
Henry masih sibuk membicarakan pekerjaan dengan Jeno dan juga Yumi ,mungkin banyak hal tertunda karena Henry harus absen dari pekerjaannya.
“Ok Hen kita pamit pulang ya kasian Linzi takut keganggu” basa basi Jeno karna dia tau pasti Henry ingin berdua dengan Linzi
“Kita pulang ya Hen,cepat sembuh untuk Linzi” kata Yumi dengan raut muka yang sulit untuk dijelaskan
“Ok makasih ya sudah mau menengok Linzi “ ucap Henry
“Bee, mereka mau pamit pilang” Kata Henry
“Bee”
“Linzi tidur Hen ,biarin aja takut bangun nanti” kata Jeno
“Ok hati hati ya” ucap Henry
Jeno dan Yumi pun melangkah keluar sesudah berpamitan kepada Henry
*****
“lu kenapa minta pulang sih” kesal Yumi kepada Jeno
“gue kan masih pengen liat henry” ucap Yumi
“Yumi sayang mencobalah untuk mengikhlaskan ok” kata Jeno sambil memencet tombol lift
“hahh, ikhlas? Enak banget ngomong ikhlas “ kesal Yumi
“ Mending lu sama gue ,udah gue ganteng, baik,jujur,banyak duit, apa lagi coba yang kurang” jelas Jeno membuat Yumi merinding
“iiiih ogahhhh yaaa ihhhh” ucap Yumi sambil menyuruh Jeno sedikit menjauh
*****
RUANGAN LINZI
“Hemm” menarik nafas sambil berjalan mendekati Linzi yang sedang tertidur memegang majalah
Henry mengambil semua majalah yang ada di atas tubuh Linzi dan juga di tangan Linzi.
“I love you cup” mencium kening Linzi lalu menarik selimut Linzi
Henry beralih pada laptop nya,dan kembali duduk di sofa .
Wajah lelah tidak bisa membohongi siapapun yang melihat Henry ,tapi dia tetap terlihat biasa saja demi wanita yang ada di depan nya tidak khawatir
*****
“Maaf” ucapan Linzi membuat Henry terkejut dan seketika menoleh
“ah kamu sudah bangun” ucap Henry
“Maaf” ucap Linzi lagi
“Untuk? “ bingung Henry karena Linzi tiba tiba meminta maaf padanya
“aku tau kamu lelah karena mengurusku? “ kata Linzi dengan wajah menyesal dan menunduk
Henry pun beranjak dari duduk nya untuk menghampiri Linzi.
“ heyy, lihat aku “ kata Henry yang duduk di pinggir tempat tidur Linzi
“ kamu lupa 3 hari lagi hari pernikahan kita?” kata Henry
Dan Linzi menggelengkan kepalanya tanda iya tidak lupa dan selalu mengingatnya.
“aku selalu mengingatnya” ucap Linzi
“ apa aku bisa datang ke pernikahan kita?” kata Linzi dengan raut wajah sedih
“ kenapa tidak bisa?” Tanya Henry
“ aku masih disini?” kata Linzi karena dia masih berada di rumah sakit dalam keadaan seperti ini
“apa kamu tidak malu menikah dengan ku ?” tanya Linzi
“ malu kenapa?” kata Henry balik bertanya
“ aku wanita biasa,aku bukan wanita istimewa dan cantik seperti di luar sana, kamu bisa dapetin seorang putri di luar sana” kata Linzi
“ yaa aku bisa, terus?” kata Henry
“ apa kata orang orang kamu menikah dengan gadis seperti aku, seorang CEO yang sangat terkenal mau dengan wanita rendahan seperti a..” ucapan Linzi terpotong karena tiba tiba Henry mencium bibir Linzi
“ yaa” Linzi terkejut karena ciuman Henry yang sangat tiba tiba
“ kamu terlalu berisik jadi aku menutup bibirmu dengan cara yang romantis” kata Henry dengan wajah yang sok kegantengan
__ADS_1
“ iishhh” kesal Linzi
“ kenapa kamu perduli komentar orang di luar sana, aku yang memilihmu dan tidak ada urusannya dengan mereka semua,mengerti?” kata Henry dan Linzi pun mengangguk sambil menyimak kata kata Henry
“aku bisa mendapatkan seorang putri benar katamu, tapi bagiku kamu adalah seorang putri “ ucap Henry dengan senyum nya sambil mentap Linzi dengan lekat
“ Banyak mungkin yang ingin menikahiku ,tapi yang tau masalalu burukku mungkin hanya kamu,yang bisa menerima masalaluku mungkin juga hanya kamu,jadi kamu lebih istimewa dan lebih cantik dari semua wanita di dunia ini” kata Henry dan membuat air mata Linzi seketika mengalir tanpa diminta
“aku mencintaimu’ ujar Linzi dengan air mata bahagia nya
“ aku lebih mencintaimu Linzi” kata Henry lalu mencium kening Linzi “cuppp”
“ooh iya aku lupa” kata Henry mengambil paper bag dari Yumi
“ini” memberikannya pada Linzi
"ini apa" tanya Linzi
“buka saja” kata Henry
Dan Linzi pun membukanya
“haahh ini dari Yumi “ Linzi terkejut dan tidak percaya Yumi memberinya pakaian dalam
“kamu kan minta aku membawanya” “ karna aku tidak bisa,aku minta Yumi membelinya” jelas Henry
“Oooh aku kira dia memberiku hadiah” kata Linzi sambil tertawa kecil
“tapi kenapa dia bisa tau ukuranku?” Tanya Linzi
“entahlah,mungkin karena kalian sesama perempuan” kata Henry menjawab asal , dan LInzi hanya mengangguk percaya sambil meneliti pakaian dalam nya
******
KEESOKAN HARINYA
“selamat pagi nyonya Linzi” sapa dokter yang akan memeriksa Linzi
“pagi dok” jawab Linzi dengan ceria
“ wahh nyonya Linzi hari ini sangat ceria ya” kata dokter membuat Linzi tersenyum malu
Ceklekkkk suara pintu terbuka membuat semua yang ada di ruangan menoleh
“ ahh pagi dokter” sapa Henry membawa kantong yang berisikan makanan
“Ooh iya dok,kapan ya istri saya bisa pulang?” Tanya Henry sambil meletakkan kantong plastic di atas meja .
