CEO Sombong

CEO Sombong
kejutan


__ADS_3

RUMAH


Henry dan Linzi berada di kamar mereka masing masing.


Entahlah apa yang membuat dua sejoli ini menjadi sibuk


masing masing,


Henry sedang duduk di meja kerja nya menatap layar tanpa


berkedip,melamun entah apa yang ada di pikiran nya, tidak ada yang bisa menebak


isi pikiran si dingin dan sombong ini.


Dan tanpa Henry sadari Linzi sudah memasuki kamar nya ,dan


memperhatikannya .


“apa yang sedang kamu pikirkan” batin Linzi sambil tangan


nya memegang kalung pemberian Henry.


Linzi bingung harus melakukan apa. Apa yang harus ia lakukan


agar bisa membangu Henry, dia tidak biasa melihat Henry seperti ini.


“ Hen “ Linzi memberanikan diri menyapa dan mendekati Henry


“ ahh apa bee? sejak kapan kamu disitu ? kemarilah ?” Henry tersenyum ,walaupun Linzi tau dia


berusaha menyembunyikan semua dari Linzi,agar wanita itu tidak khawatir


Linzi pun berjalan mendekati Henry dan duduk di pangkuan


Henry , Henry yang merasa aneh dengan sikap Linzi pun diam saja.


Linzi duduk di atas pangkuan Henry dengan  tangan melingkar di leher Henry


“ cuppp “ ciuman mendarat di bibir Henry


“nakal” ucap Henry dengan senyum di sudut bibirnya


Linzi menatap lekat Henry sesudah ia memberanikan diri untuk


menyentuh bibir Henry .


“ apa kamu sedang banyak masalah, coba cerita padaku” kata


Linzi


“Aku ingin menjadi wanita yang berguna untukmu” menunduk


“ aku tidak ada masalah apa apa bee” kata Henry


“terus kenapa dari tadi melamun” Tanya Linzi


“ aku hanya sedang lelah saja” kata Henry


“ kamu lelah mengurusku?” Tanya Linzi


“bukan itu, tadi ada pekerjaan yang harus aku selesaikan”


jelas Henry


“lalu kenapa kamu menjemputku ?” Tanya Linzi lagi


“ aku tidak mau tuan putriku berada dalam bahaya lagi” jelas


Henry lalu mengusap rambut kepala Linzi


“ceritakan padaku apapun itu,aku siap mendengarnya” kata


Linzi dengan senyumnya

__ADS_1


“iya bee”  “cup”


ciuman mendarat di bibir manis Linzi dan selanjutnya ciuman manis menghiasi malam mereka ………. Kalian bayangin aja ya sendiri guysss hehe


 Semua awak media


memberitakan tentang pernikahan Henry dan Linzi.


Linzi belum tau masalah ini karena Henry sengaja tidak


memberitahunya,Henry pun selalu mencegah Linzi membuka internet dan menonton tv


.


****


“ Pagi “ sapa Linzi yang sedang merapihkan meja makan


“ kamu menyiapkan semua ini” kata Henry menuruni anak tangga


“ hemm” jawab Linzi mengangguk


“ duduk lah “ kata Linzi mempersilakan Henry duduk


“ pelayan kemana?” Tanya Henry


“aku menyuruh mereka pulang “ jawab Linzi santai sambil


mendudukan dirinya di depan Henry


“jangan bekerja terlalu keras “ kata Henry


“aku hanya masak ,tidak masalah, ini sudah lumayan sembuh


ko” kata Linzi sambil meregangkan tangan nya sedikit


“ ingat kata dokter “ jawab Henry


“siap boss hehe”


menyelimuti kisah cinta mereka.


“ aku berangkat kerja ya bee”


“ ooh iya nanti siang aku akan menjemputmu” kata Henry


“kita pergi lagi?” Tanya Linzi


“ tidak akan lama “ kata Henry


“ emm baiklah , hati hati di jalan”


ucap Linzi tersenyum


“cup “ mencium kening Linzi seperti biasa


“ love you “ lalu pergi meninggalkan Linzi


Linzi kembali keaktifitasnya yaitu mempersiapkan pernikahan


nya mereka yang akan dilaksanakan besok


“ ahhh lelah nya “ membaringkan tubuhnya di atas kasur king


size milik Henry


Linzi memang lebih sering tidur bersama Henry semenjak


keluar dari rumah sakit.


“ ahk jam 12 ,Henry pasti sedang menjemputku” Linzi lupa


kalau hari ini Henry akan mnejemputya ,Linzi langsung berlari ke kamar nya

__ADS_1


untuk berganti baju


Suara mobil Henry sudah terdengar di depan rumah ,Linzi


masih sibuk berganti pakaian dan bersiap siap.


“Bee”


“Bee”


“ iya sebentar ,aku sedang ganti baju” teriak Linzi dari


dalam


Dengan sengaja Henry membuka pintu kamar Linzi dan


memperlihatkan Linzi yang sedang berganti pakaian


Ceklekkkk suara pintu kamar Linzi


Linzi pun langsung menoleh saat Henry dengan sengaja


membukanya


“ yaaaaaaaaaaaaa” teriak Linzi “ tutup pintunya” berusaha


menutupi tubuhnya dengan kedua tangan nya


“ salah siapa tidak menguncinya” jawab Henry santai sambil


menutup pintu kembali dengan tawanya, Henry memang suka mengerjai Linzi.


“ kan tadi aku sudah bilang sedang ganti baju “ teriak Linzi


dari dalam


“ iya iya aku minta maaf “ ucap Henry tertawa


“ cepat sedikit ,nanti kita telat “ kata Henry lalu turun


kebawah


“ iyaa bawell” jawab Linzi


30 menit kemudian


“ yukk “ ajak Linzi


“ lama sekali “ kata Henry


“ wajar lah kan aku perempuan “ kata Linzi


“ iya iya tuan putri” mengacak ngacak rambut Linzi


“ iishh aku sudah merapihkan nya “ dengan wajah cemberut


“ iya iya maaf ,sini aku rapihkan lagi “ kata Henry menahan


tawa nya lalu merapihkan rambut Linzi dengan tangan nya.


Henry dan Linzi pun memasuki mobil.


 


 


 


guyssss selalu baca novel aku ya,jangan pernah ketinggalan hehe


sekali lagi maaf aku update nya lama


kalian pasti udah tau handphone aku rusak :(

__ADS_1


maaf ya guyssss


__ADS_2