibalas senyuman kikuk oleh kenan.


" Kalau begitu saya pamit pulang dulu pak aris tante dan kenan, dan tolong sampaikan pada keysa besok saya akan menjemputnya, karena mobilnya masih berada di kantor." ucap dave berpamitan.


" Baik nak dave besok akan saya sampaikan pada keysa." ucao Aris menjabat tangan dave.


Dave akhirnya pergi meninggalkan rumah keysa dan melajukan mobilnya menuju rumah.


Hari yang melelahkan bagi dave namun juga membahagiakan, dave sepanjang perjalanan selalu tersenyum sendiri.


Dave merasa jika dirinya menyukai sekertarisnya itu.


" apa gue udah jatuh cinta sama dia?" gumamnya.


" tapi gue harus memastikan dulu perasaan gue sama keysa dan memastikan dulu kalau gue udah bener bener melupakan bella."


Mobil yang dikendari dave akhirnya sampai dirumahnya.


Dave masuk dan berjalan manaiki tangga.


Dave tidak melihat jika ada mamanya di dapur yang melihat kepulangannya.


"Kesambet setan mana kamu dave?" tanya Lia mengagetkan Dave.


" Mama... " Kaget dave saat membalikkan badannya


" Jawab pertanyaan mama,, kamu kesambet setan mana?" tanya Lia memincingkan matanya.


" Maksud mama apa sih dave gak ngerti?" bingung dave.


" Kamu pikir mama gak tau kalau kamu pulang pulang dengan senyam senyum kek orang gila gitu?" jengah Lia.


" Emang tadi dave senyam senyum? perasaan enggak deh." elak dave.


" Terserah kamu aja lah, jangan diterusin,, kesambet jadi gila beneran syukurin kamu." ucap Lia lalu meninggalkan dave menuju kamarnya.


" Mama gue kalau ngomong pedes banget." ucap dave menggelengkan kepalanya.


Dave melanjutkan langkahnya menuju kamar, sasampainya dikamar, dave membersihkan tubuhnya.


Tak butuh waktu lama dave sudah merasa segar, ia merebahkan tubuhnya di kasur king size nya.


dia menatap langit langit dan tersenyum mengingat wajah keysa.


" Semoga kamu orang yang tepat buat aku." gumam dave lalu memilih untuk memejamkan matanya dan tidur.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2