
Dave tersenyum kecut melihat seseorang yang akhir akhir ini menemani harinya, meskipun hanya sekedar makan dan seputar pekerjaan tapi dave cukup merasa nyaman dengan itu.
Dave melihat keysa yang kini sedang berboncengan dengan laki laki yang Dave sendiri tidak tahu.
Dave mengira jika itu adalah kekasihnya.
Tanpa sadar Dave mengikuti perjalanan keysa dan laki laki itu hingga akhirnya dia sampai di depan rumah keysa.
Dave memberhentikan mobilnya sedikit jauh dari rumah keysa, berharap dia melihat laki laki yang membonceng keysa itu langsung pergi,
Dave belum menyadari jika itu adek keysa, karena kenan memakai helm full face nya, lagian dave baru sekali bertemu dengan kenan, jadi dia sedikit lupa wajah kenan.
15menit Dave menunggu laki laki itu pulang tapi tak kunjung juga menampakkan batang hidungnya.
Dave jadi kesal sendiri, dia berpikir yang tidak tidak.
Hampir satu jam menunggu tapi laki laki yang dilihat dave belum juga keluar dari rumah keysa.
Dave yang sudah lelah menunggu pun melesatkan mobilnya menuju apartemennya, kali ini dia tidak ingin pulang kerumahnya.
Sesampainya di apartemen dave merebahkan tubuhnya di ranjang king size.
Dave masih berpikir apa benar laki laki yang bersama keysa adalah kekasihnya, tidak terlintas dipikiran dave jika itu adeknya keysa.
" Masa gue harus tanya langsung sama keysa?" gumamnya pada diri sendiri.
Dave mengambil handuk dan melaksanakan ritual mandinya, berpikir dia mendapat kesegaran setelah mandi.
Disisi lain Keysa tengah bersama kenan di balkon kamar keysa.
Kenan ingin bertanya tentang mbak mbak yang beradu mulut dengannya tadi di caffe.
" Kak..." panggil kenan menyenggol lengan keysa, keysa yang tengah melamun pun tersentak dan menoleh ke arah kenan.
" Ngagetin lu ahh.." kesal keysa menatap sinis kenan.
" Apaan?" imbuhnya.
" Tadi temen lo namanya siapa?" tanya kenan sedikit gugup.
keysa mengeryitkan dahinya, dia berpikir siapa yang kenan maksud, kenan yang melihat raut wajah keysa pun langsung menjelaskan.
" Yang adu bacot ma gue tadi." ucap kenan
" Vita maksud lo?" tanya keysa.
" Mungkin, gue gak tau nama dia, maknya gue tanya." jawab kenan.
" lu suka ya ma dia?" tanya keysa memincingkan matanya.
" Gakkk... ya kali gue suka sama tante tante." sergah kenan menatap arah lain.
" Bohong banget lu, lu gak pernah tanya masalah cewek sama gue dan ini pertama kalinya lu tanya pasal cewek, dan tadi apa? lu manggil dia tante tante? asal lu tau aja dia itu orang baik pertama gue kerja di kantor itu cuma dia dan 2 temannya yang mau berteman sama gue." ucap keysa panjang lebar.
" Ya tetep aja dandanan dia kek tante tante, gak kayak lu tetep cantik meski gak pakek make up."
" Lu muji gue cantik? seriusss? Huaaaaa senengnya baru pertama kali ini gue di puji cantik sama adek sendiri." girang keysa memeluk kenan dari samping.
" ckk.. segitu doang lu udah besar kepala, gue cabut omongan gue." kesal kenan.
" Diihh diihh,,, gak bisa gitu dong meskipun lu cabut omongan lu tapi tetep aja lu barusan muji gue cantik."
" Terserah Lu dah kak." jengah kenan menyandarkan kepalanya di bahu keysa.
" Lu suka sama Vita?" tanya keysa serius.
" Gak tau, selama ini banyak cewe yang ngedeketin gue tapi semua gue tolak, tapi entah kenapa lihat temen lu rasanya beda." jawab kenan.
" Usia kalian beda jauh, kek lu sama gue." jelas keysa menatap wajah kenan yang bersandar dibahunya.
" Gue ngerti kak, meskipun gue suka dia belum tentu dia mau sama berondong kek gue, pasti dia mau cari cowo yang mapan yang lebih diatas gue." lirih kenan.
