CEO Sombong

CEO Sombong
pura pura


__ADS_3

Henry menggandeng tangan linzi di depan pintu lift menunggu pintu lift terbuka


ting pintu lift terbuka dan mereka pun masuk


"apa tidak ada penjaga disini" tanya linzi karna begitu sepi


"ada " jawab henry


"emmm" kata linzi mengangguk


"kantor mu sedikit menyeramkan kalo malam hih" linzi menggidik


"itu di belakang mu" kata henry menakut nakuti linzi


"aaaa mana" teriak linzi langsung memeluk henry


Henry malah menertawakan linzi yang ketakutan sampai memeluk nya


"kamu " kata linzi dengan tatapan mata yang tajam


"tidak lucu " ucap linzi lalu melepas pelukan nya


Henry masih saja tertawa walaupun linzi kelihatan sangat kesal


"stop menertawakanku " ucap linzi kesal


"iya iya maaf maaf" kata henry sambil menahan tawa nya, Linzi menatap henry dengan tajam sampai henry langsung diam karna tatapan linzi mengisyaratkan "you will die"


"menyeramkan" batin henry


Linzi diam saja sedari tadi sampai rumah pun linzi tidak mau berbicara dengan henry ,menatap henry pun linzi tidak mau


"bee" panggil henry saat linzi memasuki rumah


"bee jangan marah" bujuk henry


"bee " kata henry sambil meraih tangan linzi untuk menghentikan langkah nya


"apaa" kata linzi


"jangan marah" ucap henry sambil menatap mata linzi


"iya tidak" ucap linzi malas


"aku cape mau istirahat" ucap linzi melepas tangan henry lalu berjalan menuju kamarnya

__ADS_1


Henry hanya menatap punggung linzi yang mulai menjauh dengan tatapan menyesal


Henry lalu melangkahkan kaki nya dengan nafas berat karna linzi malah mendiamkan nya hanya karna henry bercanda


Henry pun memasuki kamarnya dan melihat pintu kamar linzi yang sudah tertutup rapat tanpa suara


nafas berat henry saat mulai membuka pintu kamarnya sendiri


*Kamar linzi*


"enakkan dikerjain hihi" kata linzi tertawa sendiri di kamarnya


"ahhhh lelah juga" ucap linzi lalu menjatuhkan tubuhnya di atas kasur


"lucu juga raut wajahnya kalau sedang seperti itu" ucap linzi menatap langit langit kamarnya sambil membayangkan wajah henry yang menyesal seperti tadi


Linzi beranjak dari tempat tidur nya untuk berganti baju


Tidak mungkin linzi tidur dengan celana jeans.


Linzi pun mengganti baju nya dengan baju tidur seperti dress dengan bahan tipis seperti lingerie


tok tok " bee" kata henry mengetuk pintu kamar linzi


tok tok


"aku boleh masuk " kata henry meminta izin


"sebentar " ucap linzi


3 menit kemudian


Linzi meminta waktu untuk memakai jaket nya ,karna linzi masih sedikit malu walaupun henry sudah pernah melihat nya ,tapi itu dalam keadaan mabuk ,sekarang linzi sedang sadar jadi dia tidak nyaman harus memakai baju tidur yang keliatan minim di mata laki laki


"masuk" ucap linzi


Henry pun membuka pintu kamar linzi,dan melangkahkan kaki memasuki kamar linzi


"ada apa " tanya linzi


"maafkan aku " ucap henry yang berdiam mematung di dekat pintu ,linzi pun hanya menatap henry


Kali ini linzi benar benar susah payah menahan tawa nya melihat wajah henry yang begitu serius meminta maaf


Linzi hanya berdiri di hadapan henry dengan jarak yang sedikit jauh

__ADS_1


"maafkan aku bee ,aku hanya bercanda " ucap henry kembali


kali ini linzi tidak kuasa menahan tawa nya


Linzi tertawa sangat puas kali ini, Henry pun menatap linzi aneh sampai dia mengerti ternyata linzi hanya mempermainkan nya


"oooh jadi gitu"ucap henry sampai berjalan perlahan memdekati linzi


"tidak tidak aku hanya memberimu pelajaran saja" kata linzi sambil tertawa


"ooooh gitu "ucap henry mendekati limiz


"aduh perut ku sakit" ucap linzi karna tertawa berlebihan


"stop stop" kata linzi menahan tubuh henry yang semakin menekan nya kebelakang


"tertawa saja sepuasmu" kata henry sambil terus mendekati linzi sampai linzi terus mundur kebelakang


"iya iya aku minta maaf" ucap linzi dengan sisa sisa tertawanya dan tidak sadar bahwa dirinya sudah terhenti pada dinding di belakang nya karna terus berjalan mundur


" kamu " masih tertawa " kamu sangat lucu ,wajah mu benar benar cemas karna aku marah" ucap linzi masih menertawakan henry


"emm puas puaskan tertawamu" kata henry


grepppp henry pun langsung mengunci tubuh linzi dengan tangan nya pada dindin


"aa lepaskan aku" ucap linzi sambil sedikit tertawa dan masih mengingat kejadian tadi


"tidak mau" ancam henry


"aahh henry lepaskan " kata linzi mulai takut dengan tatapan henry sambil menahan tawa nya


"kamu benar benar nakal hari ini" ucap henry tepat pada telinga linzi


"aku ,aku hanya bercanda saja" ucap linzi mulai gugup


"hari ini aku kasih pelajaran karna kamu sudah nakal" ucap henry lirih ,semakin membuat linzi waswas


"hah"kata linzi dengan wajah polos nya


"ekspresi mu membuat aku semakin ingin menghabisi mu bee" ucap henry


Linzi hanya memasang wajah polos ,karna tidak benar benar mengerti oleh maksud henry


**Jangan lupa Like Komen Dan Klik Tombol love ya

__ADS_1


Ig : mitaalvianadevi**


__ADS_2