CEO Sombong

CEO Sombong
persiapan 2


__ADS_3

Tok tok” ketuk pegawai itu


“masuk” kata seseorang di dalam


“selamat siang”ucap linzi dan terkejut ternyata pemilik


butik itu adalah seorang perempuan jadi jadian atau bisa dibilang seorang


banci


“calon nya boss henry ya ,cantik bangettttt uhh” ucap nya


sambil gemas dengan linzi


“kenalkan saya valas atau nyonya valas panggil saja aku


valas ok cantik” ucapnya


“ah iya nyonya valas “ ucap linzi canggung


“hey panggil saja VALAS ok” katanya tegas


“iya va valas” ucap linzi


“sini kita duduk dulu ya cantik” ajak nya meraih tangan


linzi duduk di sofa mewah di sudut ruangan itu


“ambil teh “ pinta nya kepada pegawai nya


Valas boutique, salah satu butik terbaik dikota A , boutique


kelas atas yang biasa menangani artis artis luar negeri dan juga festival


catwalk yang selalu mencuri perhatian dunia fashion .


“kenapa henry harus memilih boutique yang sangat mahal


seperti ini” batin linzi tatap matanya sedikit menunduk


“jadi gimana ,mau pernikahan ala ala apa ,mau ala korea


china jepang atau afrika” ucap nya dengan gaya bicara yang khas


“ahh itu emm saya mau pernikahan yang sederhana “ ucap linzi


“in door atau out door” Tanya nya sedikit serius


“out door “ ucap linzi


“baiklah ,kita mulai dari pemilihan tempat nya ,mau di mana


nyonya aditama” ucap nya dengan lirikan mata yang genit


“ooh nyonya aditama?” ucap linzi lirih dan canggung


“hey cantik jangan melamun” sapa nya karna linzi menatap


kosong memikirkan panggilannya barusan


“nanti kesambet loh” ucap nya


“aah maaf “ kata linzi canggung


“mau di mana tempatnya” Tanya valas kembali


“taman belakang rumah” ucap linzi


“haah” ucap nya karna tidak mengerti


“saya ingin mengadakan acara di belakang rumah henry” ucap


linzi tersenyum


“ok baiklah jadi tidak ingin mencari tempat yang lain,serius


ingin di rumah ?” Tanya valas kembali


“emm” linzi mengangguk “ taman belakang rumah kami ah rumah


henry sangat bagus ,saya ingin acara pernikahan yang sederhana disana” kata


linzi dengan senyum di bibirnya


Percakapan panjang mereka ternyata memakan waktu yang sangat

__ADS_1


lama .


*******


SINGAPORE


“ Hen gue yakin pasti ada sesuatu dibalik ini” ucap jeno


saat mereka berdua keluar dari sebuah lift


Henry hanya diam tanpa menanggapi perkataan jeno,karna henry


juga sebenarnya berfikir demikian.


“thank you mr.henry I now believe your company is indeed the best in the industry, sorry I made you fly here, once I'm sorry ceo henry” ucap seorang dengan rambut pirang dengan jass rapi mengulurkan tangan nya pada henry saat henry berdiri di depan pintu lift


“It's okay mr. jack, I hope our cooperation will run smoothly” ucap henry tersenyum sambil mengulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan lelaki di depan nya itu


“ok mr. henry i go first because there is a meeting with the


client “ ucap pria rambut pirang itu atau yang di panggil henry mr.jack


“ok mr.jack thanks for your time” ucap jeno di samping henry


“ ok ok enjoy in Singapore” ucap mr.jack dengan sekretaris


nya perempuan nya melangkah pergi


“hen pasti ulah atada” ucap jeno saat melihat mr.jack pergi


menjauh


Henry dan jeno berdiri sambil berfikir sesuatu yang membuat


mereka sedikit tidak yakin


“ kita pulang sekarang “ ucap henry


“hah kan kita masih ada jadwal besok” ucap jeno mengejar


henry yang berjalan duluan di depan nya


“batalin semua nya” ucap heny sambil berjalan dengan tangan


terselip pada saku celananya


Henry menghentikan langkah nya  “ batalin semuanya " tegas henry dengan tatapan serius


