
"tidak jadi pulang?" tanya Linzi sebari membenarkan posisinya agar nyaman dan dibantu oleh Henry
"emm ,kamu pulih dulu baru kita pulang" ucapnya sambil duduk di pinggir tempat tidur
"aku baik baik saja " sambil tersenyum
"kita pulang besok saja oke" pinta Henry
" pekerjaanmu ?" tanyanya
" ada Jeno dan Yumi,tidak perlu khawatir" Henry meyakinkan
Linzi merasa bersalah karena membuat Henry tidak bisa kembali ,dan menunda pekerjaannya.
"berhenti menyalahkan dirimu sendiri" ucap Henry menenangkan
Linzi kembali menatap Henry ,
batin nya sangat bahagia karena mendapatkan suami yang begitu menyayanginya
"Bagaimana dengan ....."
" sudah ku urus" ucap Henry mengerti maksud Linzi
" aku tau dia tidak menyukaiku dan sudah keterlaluan,tapi jangan menghukumnya terlalu parah ya ?" pinta Linzi
"Dia sudah membuatmu hamoir di perkosa bee ,aku tidak bisa tinggal diam " ucap Henry sedikit emosi
" aku tau Hen ,tapi dia perempuan jangan melakukan hal yang membahayakan" ucap Linzi
"Dia harus membayar apa yang sudah dia lakukan" ucap Henry
" Berjanji lah padaku ,untuk tidak melakukan hal yang membahayakan "
" Tapi bee"
" aku mohon by"
" iya iya baiklah" dengan terpaksa Henry berjanji karena tidak tega melihat wajah khawatir dan sedih istrinya
" Henry tidak akan pernah mengecewakanku" ucap nya dengan tersenyum
#
" Aku tidak melakukan nya hen demi tuhan" ucap Anastasya yang masih tidak mengakui kejahatannya
" oh benarkah "
" Hen aku mohon percaya padaku ,aku tidak mungkin menyakiti orang lain" ucap nya dengan mencari simpati Henry
Tapi kali ini Anastasya tidak bisa mengelak lagi karena bukti cctv sudah ada di tangan Henry
"Hen percaya padaku ,dia yang jahat padaku hen ,dia yang berusaha menyakitiku" katanya
dasar Anastasya masih bisa menuduh orang lain
__ADS_1
" benarkah istriku yang menyakitimu? " tanya Henry
" Benar Hen ,dia menamparku saat di toilet ,dan dia menjambak rambutku" ucap Anastasya
" lalu ini ?" menunjukan rekaman cctv
" ii iitu iitu " gugup Anastasya
Anastasya sangat gugup dan gemetar saat Henry menunjukan rekaman cctv nya
Henry mencengkeram leher Anastasya dengan tatapan mata yang sangat menyeramkan
" dengar ,sekali lagi kamu berani menyakiti Linzi aku tidak akan bermurah hati ,aku bisa membunuhmu sekarang juga " sengit Henry yang membuat Anastasya sangat ketakutan
" mengerti "
" maafkan aku Hen ,aku mencintaimu aku lebih mencintaimu hen ,kamu tau dari dulu aku yang mencintaimu " ucapnya sambil menangis ketakutan
" jangan pernah muncul dihadapan ku ,atau aku akan membunuhmu" kata Henry lalu melepaskan cengkeramannya
"ahhhh "Anastasya tersungkur di lantai.
" Urus dia " perintah nya kepada anak buahnya
Henry berlalu pergi begitu saja ,dan meninggalkan Anastasya
"hallo bee"
"aku ingin pulang" katanya Linzi di dalam telpon
" benarkah ?" suara ceria Linzi kembali terdengar
"iya sayang"
"baiklah , cepat pulang " ucap Linzi lalu menutup telponnya
#
" kenapa harus memakai jet pribadi" ucap Linzi
" aku tidak mau nyawamu terancam lagi" ucap Henry
" Tidak semua orang membahayakan sayang" ucap Linzi
" iya aku tau ,tapi setidaknya kita menghindari be"
"memang nya pesawat biasa tidak ada keamanannya?" tanya Linzi dengan serius
Henry terdiam seketika sambil menatap Linzi tajam
" untuk keamananku sendiri" ucap Henry dengan sangat dingin dan membuat Linzi menurunkan pandangannya
" baiklahhh ,aku mengerti Henry Aditama" ucap Linzi yang berusaha mengembalikan moodnya ,
Linzi tau Henry memang sedang tidak dalam mood baik ,tapu Linzi salah langkah ,dia malah membuat Henry semakin memburuk
__ADS_1
"by " rengek manja Linzi
" apa?" menoleh ke Linzi dengan dingin
" ahh tatapannya seperti pertama kali bertemu ,sangatt dinginnnn iiih" batin Linzi menggidik ngeri
" kenapa?" tanya Henry karena Linzi terlihat aneh dengan ekspresi wajah yang seperti itu
" ah tidak hehe "
Henry kembali memalingkan wajahnya
" huuffhhhh " Linzi menarik nafasnya panjang
" wajahnya sangat dingin auhhhh " batin Linzi
" bagaimana caranya biar dia kembali seperti semula" batin Linzi mencari cara agar Henry kembali tidak dingin padanya
Memang salah Linzi juga harus mempermasalahkan jet pribadi ,ini kan juga demi keselamatan dan keamanannya.
" by " panggil Linzi lembut
" emm" tanpa menoleh
"maaf " dengan suara lembut dan manjanya
Henry lalu menoleh dan menatap Linzi tajam
" maaf ya emm" manja Linzi dengan wajah lucunya
" aku tidak bisa marah dengan wajah lucumu itu" kata Henry sambil mengusap rambut Linzi dan senyum manis melengkung di bibir Henry dan juga Linzi
"hehe , maaf sudah membuatmu kesall" kata Linzi
" aku tidak kesal ,maaf sudah membuatmu bingung" ucap Henry " cup" lalu mencium keningnya
Linzi berhasil mengembalikan mood Henry ,walaupun sempat takut tidak berhasil tapi Akting Linzi seperi aktris internasional yang sudah profesional
HAY GUYS
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
DAN KLIK TOMBOL LOVE YA
TETAP #STAYHOME YA GUYSSS
SAMA SAMA KITA LAWAN COVID-19
LEBIH BAIK MENCEGAH .
JANGAN SAMPAI KITA GA BISA PERGI HANGOUT LAGI GARA GARA CORONA YANG GA ILANG ILANG:'(
__ADS_1
LOVE YOU GUYSSSSS**