CEO Sombong

CEO Sombong
cemburu


__ADS_3

Henry terlihat sangat gelisah ,ia sudah ada di dalam lift di apartemen nya ,


"bee aku mohon kamu tidak salah paham" batin Henry


Ting


pintu lift terbuka


" bee ,bee " panggil Henry


" bee " panggil Henry dengan nada yang khawatir


Linzi pun keluar dari dalam kamar nya dengan wajah murung dan sorot mata yang ingin penjelasan.


" kenapa tidak menunggu aku , kenapa tidak minta antar reksa untuk pulang " kata Henry dengan memegang kedua pundak Linzi


Linzi hanya menatap Henry dengan tajam dan dengan tatapan sendu


" aku bisa jelasin semua nya" ucap Henry


Linzi masih terdiam membisu tanpa ucapan ,


Linzi menepis kedua tangan Henry yang ada di pindah nya, dan mengabaikan Henry


" bee dengarkan dulu penjelasan ku" Henry menarik tangan Linzi


tapi tetap Linzi tidak merespon apapun


" bee aku mohon dengarkan dulu penjelasan ku" mohon Henry


" apa seperti itu sikap mu yang sebenarnya " tegas Linzi


" itu hanya masalalu ku ,bahkan aku tidak pernah memiliki hubungan dengan nya" jelas Henry


" apa dia Anastasya yang pagi tadi ada di ruangan mu?" tanya Linzi dengan sorot mata yang berharap itu bukan Anastasya yang pagi tadi menerobos di ruangan Henry


Henry terdiam sejenak


" jawab" kata Linzi


"iya ,tapi dia hanya membahas kerja sama dan tidak ada hal lain " ucap Henry


"ok ,baiklah" ucap Linzi lalu melangkah masuk kedalam kamarnya meninggalkan Henry


" bee ,bee dengarkan aku dulu "ucap Henry saat Linzi menutup pintunya dan mengunci nya dari dalam


" bee buka dulu ,aku jelasin semuanya "


tok tok tok


" bee aku mohon"


" aku benar benar tidak ada hubungan apa apa dengannya"


" bee " pasrah Henry karena Linzi tetap tidak membukanya


1 jam kemudian


" bee buka pintunya " ucap Henry yang masih menunggu di depan pintu kamarnya

__ADS_1


Henry duduk di lantai karena dia bingung harus berbuat apa ,


"bee buka aku mohon" ucap Henry


" aku jelaskan semua nya bee" katanya memohon


" Dia hanya masa lalu ku ,bahkan aku tidak pernah membaca semua surat nya " kata Henry dengan nada pasrah


beberapa hari kemudian


Linzi masih sama masih tetap acuh ,dia semakin dingin ,tidak pernah menatap Henry ,


Linzi cukup pendiam dan berkata seadanya


Henry sangat frustasi karena sikap Linzi yang berubah hampir 360°


"bee " panggil Henry


Dam Linzi hanya menoleh tanpa menjawab


" aku tidak tau lagi bagaimana caranya membuatmu percaya " kata Henry dengan nada sedih dan pasrah


Linzi hanya menatapnya dengan tatapan tajam dan sendu


" maafkan aku ,aku mohon" ucap Henry dengan sangat tulus


"maafkan aku bee " lalu menarik tangan Linzi untuk memeluknya


" kamu tau kan,aku benar benar jatuh hati padamu dari dulu ,dari kecil dari saat kamu masih menjadi gadis kecil yang pemberani dan juga manja " ucapnya


" bagaimana bisa aku jatuh hati pada wanita lain ,sedangkan dari awal tujuanku hanya untuk kamu" katanya


Linzi terdiam dan tiba tiba ia menangis di pelukan Henry


" maafkan aku sudah membuatmu sedih ,jangan menangis aku tidak bisa melihatmu seperti ini " ucap Henry sambil memeluk Linzi dengan erat sehari mengelus rambut kepalanya


" jangan nangis bee ,maafkan aku " ucap Henry


" maafkan aku sayang " katanya sambil membelai rambut Linzi yang ada di pelukannya


" kamu selalu menjadi orang pertama dan terakhir bagiku " ucap Henry


" i love you " katanya lalu "cupp" mencium kening Linzi


" maafkan aku ya " mohon Henry


Linzi pun mengangguk di dalam pelukan Henry


" maaffin aku ya bee " lalu lagi lagi memeluk Linzi dengan erat


" kenapa kamu masih menyimpan surat surat nya " tanya Linzi dengan suara yang habis menangis


" aku lupa membuangnya ,aku saja tidak tau kalau box itu ada di sana " kata Henry


" bohong!" kata Linzi


" demi tuhan bee ,aku bahkan tidak ingat isi surat nya " alasan Henry


Linzi lalu menatap Henry dengan tajam

__ADS_1


" sumpah ,aku saja tidak ingat dengan nya " kata Henry


" kenapa dia ada di ruangan mu ,sejak kapan kamu membiarkan orang lain masuk ke ruangan mu " kesal Linzi


" itu " terdiam sejenak


"itu ,Aku sudah memarahi Yumi karena dia tidak izin dulu " ucap Henry memberi alasan


" benarkah?" tanya Linzi


" demi tuhan aku tidak berbohong masalah ini" kata Henry agar Linzi kembali percaya padanya


Linzi pun menarik nafas panjang


"baiklah kali ini aku percaya " kata Linzi sedikit kurang ikhlas


"terima kasih bee" kata Henry lalu memeluk Linzi dengan erat


" yaa yaa yaa lepaskan ,aku tidak bisa bernafas" kata Linzi melepaskan pelukan Henry


" ahh maaf maaf hehe" katanya dengan mengusap kepala Linzi


"jelaskan" ucap Linzi dengan mata yang sedikit menyeramkan


"jelaskan apa ?" pura pura tidak mengerti


tapi Linzi malah menatap Henry dengan tajam lagi


" itu ,itu aku juga tidak tau kenapa box itu ada disana ,mungkin Jeno yang meletakkan nya" ujar Henry


" mana mungkin Jeno menyentuh barang barangnya" logika Linzi


" Karena dulu Jeno yang menjodohkan aku dengannya " ucap Henry keceplosan


"Oooh jadi semua kerjaan Jeno" murka Linzi


"bukan bukan ,itu ..." bingung Henry


"sudahlah ,lagi pula aku tidak pernah suka dengannya " ucap Henry


" tetap saja ,dia sekarang rekan bisnis mu" cemburu Linzi


" kamu cemburu?" tanya Henry sambil meledek Linzi


"tidak " kata Linzi


"aku tau kamu sedang cemburu" ucap Henry dengan menahan tawa nya


" tidak lucuu" kata Linzi dengan nada sedikit Tinggi


"iya iya maaf sayangg ,huh" Henry gemas dengan tinggal istrinya dan mengusap kepala Linzi lagi


**HAYYYYY GUYSSSSSSSSS JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


DAN KLIK TOMBOL ♥️♥️♥️♥️♥️

__ADS_1


LOVE GUYSSSSS**


__ADS_2