Keysa yang mendengar ucapan kenan menjadi iba, selama ini kenan belum pernah menyukai wanita alasannya dia tidak tertarik tapi bukan berarti kenan Gay yaa.. kenan hanya ingin mencari wanita yang benar benar srek dihati dia.
" Lu beneran suka?" tnya keysa untuk kesekian kalianya.
" Lu gak ada pertanyaan lain apa? itu mulu pertanyaan lu." jengah kenan.
__ADS_1
" Bukan gitu, maksud gue kalau lu suka,, gue cari info tentang dia." jawab keysa.
" Kagak usah kak, gue yakin gue bukan tipe dia, mana mungkin dia suka berondong kek gue, mending lu aja yang cari pacar atau lu deketin aja bos dingin lu itu." ucap kenan sambil terkekeh.
" Ogaahh ahhh,, gue juga gak mau sakit hati dan berharap lebih sama dave, mana mungkin selera dia kek gue." jawab keysa.
" Emang kenapa? lu cantik, lu baik, lu pinter, kurang apa lagi coba?" tanya kenan menatap keysa.
" Kurang ajaarr...dahlah lu keluar aja, gue ngantuk pengen tidur." ucap keysa mengalihkan pembicaraannya, dia tidak ingin membahas tentang dave, dia sudah membentengi dirinya agar tidak baper ats perlakuan dave akhir akhir ini.
Dia benar benar tidak ingin berharap lebih takutnya dia sendiri yang akan terluka jika hanya dia yang menaruh rasa.
" Lu mah gitu,, ya udah kalau gitu lu tidur aja gue juga dah ngantuk." ucap kenan mencium pipi keysa lalu melenggang pergi keluar kamar keysa.
Keysa merebahkan tubuhnya diatas kasur, dia menatap langit langit kamarnya, memikirkan sikap dave akhir akhir ini.
Tak menemukan jawaban, akhirnya keysa memilih untuk memejamkan mata dan akhirnya tertidur.
Pagi hari di kantor, keysa sudah mendudukkan bokongnya di kursi kerjanya.
Jemari tangannya sudah mulai lincah memainkan komputer didepannya, Dia mengerjakan pekerjaannya dengan serius tanpa sadar dave sudah berada didepan mejanya.
Keysa yang merasa seperti ada orang yang sedang mengawasinya pun mendongakkan kepalanya, dia sedikit terkejut saat dave menatap datar dirinya.
" Ada apa pak?" tanya keysa yang sudah berdiri.
" Kerjakan ini." ucap dave memberikan setumpuk berkas lalu kembali ke dalam ruangannya.
Keysa mengernyitkan dahinya melihat perubahan sikap dave yang kembali dingin padanya.
" Gue buat salah ya?" gumam keysa menatap pintu ruangan dave yang tertutup.
Keysa melihat setumpuk berkas itu dan mengehala napasnya kasar.
Pekerjaan yang kemarin aja belum selesi, sekarang ditambah lagi setumpuk.
Keysa tidak menghiraukan sikap dave yang kembali dingin padanya dia langsung mengerjakan pekerjaannya agar cepat selesei dan agar dave tidak mengamuk jika dia meminta laporannya namun belum juga selesi.
Waktu sudah menunjukkan jam makan siang, pekerjaan yang diminta dave dia berikan terlebih dulu sebelum dia pergi ke kantin.
Keysa masuk ruangan dave setelah mengetuk pintu.
" Ada apa?" tanya dave tanpa menatap keysa.
" Ini laporan yang bapak minta." ucap keysa menyerahkan berkas laporannya dan menaruhnya datas meja kerja dave.
" Hemmm." hanya itu yang dave ucapkan.
" Kalau begitu saya permisi dulu pak untuk makan siang." pamit keysa.
" Disini saja, saya sudah pesan makanan, sebentar lagi akan sampai." ucap dave datar.
Tak lama terdengar pintu ruangan dave diketuk, keysa membukanya dan menampilkan sosok laki laki yang berprofesi sebagai kurir yang membawa pesanan dave.
" Ini pesanan tuan dave mbak." ucap kurir itu menyerahkan 2 kantong kresek pada keysa.
Keysa menerima kresek itu dan mengucapkan terima kasih.
Keysa menutup kembali pintu ruangan dave, setelah itu membuka dan menyiapkan makan siang untuk dave.
