CEO Sombong

CEO Sombong
si jahat


__ADS_3

"ahhh " "kepalaku"


" ahhhh " sambil memegang kepalanya


"aku dimanaa" Linzi meneliti disekitarnya


Dia berada di kamar Hotel yang entah siapa yang membawanya


seingatnya dia berada di kamar mandi dan tiba tiba ada orang yang mendekapnya lalu dia tidak ingat apa apa


Linzi turun dari tempat tidur dan mencoba keluar tapi pintu kamar terkunci


"Tolonggg "


"tolonggg"


"Arghhhh"


" tolonggggg "


"pasti Henry mencariku" dengan wajah cemas dan menahan tangis nya Linzi mencoba untuk tegar


"dompetku " handphone ku"


"arghhh " kesal Linzi


Linzi mondar mandir sambil mencari cara untuk keluar , Sambil memikirkan Henry yang pasti mencarinya


Mata Linzi tertuju pada telpon yang ada di hotel tersebut untuk meminta bantuan


Linzi pun langsung menghubungi pihak hotel


sebelum sempat tersambung tiba-tiba seseorang masuk dan membuat Linzi terkejut


" Halo cantikk " sapa nya


"siapa kamu" dengan lantang


"Jangan takut ,aku tidak akan menyakitimu" katanya sambil melepas jass nya dan mendekati Linzi


"jangan mendekattt" kata Linzi dengan melawan rasa takutnya


"aku bilang jangan mendekat"


"sini sayang ,jangan takut" ucap lelaki idung belang yang entah dari mana asal nya


" Henry aku mohon bantu aku" batin Linzi


Mata lelaki yang ingin menyantap mangsanya


" dasar laki laki brengsek " batin Linzi


" jangan mendekattt" teriak Linzi melempar sebuah bantal ke arah laki laki itu


#


" haloo "


" ya boss "


" lacak keberadaan Linzi ,SEKARANG" Lalu menutup telpon nya


Henry lalu membuka akat pelacak yang sudah tersambung pada kalung Linzi dan Ponsel Henry


ponsel Henry berdering


"ALLEY HOTEL " ucapnya ,Henry pun menutup telponnya


"Dia masih di dalam hotel" Henry berfikir keras


"Ruang cctv "batin Henry


"hallo "


" suruh semua menuju Alley Hotel sekarang" perintah tegas Henry


"siap boss"


Anak buah Henry cukup banyak di Jepang jadi dia tidak butuh bantua orang lain


Henry langsung menuju ruang cctv untuk mencari keberadaan Linzi


#


"TOLONGGGGGGG "


" TOLONGGGGGG " teriak Linzi dengan tangisannya


" sayang teriaklah ,tidak akan ada orang yang menolong mu"


tiba tiba suara bel berbunyi

__ADS_1


" ahh menganggu " lalu membuka pintu


"Anastasya" betapa Linzi sangat terkejut ternyata semua ini adalah permainan dari Anastasya


dengan senyum penuh kemenangan Anastasya berjalan mendekati Linzi


"jadi ini semua ...."


"aku yang menyuruhnya " dengan senyum yang menjijikkan


" wahhh , ternyata aku salah menilai " kata Linzi dengan tenang


"maksudmu " sedikit tersinggung


"tidakk , ternyata kamu tidak lebih dari wanita rendahan " ucap Linzi


" apa katamu " "PLAKKK " tiba tiba Anastasya menampar Linzi


"ahhhh" darah mengalir di sudut bibir Linzi


"dengar baik baik ,Henry milikku mengerti" kata Anastasya lalu berjalan pergi


" apa begini caramu setelah dicampakkan oleh laki-laki yang tidak mencintaimu " ucap Linzi membuat Anastasya menghentikan langkahnya


"sangat menyedihkan" ucap Linzi dengan berani


Anastasya masih diam terpaku mendengar ucapan Linzi yang menyinggung nya


" YAAAA" teriak Anastasya


Anastasya mendekati Linzi dan mencengkeram kerah bajunya dengan kuat


"dasar ****** ,dengar nyawamu ada ditanganku,jangan main main ,Henry milikku ,DIA MILIKKU " Ucap nya dnegyan nada tinggi


Anastasya lalu melepaskan Linzi dan melangkah pergi


" habisi dia " ucapnya pada laki laki itu dan melangkah pergi


"lepaskan aku" ucap Linzi


#


"tunggu " kata Henry di ruang pengendalian cctv


"perbesar"


