CEO Sombong

CEO Sombong
permasalahannya


__ADS_3

"Selamat siang " tiba tiba Linzi membuka pintu kantor Henry dan membuatnya terkejut


" bee ,sama siapa ?" TanyaHenry yang terkejut melihat Istrinya tiba tiba datang dan sontak Henry langsung berdiri menghampiri Linzi


" sendiri " kata Linzi


" sendiri ?" tanya Henry sedikit menekankan nadanya


"maksud ku dengan reksa " jelas Linzi


" sini duduk " ajak Henry duduk di sofa


"aku bawain sarapan " kata Linzi sambil menunjukan kantong berisi makanan yang ia bawa


" aku kan bisa makan di luar bee " ujar Henry karena tidak mau membuat istrinya kerepotan


" Ini lebih sehat " Linzi duduk di atas sofa lalu membuka makan siang yang telah ia siapkan untuk Henry


"terima kasih sayang " ucap Henry tiba tiba


" Untuk ?" tanya Linzi sambil membuka makan nya


"untuk ini " "cupp" tiba-tiba Henry mencium bibir Linzi


"ishh ini di kantor " kata Linzi malu dan sontak melihat ke belakang


"siapa yang berani masuk ke sini " jelas Henry


"Benar juga siapa yang akan berani masuk ke dalam ruangan CEO yang terkenal sombong dan dingin " Batin Linzi


" ini makan dulu " Linzi memberikan nya pada Henry


"suapin" rengek Henry


" ishhh seperti ini tingkah seorang CEO yang terkenal sombong " ledek Linzi


" aku CEO paling baik" sombong Henry


" Terserah " kata Linzi


" aaaaa " Linzi menyuapi Henry


"dasar anak kecil " kata Linzi


Henry pura pura tidak mendengar ocehan Linzi dan sibuk mengunyah makanan nya.


****


"ooh iya tadi aku mendengar nama Anastasya " Celetuk Linzi tiba tiba


" Katanya dia memaksa masuk ke ruangan mu " Kata Linzi


" ooh itu ,dia rekan kerja dari OC " kata Henry


" yang baru di akusisi "ucap Linzi

__ADS_1


" emmm " Henry mengangguk


" oooh " puas Linzi dengan jawaban Henry


" Maaf aku belum bisa cerita yang sebenarnya "Batin Henry


" oh iya bee ,besok lusa ada acara penggalangan dana " kata Henry


"lalu?" tanya Linzi


"ada makan malam dan acara pesta sedikit" ucap Henry


" aku ikut?"tanya Linzi


" nyonya Aditama " ucap Linzi


" siap boss " Linzi pura pura memberi hormat kepada Henry dengan senyum menggodanya


Henry pun mengusap rambut Linzi karena tingkah nya yang membuat Henry gemas


tok tok tok


" masuk " jawab Henry


" pak meeting 15 menit lagi " Kata Yumi


" saya segera kesana " jawab Henry


" baik pak ,saya permisi" lalu Yumi menutup pintu nya kembali


"aku akan pulang "kata Linzi


"jangan ,aku hanya meeting 1 Jam " jelas Henry


" tunggu sebentar ,nanti selesai meeting aku langsung kesini " ucap Henry


" iya iya ,udah sana " kata Linzi


"cupp " Henry mencium Bibir Linzi dengan sedikit tekanan dia terus mencium Linzi dengan sedikit nafsu


"udahh ,nanti telat meeting nya " kata Linzi


" emm:( ,baiklah ,love you bee ,cup " lalu mencium kening Linzi


"Jangan kemana mana,tunggu aku disini" kata Henry lalu melangkah keluar


" Dasarr" ucap Linzi dengan senyuman ceria nya


20 Menit kemudian


" ahh membosankan " kata Linzi sambil berjalan menelusuri isi ruangan Henry karena dia bosan


Linzi mencoba mencari hal yang menarik di ruangan Henry ,dia berkeliling mencari apa ada yang bisa membuat nya tidak bosan


" Apa ini " Linzi menemukan box warna coklat yang ada di sudut lemari Henry

__ADS_1


Linzi sangat penasaran dengan isi nya dan dia berusaha membersikan box yang kelihatan sudah sedikit kotor mungkin karena lama disimpan


"di buka gak apa apa kali ya ?"dia bertanya pada dirinya sendiri


" ahh bodo amat " kata Linzi


Linzi pun membuka nya dan menemukan banyak surat yang masih terbungkus rapi.


" surat?" Hati Linzi bertanya tanya


****


Ceklekkksuara pintu terbuka


"bee aku baru selesai " suara Henry yang langsung mencari Linzi


" bee " panggil Henry tapi Linzi tidak ada di ruangan nya


Henry sangat terkejut saat melihat box surat yang ia simpan berserakan di atas sofa


" gak mungkin " ucap Henry yang langsung berlari keluar


Henry pun langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Linzi berkali kali tapi Handphone nya Tidak aktif


Henry pun dengan cepat menghubungi reksa


" dimana Linzi " tanya Henry


" saya sedang menunggu di parkiran boss ,nyonya Linzi belum Turun " jelas Reksa


"arrghhhhhhh ,cepat cari Linzi " kesa Henry


"bee dengerin dulu penjelasan aku " geram Henry ,


Henry menyesali perbuatannya ,harusnya dia menjelaskan semua nya kepada Linzi ,bukan malah membuat nya salah paham seperti ini


" gps " Henry teringat bahwa dia sudah menanam kan gps pada kalung yang telah ia berikan pada Linzi


Henry pun segera melacak nya lewat ponsel yang sudah tersambung pada GPS di liontin Linzi


"ahh di apartemen " Henry sedikit bisa bernafas lega ,bahwa Linzi masih berada di apartemen nya


Henry pun segera pulang dan dia harus menjelaskan semua nya pada Linzi


" bee semoga kamu tidak salah paham " Batin Henry


**HAYYYYYYY GUYSSSSSS JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


DAN KLIK TOMBOL LOVE NYA


OH IYA JANGAN LUPA VOTE TERUS YA GUYSSSS

__ADS_1


I LOVE YOU. CEOLOVERSSSSSS**


__ADS_2