
*linzi terlihat hati hati untuk membuka pintu kamar mandi ,berharap henry sudah keluar dan turun terlebih dahulu ke lobby hotel ,
linzi mengintip di balik pintu dengan hati hati agar henry tidak menyadarinya*
"ah sepertinya dia sudah pergi duluan" ucap linzi lega dan membuka pintu lalu melangkah keluar ,
tapi linzi salah henry masih ada di dalam kamar hotel
"apa yang sedang kamu lakukan" ucap henry
"hah" dan membuat linzi terkejut dan langsung menengok ke arah henry
ternyata henry berada tepat di samping pintu kamar mandi ,jadi linzi tidak bisa melihat nya
"aku ti tidak " linzi sangat sangatt gugup karna dia hanya memakai handuk saja di depan henry
linzi takut jika henry merasa dia akan menggodanya
"aku tiidak. .." ucap linzi terpotong karna henry tiba tiba menarik nya ke dalam pelukannya ,dan secara otomatis handuk linzi terjatuh ke lantai karna tangan nya di tarik oleh henry
linzi langsung membulat kan matanya karna terkejut dan berfikir sejenak karna dia sangat bingung dengan keadaan ini
"aku , aku tidak memakai..." ucap linzi gugup
"aku tau" ucap henry tenang
"aku sedang memejamkan mataku ,aku tidak akan melihat nya ,aku sudah janji kan, tapi
sebentar saja ,aku ingin memelukmu seperti ini, aku ingin merasakan hangat nya tubuhmu linzi " ucap henry lembut di sela sela pelukan nya
linzi hanya terdiam kaku dan mencerna semua kata kata henry , linzi pun merasa terkejut dan takut
tapi linzi percaya kepada henry ,dia tidak akan melakukan apapun yang akan membuat linzi kecewa
"emmm .." ucap linzi gugup
"hmm" jawab henry
"kamu ingin melakukan nya" ucap linzi lirih
"hah" henry pun terkejut
"itu..." ucap linzi gugup
"apa ?" tanya henry pura pura tak tau
"ituuuuuu" tegas linzi
"iya itu apa" jawab henry kembali
"sudahlah lupakan" ucap linzi kesal ,linzi berusaha sedikit untuk melepaskan pelukan nya ,tapi henry malah mempererat pelukan nya
"tidak ada laki laki yang bisa menahan nafsu nya sepertiku ,aku hebat kan" ucap henry menyombongkan dirinya
__ADS_1
"emm" jawab linzi singkat
"aku bisa melakukan nya dengan siapapun dan kapanpun yang aku mau, tapi aku tidak bisa linzi ,aku hanya mau pertama dan terakhir dengan kamu" ucap henry meyakinkan
"emmm ,aku ak...." ucap linzi gugup dan terpotong oleh henry
"jangan dipaksa ,aku akan menunggu sampai kamu siap" ucap henry di sela sela pelukan nya sambil mengusap rambut linzi lembut
linzi hanya mengangguk
"siap siap lah aku akan keluar duluan ,jangan lama ok ,kita ada meeting, cupp" ucap henry sambil mencium kening linzi lalu beranjak keluar tanpa melihat tubuh linzi
*henry sangat sangat menghargai linzi dan menepati janjinya
linzi berjalan menuju lobby untuk berangkat meeting bersama henry
linzi keluar dari lift dan matanya langsung tertuju pada sosok lelaki yang sangat gagah ,tampan ,dan mapan di depan nya
linzi sungguh terkesima melihat henry yang sedang berdiri dan mengobrol dengan seseorang,mungkin dia adalah client nya henry
karna dari perawakan nya ,dia adalah orang bule ,karna mereka berbicara dengan bahasa inggris*
"hen aku sudah siap " ucap linzi menghampiri henry
"good morning" sapa linzi pada client henry sambil tersenyum
"ya thank you ,Alex" ucap alex client henry alex mengulurkan tangan nya pada linzi
"ah i'm linzi " ucap linzi dengan senyum indahnya
"thank you so much" ucap linzi sambil tersenyum canggung
*Henry memangdang linzi dengan tatapan kesal karena dia sangat akrab dengan alex
linzi memang sangat cantik dengan rok hitam dan baju warna peach ,menampakan lekuk tubuhnya yang sexy dan indah
henry saja sangat kagum dengan penampilan linzi ,walaupun tidak terlalu tinggi ,tapi linzi sangat pass dengan tubuh nya*
"ayo berangkat " ucap henry sedikit kesal
"ah ok" ucap linzi mengikuti henry dan memungkuk sopan di depan alex karna akan pergi meninggalkan nya ,karna mereka beda mobil
henry berada satu mobil dengan linzi ,dan ada supir di depan nya
Henry hanya diam sedari tadi tanpa memperhatikan linzi seperti biasa nya
biasa nya henry sangat cerewet kepada linzi
"kenapa dia mendiamkan aku ,apa aku punya salah" batin linzi ,linzi merasa henry berubah menjadi pendiam sedari tadi
"hen." panggil linzi
"hm" jawab henry singkat
__ADS_1
"henry" tanya linzi kembali
"hmm" jawab henry
"henryyy" panggil linzi sedikit teriak dan tegas
"apa " ucap henry kesal dengan wajahnya yang menyeramkan sambil menengok menghadap ke arah linzi
"kamu sedang marah ?" tanya linzi
"tidak " ucap henry sambil memalingkan wajahnya
"bohong" ucap linzi
"tidak" tegas henry
"lihat aku" uca linzi
henry hanya diam saja tanpa memperdulikan ucapan linzi
"lihat aku henry" ucap linzi lagi
dan henry masih diam saja
"henry lihat aku" ucap linzi sambil memegang tengkuk henry agar menatap linzi
"kamu sedang marah padaku" ucap linzi sambil menatap mata henry
"tidak" kata henry
"aku punya salah?" tanya linzi dan membuat henry semakin kesal
"kenapa, apa aku punya salah padamu" tanya linzi lagi
"kamu pura pura tidak tau apa bagaimana" ucap henry kesal
"apa salahku ,apa karna aku dandan terlalu lama ,atau karna apa" ucap linzi
"benar benar bodoh" ucap henry kesal
"bodoh kamu bilang? yang bodoh itu kamu bukan aku ,seenak saja berkata bodoh ,memang nya aku berbuat salah apa sampai kamu seperti ini ,harusnya juga aku yang marah karna kamu memelukku tanpa izin huh" gerutu linzi sambil memalingkan wajahnya
"apa kamu bilang ,kamu so akrab sama alex ,kamu pikir aku suka?" ucap henry kesal
"oh karna alex ,ya ampun " batin linzi
"aku tidak so akrab aku hanya menyapa nya saja " bela linzi
"tapi tetap saja ,kamu suka kan dia memuji mu seperti itu" kesal henry
" ya ampun henry ,dia itu client kamu ,kamu cemburu sama client kamu sendiri?" tanya linzi
"aku tidak suka,titik" tegas henry dan membuat linzi menatap henry heran
__ADS_1
**JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN ,DAN KLIK TOMBOL LOVE YA
IG : MITAALVIANADEVI**