"lantai 21 kamar 305 ,okeee " ucap Henry lalu berlari pergi


"Anastasya " ucap Henry dengan mata murka nya


#


laki laki itu memiliki tenaga yang sangat besar membuat Linzi tidka bisa bergerak


" tolong lepaskan saya " dengan suara tangisannya


"saya mohon lepaskan saya" tangisan Linzi mengisi seluruh kamar hotel itu


laki laki itu sudah berada di atas tubuh Linzi,


" tolongggg " teriak Linzi dengan sisa tenaganya


" santai sayang ini tidak akan lama , menurutlah ,kita hanya membuat video sebentar okee" ucap laki laki brengsek itu


"hah video ,jadi ini rencana Anastasya " Batin Linzi


" saya mohon lepaskan sayaa " Linzi masih berusaha melawannya sekuat tenaga


" TOLONGGGGGGGGG"


"BRAKKKKKKKK" suara pintu yang tiba tiba terbuka membuat Linzi dan laki laki itu terkejutttt


Henry dengan rasa marah nya ,memukul dan menendang laki laki itu


suara tangisan Linzi membuat Henry berhenti memukul nya.


" bee" Henry langsung memeluk Linzi dengan erat


" aku takut " ucap nya dengan tanganyang bergetar


" aku disini bee " kata Henry sambil memeluk nya


" aku disini jangan takut" ucap Henry


Anak buah Henry datang tepat waktu dan langsung mengurus laki laki yang hendak memperkosa Linzi


" maafkan aku bee "ucap Henry dengan sangat menyesal


Tangisan Linzi semakin menjadi di pelukan Henry


" Anastasya " kata Linzi sambil menangis

__ADS_1


" aku tau " jawab Henry yang masih memeluk erat Linzi


" maafkan aku bee " ucap Henry tanpa berhenti meminta maaf


" aku pasti akan membuat dia membayar semuanya " batin Henry


" apa kamu ada sakit ,dimana " katanya panik


" aku baik baik saja " katanya dengan tangisan yang begitu membuat Henry pilu


" aku takut "


" aku tidak akan membiar kan dia berani menyakitimu lagi " ucap Henry lalu mempererat pelukannya


"Pakai ini" melepas jass nya dan memakaikan nya kepada Linzi


" kita kembali ke hotel" lalu menggendong Linzi


" Acaramu?"


" tidak penting " ucap nya


"siapkan mobil " perintah Henry kepada anak buah nya


"siap boss"


Henry pun berjalan menuju lift sambil menggendong Linzi


Mobil sudah siap di depan Lobby hotel


"tidur lah aku akan membangunkanmu " ucap Henry lalu menutup pintu mobil


Henry lalu membawa Linzi kembali ke Hotel dan anak buahnya mengikuti mobil Henry di belakang


Benar benar master .


Linzi tertidur dan Henry tidka tega membangunkannya


dengan senang hati Henry menggendong nya menuju kamar hotel


#


" maafkan aku bee" ucapnya dengan menyalahkan dirinya sendiri


Henry mengusap kepala Linzi dan mencium kening nya ,lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


"Anastasya" ucap Henry dengan mata penuh amarah


saat Henry hendak pergi tiba tiba tangan Linzi menariknya


" jangan pergi" "jangan pergi" ucap Linzi dengan mata terpejam


" aku takut" ucapnya Linzi tanpa sadar


" aku tidak akan pergi bee ,aku disini " ucap Henry lembut


Henry membiarkan Linzi memegang tangan nya sambil tertidur


#


PAGI


" Enghh" lenguh Linzi


" ahhhh " merasakan badannya yang kesakitan


Linzi terkejut saat melihat Henry duduk di lantai dengan kepala yang bersanda di pinggiran tempat tidur dan tang yang terus menggenggam tangannya


" ooh kamu sudah bangun" ucap Henry lembut


" selamat pagi" kata Linzi dengan senyuman nya


" pagi sayang" ucap Henry sambil menatap mata Linzi dengan lembut


HAY GUYS


JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


DAN KLIK TOMBOL LOVE YA


TETAP #STAYHOME YA GUYSSS


SAMA SAMA KITA LAWAN COVID-19


LEBIH BAIK MENCEGAH .


JANGAN SAMPAI KITA GA BISA PERGI HANGOUT LAGI GARA GARA CORONA YANG GA ILANG ILANG:'(

__ADS_1


LOVE YOU GUYSSSSS**


__ADS_2