
Henry dan Linzi sudah kembali ke penthouse.
"kita sudah baik baik saja kan bee ?" tanya Henry sambil memegang kedua pundak Linzi
"kelihatan nya?"
"aku ga mau kita pisah lagi yah?" dengan sungguh sungguh menatap Linzi
"iyahh " jawab Linzi lembut
"jangan kabur lagi " lalu memeluk Linzi
"aku tidak kabur " katanya
"lalu 3 hari ini apa? kamu pergi begitu saja" ucap Henry
" aku hanya butuh waktu sendiri" jawab Linzi
"Baiklah ,lain kali jangan seperti ini lagi ok "
Linzi mengangguk dan menuruti kemauan Henry
"aku rindu kamu bee" ciuman mendarat di bibir Linzi ,dan Linzi sedikit terkejut tapi dia mulai menikmati ciuman manis Henry
Ciuman manis yang berlangsung cukup lama membuat nafas Linzi tersenggal
"aku tidak bisa bernafas"Linzi mendorong tubuh Henry
"ah maaf maaf aku terlalu bersemangat hehe"
Henry pun lagi lagi menggoda Linzi
Henry kembali mencium Linzi dengan gairah yang mungkin selama ini ia pendam karena ditinggal oleh Linzi
"ahhhh "lenguhan Linzi membuat Henry semakin ingin melakukan kewajibannya
Tangan Henry tanpa sadar memasuki area perut Linzi dan menekan kedua payuda** Linzi
" enghhhh ahhh" lenguh Linzi
Tangan Henry terus menelusuri kedua payuda** Linzi hinggap membuat Linzi mengeluarkan suara yang membuat Henry semakin panas
"bee aku mau " bisik Henry
"lakukan "Linzi kembali berbisik kepada Henry dan membuat nya semakin memanas karena bisikan Linzi
****
"cup" Henry mencium kening Linzi
"makasih bee" katanya
tubuh Linzi tertutup oleh selimut begitupun Henry
"aku ingin baby" bisik Henry
" kan udah" jawab Linzi
"setiap hari ya biar cepet"kata Henry
"hah?" Linzi terkejut
Henry malah tertawa dan kembali memeluk Linzi di dalam selimut
"aku suka ini" kata Henry
"yaa" Linzi sedikit menaikan nadanya
"ini kan hak ku bee" protes Henry
" emm"
"aku suka ini" ucap Henry lagi
"enghhh "lenguhan Linzi kembali terdengar
"enghhhh "tangan Henry ternyata sudah berada di kedua payu**** Linzi yang secara bergantian meremas nya
__ADS_1
"aku suka ekspresi mu yang seperti ini bee "ucap Henry yang semakin gemas melihat ekspresi Linzi saat sedang seperti ini
"ahhhh " Linzi merasa malu dan menarik selimut untuk menutupi wajah nya
"jangan di tutup bee " Henry menarik kembali selimut nya agar wajah Linzi terlihat
"aku suka melihat nya ,membuat ku semakin bergairah "cup" ciuman kembali mendarat di bibir Sexy Linzi
"enghhhh ,udah by" desah** Linzi membuat Henry tidak bisa berhenti
"nikmati sayang" kata Henry
"enghhhhh stttt aaaahhhh "
"aku suka suara desah**mu bee "
"enghhh ,udah sayang " racau Linzi
"aku tau ini enak kan?" bisik Henry membuat Linzi memerah karena malu
"Ahkkk" Linzi terkejut saat jari jari Henry memasuki bagian yang paling sensitif itu
" by stop ahhh stopp by " racau Linzi bercampur dengan desah** nya
" ahhh by enghhhhh "
" aku ,aku ..enghhh tidak terus by " racau Linzi
Henry tersenyum puas melihat wanita didepan nya begitu menggoda
" ahhhh iya enghhh " Linzi semakin meracau karena ulah Henry
*******
"cupp " Henry mencium kening Linzi saat Linzi sudah tertidur pulas tanpa sehelai pakaian pun ,tapi Henry menutupi nya dengan selimut .
" i love you bee " ucap nya sambil membelai wajah Linzi
"maafkan aku sudah membuat mu kecewa bee" katanya
"aku janji hal seperti tidak akan pernah terjadi lagi " lalu Henry mencium kening Linzi
****
"sudah bangun " sapa Henry
" emmm
"bangun bee kita makan malam di luar "
" jam berapa sekarang "
" jam 5 sayang"
" aku ketiduran ya "
" tidak masalah ,aku tau kamu lelah"
"karna kamu " protes Linzi
" tapi kamu menikmati nya"
"ishhhh " Linzi malu dan menarik selimut untuk menutupi wajah nya
"tidak perlu perlu bee " membuka selimut yang menutupi wajah Linzi
" aku lebih suka melihat mu mendesah seperti itu" goda Henry
"iiishhhhh keluar aku ingin siap siap " kata Linzi mengusir Henry
"sana sana sana "
"iya iya aku tunggu di luar "sambil menahan tawanya karena berhasil menggoda Linzi
****
1 Jam Kemudian
__ADS_1
"yuukk " saat Linzi keluar dari kamarnya
" cantikkk " satu kata yang keluar dari mulut Henry
"terima kasih:)" ucap Linzi
"ahh aku hampir ketiduran menunggu mu mandi dan siap siap " keluh Henry
" maaf:("
" bercanda bee ,yuk berangkat " sambil mengelus rambut Linzi
" mau kemana ?" tanya Linzi
"dinner"
"memang hari ini hari spesial"
"tidak perlu menunggu hari spesial bee "
"emm ,baiklahh "
****
"silakan turun tuan putri " Henry membukakan pintu untuk Linzi layaknya tuan putri
Dan Linzi tersenyum indah tepat di depan henry.
Henry pun mempersilakan Linzi agar melingkarkan tangan nya di lengan Henry
"silakan" ucap pelayan menunjukkan tempat duduk mereka
"wahhh kamu yang memesan tempat ini " terkejut Linzi saat melihat suasana nya yang begitu romantis
Henry pun mempersilakan Linzi duduk
" oooh " mata Linzi terbelalak saat pelayan membawakan sebotol wine dan menuangkan nya di gelas Linzi dan juga Henry
" Minum secukupnya" Henry mengingat kan Linzi
" iya iyaaa " pasrah karena Henry pasti selalu rewel jika Linzi minum wine terlalu banyak
"ahh enak nya " saat meneguk wine nya
"melelahkan " celetus Linzi setelah meminum nya
"kamu tertidur seharian " kata Henry
"Yaaaaaa" sedikit nada tinggi.
"kamu yang membuat ku kelelahan " kata Linzi
"iya maaf maaf " ucap Henry dengan menahan tawanya
" tidak lucu bee" kata Linzi
" iya maaf sayang"
" ini semua hadiah untuk mu " menuangkan wine di gelas Linzi
" wah" dengan wajah bahagia
"sesenang itu kah wanita wine?"
"emmm ini enak" sambil meneguk nya
"dasar " dengan senyum manis Henry
**Hayyy guysssss
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
DAN KLIK TANDA LOVE NYAA
__ADS_1
BUAT KALIAN JAGA KESEHATAN YA JANGAN KELUAR RUMAH DULU SOAL DI LUAR LAGI BAHAYA BANGET
KITA BERDOA SEMOGA COVID-19 cepet hilang dan kita bisa keluar main main lagiiii**