
KAMAR
Linzi sedikit tidak nyaman dan terus memikirkan Henry
"kamu udah tidur?" tanya Linzi yang membelakangi Henry
"belum" jawab Henry
Linzi pun berbalik dan bertatapan dengan Henry
"ceritakan padaku ?" kata Linzi lembut sambil menatap mata Henry
"aku baik baik saja bee " ucap Henry tersenyum sambil mengusap wajah Linzi
"baiklah aku tidak akan memaksamu ,tapi jika kamu ingin memberitahu ku aku siap mendengar nya" kata Linzi lembut
"i love you " ucap Henry sambil membelai wajah dan rambut Linzi
****
07.00
" selamat pagi " sapa Linzi saat Henry keluar dari kamar tidur
" kamu sudah bangun " tanya Linzi
" emm " jawab Henry sambil menguap
" sarapan dulu " kata Linzi dengan senyuman nya
" aku ke toilet dulu" kata Henry
10 menit Kemudian
" masak apa bee" tanya Henry
" aku bikin sandwich " kata Linzi sambil membawanya ke meja makan
Henry pun duduk di meja makan untuk sarapan pagi bersama istrinya
"enakk ga?" tanya Linzi dengan wajah sedikit khawatir ,karena takut tidak sesuai dengan selera Henry
"enak ,semua yang kamu masak selalu enak " kata Henry dan membuat Linzi tersipu malu
"kita cari pembantu aja ya" kata Henry
" tidak tidak ,aku akan melakukan semuanya sendiri" tolak Linzi
"tapi bee ,aku ga mau ...." Henry belum selesai berbicara
"aku ga mau hen ,lagian aku juga ga punya kerjaan kan ,jadi aku bisa mengurus semua keperluan kamu dan rumah sendiri ko " kata Linzi
" Rumah ini ga kecil bee ,kamu bisa ..." Lagi lagi Linzi memotong ucapan Henry
"kalau aku cape aku akan bilang sama kamu ok " lagi lagi Linzi tidak mau menuruti permintaan Henry
" baiklah aku mengerti ,tapi janji jangan memaksakan diri ok?" setuju Henry
" iya sayang " kata Linzi
" whattt?" Henry sedikit senang karena Linzi memanggilnya sayang
" engga " malu Linzi
" panggil aku setiap hari seperti itu aku suka" kata Henry menggoda Linzi
" iiishhh " kata Linzi malu
" udah ah sana siap siap kamu kerja kan " kata Linzi
" sekali lagi " kata Henry
" apanya " jawab Linzi
"panggil kaya tadi lagi " kata Henry dengan nada yang lucu
"ayo bee " kata Henry memaksa
" sa sayang " ucap Linzi cepat ,lalu berlari meninggalkan Henry karena malu di goda oleh Henry
Henry malah tertawa melihat tingkah istrinya yang sangat menggemaskan.
__ADS_1
****
" sudah siap ?" tanya Linzi masuk ke dalam walk in closet
" bee tolong ambilkan dasiku" kata Henry yang sedang berdiri di depan cermin dan sibuk mengancingkan kemejanya
"sebentar" kata Linzi
" warna apa " tanya Linzi
"biru tua?" tanya Linzi
" boleh " jawab Henry
"nih " memberikan nya kepada Henry
"pakein " kata Henry manja
" mana bisa, kamu terlalu tinggi " kata Linzi protes
" tidak ada alasan " kata Henry karena dia sedikit membungkuk menyesuaikan dengan tinggi Linzi
" ishh dasar " kata Linzi
" kenapa wajah mu selalu memerah " kata Henry saat Linzi sedang memakaikan Dasi
" engga ga merah " kata Linzi ,dan pipi Linzi semakin merona karena Henry terus menggodanya
" kenapa semakin merah ,kamu sakit " goda Henry ,dan mengecek dahi Linzi dengan tangannya
" aku tidak sakit " kata Linzi menyingkirkan tangan Henry yang sedang menyentuh dahinya
" sudah selesai " kata Linzi ,karena dia sudah selesia memakaikan Dasi
Linzi pun dengan terburu-buru keluar dari sana karena dia sangat malu .
" huhhh Linzi Linzi kenapa jantung mu selalu berdebar seperti itu " kata Linzi sambil mengelus dada nya
****
" Aku berangkat ya" pamit Henry
" love you ""cup " Henry mencium bibir Linzi sekilas
Henry pun tersenyum .
Linzi pun membereskan dapur dan juga meja makan karena bekas sarapan pagi.
