CEO Sombong

CEO Sombong
Pengorbanan


__ADS_3

Jika Bara benar benar menarik pelatuknya mungkin Henry akan tertembak demi melindungi Linzi.


“Serahkan atau “ menyunggingkan senyum di sudut bibir Bara sambil bersiap-siap menembak Henry


“Boss awasss” teriak Jeno dari belakang Bara dan membuat Bara menarik pelatuk tanpa sengaja


DUARRRRRR


Suara tembakan mengarah kepada Henry


Semua orang memejamkan matanya begitupun Henry dia sudah pasrah akan tertembak demi wanita yang sangat ia cintai.


Tapi takdir berkata lain ,wanita yang sangat ingin ia lindungi malah membahayakan nyawanya demi melindungi Henry


Henry lantas membuka matanya dan betapa terkejutnya semua orang melihat Linzi berlumuran darah akibat tembakan dari Bara


“Linziiiiii” teriak Henry terkejut langsung menangkap tubuh Linzi yang akan terjatuh kelantai


“Linzi maafkan aku “ kata Henry dengan air mata yang mulai mengalir di atas pipinya


“Aku sayang ka raka ,terima kasih sudah ...” Ucapan Linzi terpotong karena dia tiba tiba tidak sadarkan diri


“Linzi bangunnnnnnnnnnn” terikan Henry menjadi saat Linzi hilang kesadaran


“Tangkap dia bangsatttt“ teriakkk Henry sangat marah kepada Bara


Suara mobil polisi dan juga ambulance membuat semua orang terkejut


“Siapa yang panggil polisi dan juga ambulance” tanya Jeno ikut terkejut


“Semua datang tepat waktu boss” suara handsfree terdengar James ,ternyata James yang telah memaggil polisi


“Bagus James” kata Jeno


“Linzii bangun sayangg” tangis Henry sambil memeluk Linzi yang tidak sadarkan diri


“Linziii bangunn ,aku mohon jangan tinggalkan aku Linzi” tangis Henry pecah seketika melihat wanita di depannya penuh dengan darah dan tidak sadarkan diri


“Kenapa kamu harus melindungiku” ucap Henry dengan tangis nya


Seorang laki laki seperti Henry hatinya bisa luluh oleh Linzi seorang.


Siapa sangka seorang Henry yang begitu dingin dan selalu memasang wajah serius bisa menangis setulus itu hanya karena seorang wanita.


“Angkat tangan “ ucap polisi yang datang dengan mengarahkan pistol kepada Bara dan anak buah Bara yang masih tersisa


Bara dan anak buah nya pun di bawa oleh polisi dengan borgol di tangan nya untuk penyelidikan lebih lanjut


“Hen ambulance sudah datang” kata Jeno agar Linzi cepat di bawa ke rumah sakit


“Terima kasih pak “ ucap Jeno kepada petugas kepolisian

__ADS_1


“Terima kasih pak Jeno ,kami akan melakukan penyelidikan secepatnya” ucap petugas kepolisian


Dan di balas senyum oleh Jeno


“Linzi bertahan sebentar “ ucap Henry lalu dengan kedua tangan nya dia menggendong Linzi sendiri ke luar untuk masuk ke dalam ambulance.


Sebenarnya ada seorang perawat yang akan membawa Linzi ,tapi Henry memilih menggendong Linzi sendiri.


Linzi sudah berada di dalam ambulance dengan Henry di sampingnya sambil memegang tangan Linzi dengan erat


“Bee bertahan sebentar ya ,maafkan aku” air mata Henry mengalir jelas di pipinya


“Bee maafkan aku” ucapan maaf tidak pernah henti hentinya di ucapkan oleh Henry sambil memegang tangan Linzi


“Bee jangan tinggalkan aku” Air mata Henry terus mengalir di pipi ny


Ambulance sudah sampai di rumah sakit


Dan segera membawa Linzidi ruang gawat darurat


“Maaf anda tidak bisa masuk “ ucap perawat saat Henry hendak ikut masuk ke dalam ruangan gawat darurat


Dengan terpaksa Henry menunggu di luar dengan hati yang tidak tenang


Takut Linzi tidak bisadi selamatkan dan banyak hal yang dia bayang kan jika Linzi tidak bisa selamat.


“Hen gimana Linzi” tanya Jeno yang baru datang dengan sedikit berlari


“Sedang di tangani” ucap Henry menunjuk ke ruang UGD


3 jam kemudian


Dokter dan perawat keluar dari ruang gawat darurat


“Gimana keadaan istri saya dok” kata Henry khawatir


“Istri bapak baik baik saja ,peluru nya tidak membahayakan karena terkena tulang selangka “ jelas dokter itu


Terlihat jelas raut wajah Henry merasa lega mendengar penjelasan dari dokter yang menangani Linzi


“Terima kasih dok”kata Henry


“Terima kasih dok” Ucap Jeno


“Iya pak Henry ,saya permisi” ucap Dokter lalu berlalu pergi


Henry mengusap wajah nya dengan kasar


“Linzi baik baik saja Hen” kata Jeno karena melihat Henry begitu mengkhawatirkan Linzi


Jeno pun membawa Henry duduk di ruang tunggu

__ADS_1


Sebenarnya Henry ingin segera melihat Linzi tapi tidak bisa karena dia masih di ruang gawat darurat dan belum di pindah ke ruang perawatan.


“Habisi semua anak buah Atada “ ucap Henry


“Sudah beress boss” kata Jeno


“Bangsattt “ kesal Henry mengingat kejadian yang menimpa Linzi


Jeno hanya bisa menepuk punggung Henry untuk menenangkan Henry


keesokan harinya


Linzi sudah pindah ke ruang vvip untuk menjalani penyembuhannya


Henry yang setia selalu di samping Linzi sambil menunggu Linzi siuman.


“Linzi cepat bangun ,aku rindu kamu” kata Henry sambil menggenggam tangan Linzi dengan kedua tangan nya.


“Ceklekkkkk” suara pintu terbuka membuat Henry seketika menengok


“Selamat pagi pak Henry”sapa dokter dengan salah satu perawat


Henry pun langsung berdiri dan balik menyapa .


“Kenapa Linzi tidak bangun bangun dok “tanya Henry


“Efek obat bius saat operasi pak Henry” kata dokter


Henry pun mengangguk mengerti


“Nyonya Linzi akan segera siuman pak Henry ,jangan terlalu khawatir dia sangat kuat “ucap dokter itu dengan tersenyum


“Terima kasih dok” ucap Henry


“Sama sama pak Henry ,saya permisi “ ucap dokter lalu melangkah keluar


“Ayoo bangun bee jangan bikin aku khawatir” kata Henry lalu mencium kening Linzi


****


“Hen bangun “


“Hen”


“Emm” kata Henry terbangun


“Ini gue bawain makan ,makan dulu” ucap Jeno


“Oh iya iya ,makasih Bro “kata Henry menepuk punggung Jeno


“Linzi belum bangun juga” tanya Jeno melangkah kan kaki nya pada sofa di sudut ruangan

__ADS_1


Henry menarik nafas berat sambil menggelengkan kepalanya


Jangan lupa like komen dan klik tombol love ya guyssssssssss


__ADS_2