" Sudah siap pak, silahkan dimakan." ucap keysa sopan.
Dave berjalan menghampiri sofa, dan mendudukkan tubuhnya didepan keysa.
" Kamu juga makanlah." ucap dave dengan datar.
" Baik pak." ucap keysa.
Dalam hati keysa masih bertanya kenapa dengan dave, kenapa bersikap sedingin ini lagi? Mungkin dia lagi ada banyak masalah. begitu pikirnya.
Mereka menikmati makan siangnya dengan tenang dan tak bersuara, keysa yang biasanya akan mengajukan banyak pertanyaan menjadi diam seribu bahasa, dia tidak ingin menambah badmood atasannya ini.
" Kemaren dari mana?" pertanyaan dave membuat keysa mendongakkan kepalanya.
" Dari caffe." jawab keysa.
" Sama siapa saja?" tanya dave menatap datar keysa.
__ADS_1
" Vita, Fanya dan Rindi.. kami semua berkumpul di caffe sampai sore." jawab keysa.
" Apa dia kekasihmu?" tanya dave, dia sudah sangat penasaran siapa laki laki bersamanya kemaren.
Keysa mengernyitkan dahinya tidak mengerti siapa yang dimaksud dave.
" Maksud bapak?" tanya keysa tidak mengerti.
" Laki laki yang mengantarkanmu pulang." ucap dave to the point.
Keysa tersenyum lalu menjawab " Saya tidak punya kekasih pak, apa bapak lupa wajah adek saya? Dia kenan adik saya." jawab keysa tersenyum.
Dave yang mendengar jawaban keysa mengerjapkan matanya, kenapa tidak terlintas dipikiran dia jika itu adeknya.
" Aku tidak tau jika itu adik kamu, dia memakai helm full face jadi aku tidak mengenalinya." jawab dave yang kini sudah mengubah ekspresi wajahnya.
" Bapak cemburu?" goda keysa tersenyum jahil.
" Untuk apa aku cemburu." elak dave.
Jawaban dave membuat keysa sedikit murung, niat hati hanya menggoda tapi dia sendiri yang baper mendengar jawaban dave.
Dave yang melihat wajah murung keysa menjadi tersenyum.
" Kenapa?" tanya dave membuat keysa mendongakkan kepalanya menatap dave.
" Apanya?" tanya balik keysa.
" Kenapa wajah kamu jadi murung?" jelas dave.
" Tidak.. saya tidak murung." elak keysa.
Dave berdiri dan berpindah duduk disebelah keysa,
Keysa yang melihat dave duduk disebelahnya menggeser sedikit duduknya.
" Kamu ingin aku crmburu?" goda dave menatap lembut keysa.
Keysa menggelengkan kepalanya kuat, dia benar benar gugup duduk disamping dave.
" Kenapa?" tanyan dave.
" Gpp, kan bapak sendiri yang bilang untuk apa cemburu sama saya." jawab keysa gugup.
" Kalau aku beneran cemburu bagaimana?" ucap dave tersenyum jahil.
" Haaaa?" cengo keysa.
cupppss...
Dave mencium lembut kening keysa, keysa yang mendapat ciuman itu pun membulatkan matanya.
" Kembalilah, seleseikan pekerjaanmu." ucap dave lalu berjalan menuju meja kerjanya.
Keysa yang tak mampu berkata kata pun langsung pergi meninggalkan ruangan dave tanpa permisi.
" Dia nyium gue?" gumam keysa mengelus keningnya.
" Dia sebenernya kenapa sih? tadi dingin banget sekarang hangat banget, sweet lagi dan Ini kenapa coba jantung gue berdisko gini." gumam keysa memegang dadanya.
Selama mengerjakan pekerjaannya keysa menjadi tidak fokus.
Dia mengingat sikap dave hari ini yang berubah ubah padanya.
Seulas senyum tercetak di wajah cantik keysa entah dia sendiri juga tidak tau mengapa dia tersenyum saat mengingat dave mencium keningnya, padahal dia sendiri yang membentengi dirinya agar tidak baper akan sikap dave.
Sama halnya dengan dave, dia juga tersenyum saat mendengar jawaban keysa bahwa dia tidak memiliki kekasih.
Banyak peluang untuk mendapatkannya. begitu pikirnya.
.
.
.
.
__ADS_1
.