"cape apanya ,rumah sebersih ini " kata Linzi sambil menatap sekelilingnya
****
" selamat pagi pak " ucap para karyawan nya saat Henry melewati mereka
Henry pun memasuki ruangan nya dan ternyata disana ada seseorang yang tidak dia inginkan
" pagi Hen " sapaan dari suara wanita yang sangat tidak Henry inginkan ,dia sontak berdiri saat Henry membuka pintu
Henry sedikit terkejut tapi dia hanya diam tanpa ekspresi
" ada apa " kata Henry
" tidak ,aku hanya ingin berkunjung ke kantormu" ucap wanita itu
"keluar " kata Henry
"tapi Hen aku hanya ingin membahas soal pekerjaan " alasannya
" sekertaris ku akan mengurusnya" kata Henry tanpa memandang dia sedikitpun
" tapi Hen dengarkan aku dulu" katanya mendekati meja kerja Henry
" Aku rindu kamu Hen ,aku benar benar merindukanmu " kata nya mendekati Henry
" saya bilang keluar " kata Henry menepis tahan Wanita itu saat dia akan menyentuh Henry
" Hen aku ..."
" Anastasya keluarrr " Kata Henry dengan nada yang tinggi dan menakutkan ,tatapan matanya yang tajam dan auranya yang sangat kuat membuat Wanita yang kerap di panggil Anastasya itu terdiam seketika
" Maaf aku sudah mengganggumu " kata nya dengan nada hati hati lalu melangkah pergi dari ruangan Henry
__ADS_1
" aaarghhhhhhhhhh " kesal Henry
Henry pun menelpon seseorang dengan telpon kantornya
"lain kali jangan menerima siapapun tanpa seizin saya " kata Henry di dalam telpon kantornya lalu langsung mematikan nya
Henry terlihat sangat kesal ,di pagi yang harusnya dia baik baik saja tapi menjadi pagi yang tidak menyenangkan
Henry kesal dengan Yumi harusnya dia berbicara kepada nya dulu saat akan menerima tamu ,tapi dengan tiba tiba dia melihat Anastasya yang sudah duduk di sofa dalam ruangan kerjanya.
tok tok tok
" masuk " kata Henry
Yumi pun masuk dan
" hen dia memaksa untuk masuk " kata Yumi
" aku sudah melarangnya ,tapi dia memberi alasan akan membahas pekerjaan dengan mu" kata Yumi
FLASHBACK
"Selamat pagi saya mencari pak Henry "
"Maaf Bu pak Henry biasa datang Jam 09.00 "
"boleh saya tunggu di ruangan nya " kata Anastasya
" tunggu sebentar " resepsionis itu terlihat
menelpon
" dengan siapa ?" tanya resepsionis
" Anastasya "
" Bu ini ada seseorang tamu atas nama Anastasya" kata nya
" baik Bu "
" silakan naik ke lantai 15" kata Resepsionis itu dengan memberikan kartu tanda pengenal untuk memasuki perusahaan
"terima kasih" kata Anastasya
Anastasya pun menaiki lift menujunya lantai 15 da dia bertemu dengan Yumi
Resepsionis tadi sudah diberi izin oleh Yumi jika Anastasya boleh naik ke atas ,
" selamat pagi saya Anastasya " kata Ana kepada Yumi
" oh saya Sekertaris pak Henry , Yumi" kata nya
"kita sudah bertemu di meeting kemarin " kata Anastasya
" ah iya " kata Yumi sedikit malu
" kira kira pak Henry .." kata Anastasya
" sebentar lagi pak Henry akan datang ,silakan tunggu di ruangan tunggu sebentar " kata Yumi menunjukan ruang tunggu Tidak jauh dari ruangan Henry
" boleh saya tunggu di dalam ruangan pak Henry" kata Anastasya
" Maaf saya tidak bisa mengizinkannya" kata Yumi
"pak Henry datang jam 9.00 kan ?" kata Anastasya
" 15 menit lagi ,ini tentang pekerjaan ,supaya saya langsung bertemu pak Henry " kata Anastasya
Yumi terdiam dan bingung harus jawab apa ,karena dia tau Anastasya adalah direktur eksekutif dari OC
" baiklah ,mari saya Antar" pasrah Yumi
**********
" lain kali jangan di ulangin" kata Henry
" siap pak" sopan Yumi
" saya permisi " kata Yumi
**HAYY GUYSSSS JANGAN LUA LIKE ,KOMEN ,DAN KLIK TOMBOL LOVE NYA YAAAAAA
__ADS_1
OH YA KEPOIN JUGA INSTAGRAM AKU : MITA ALVIANA DEVI
LOVE YOU GUYSSSSSS**