"ok ok" pasrah jeno


VALAS BOUTIQUE


“ Ok kita akan wujudkan pernikahan ala mrs.aditama “ ucap


valas dengan gaya bicaranya


“terima kasih “ ucap linzi dengan senyum


“ah iya terima kasih atas waktunya valas” Kata linzi


tersenyum


“jangan sungkan sungkan memberitahuku apa yang kurang dan


yang kamu inginkan ya cantik, boss henry sudah mengutusku untuk menuruti semua


kemauan mu hihi,beruntung sekali cantik dapat tuan henry yang ganteng nya kaya


jodoh ekyeee” ucap nya seperti berhayal , linzi menanggapinya dengan senyuman


canggung karna bingung harus menanggapi seperti apa


“ ah iya saya permisi” ucap linzi berdiri dan membungkuk


sopan saat akan melangkah pergi


“ hati hati cantik” ucap valas seraya mengantar linzi keluar


boutique nya


“ bye bye cantik” valas melambaikan tangan saat mobil yang


dikendarai linzi mulai keluar dari areanya


****

__ADS_1


“hemm akhirnya kelar juga “ ucap linzi di dalam mobil


Linzi mengambil handphonenya dan ternyata banyak sekali chat


dan juga telpon dari henry


*FLASHBACK*


“coba hubungin linzi dia tidak mengangkat telponku” ucap


henry


“ tenang saja hen ,linzi bisa jaga diri “ucap jeno


menenangkan


“dia tidak membalas chat ku dari tadi” sibuk henry menelpon


terus linzi


“ cepat hubungi polisi” ucap henry kepada jeno


“ hen , pengawalan linzi sudah sangat ketat ,hanya karna dia


tidak membalas chatmu masa harus lapor polisi yang ada polisi tertawa karna


alasanmu” heran jeno karena henry begitu mengkhawatirkan linzi


Henry hanya diam tanpa merespon dan masih sibuk dengan terus


menghungi linzi , henry terlalu mengkhawatirkan linzi ,mungkin karna dia tidak


mau terjad sesuatu yang tidak diinginkan seperti dulu lagi,apa lagi musuhnya


bukan musuh biasa,henry menjafdi semakin posesif kepada linzi


*****


LINZI


“Waah banyak


sekali panggilan tak terjawab “ ucap linzi sangat terkejut karna sangat banyak


chat dan bekas panggilan dari henry dan juga jeno


Linzi pun menaruh handphone nya pada telinga nya


“hallo,hen,….” Belum selesai dia bertanya tapi henry sudah


bertanya banyak pertanyaan padanya


“kamu kemana saja,apa terjadi sesuatu,cepat bilang ,ada apa?”


kata henry di balik telpon


“ aku dari valas boutique hen, handphoneku tertinggal di


mobil” jelas linzi


“tapi tidak apa apa kan”Tanya henry terlihat dari suaranya


dia sangat khawatir


“tidak hen, pengawalku ada begitu banyak, mana mungkin ada


yang menyakitiku”ucap linzi


“ok, kalo ada apa apa cepat kabari aku” ucap henry


“iya iya” kata linzi dengan nada pasrah


“langsung pulang ,kalau sudah sampai rumah kabari aku” jelas


henry


“ emm iya, bye “ kata linzi lalu mematikan telpon nya


“memang nya aku anak kecil “ kesal linzi menatap layar


handphonenya


"semoga keputusanku tidak salah" ucap linzi menarik nafas


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN, DAN KLIK TOMBOL LOVE YA GUYS

__ADS_1


TERIMA KASIH SUDAH SETIA DENGAN NOVEL KU


__ADS_2