“sejak kapan aku jadi istrinya” batin Linzi sambl melirik kea rah Henry
Henry sebenarnya sadar akan tatapan bingung Linzi tapi dia diam saja seolah-olah tak mengerti
“nyonya Linzi bisa pulang besok pagi,tapi tetap harus cek up setiap minggu pak Henry” jelas dokter
“ ah serius dokter saya bisa pulang” senang Linzi
“iya nyonya Linzi tapi nyonya Linzi tidak bisa bekerja terlalu berat ,apa lagi yang terlalu menggunakan kekuatan tangan,itu sangat di larang ok?” jelas dokter
“ ok dokter siapp” senang Linzi karena dia di perbolehkan pulang oleh dokter
“Ok dokter terima kasih “ kata Henry
“sama sama pak Henry saya permisi” ucap dokter lalu melangkah pergi
“ ye yee boleh pulang” senang Linzi sedikit berjoget
“sesenang itukah ?” sindir Henry
“iya dong,aku akan menyiapkan acara pernikahan kita” kata Linzi sambil membayangkan
“ingat kata dokter tidak boleh terlalu berat” ucap Henry sambil menyiapkan sarapan pagi untuk Linzi
“ishhh iya aku ingat” ucap Linzi sedikit kesal
“oh iya, sejak kapan aku sudah menjadi istrimu?” Tanya Linzi
“ sejak “ pura pura berfikir “ sejak tadi” kata Henry
“ishhhhhh”
“ aaaaa” Henry berusaha menyuapi LInzi
“aku bisa makan sendiri” kata Linzi
“jangan keras kepala” kata Henry “ aaaa “ Henry berusaha menyuapi Linzi lagi
“gitu dong harus nurut” kata Henry akhirnya Linzi mau makan dari tangan Henry walaupun harus sedikit di paksa oleh Henry
__ADS_1
********
“ kalo aku pakai gaun pernikahan kita luka ini bakal keliatan ga ya? “ kata Linzi menunjuk pada luka di tulang selangka nya
“kan bisa di tutup make up” kata Henry memberi solusi sambil membaca Koran
“ tapi tetap saja tidak akan tertutup sempurna” ucap Linzi dengan wajah sedih
“ Hen” panggil Linzi karena Henry tidak merespon nya
“ emmm” jawab Henry
“aku sedang serius” kata Linzi
“ iya apa bee” kata Henry melipat Koran nya dan focus pada Linzi
“Bagaimana?” Tanya Linzi
“ganti gaun?” ucap Henry
“emmm” Linzi berfikir sejenak
“tapi itu gaun impianku” ucapnya semakin membuat Henry bingung
“terus mau kamu gimana?”Tanya Henry lembut
“Aku bingung” jawab Linzi
Jawaban Linzi membuat Henry kesal tapi dia menahan nya karena tidak mau membuat mood Linzi hilang.
“yaudah di tutup make up aja bee,aku bakal panggil make professional dari seluruh dunia” kata Henry dengan santai
“ hemmm” Linzi semakin bingung
“sudahlah tidak perlu difikirkan, lukamu tidak penting, yang penting kamu ada di pernikhan kita itu sudah sangat membuatku bahagia” kata Henry agar Linzi tidak terlalu mengkhawatirkan bekas luka nya
“Ooh iya undangan sudah semua”
“auhhh” Henry terkejut
“ sudah bee, semua sudah ada yang mengurus “ jawab Henry
“lalu itu apa namanya?” Linzi berfikir
“semua sudah beres bee tenang saja” kata Henry
“hemm baiklah” kata Linzi kembali diam
“ah aku lupa memberitahumu” kata Henry
“setelah menikah ,kita akan tinggal di apartemen untuk sementara” ujar Henry
“ ahh why?” Tanya Linzi
“kenapa tidak di rumah seperti biasa” Tanya Linzi karena bingung
“ Kita akan pindah di rumah baru ,tapi karena aku tidak tau seleramu aku belum memulai membuat nya” jelas Henry karena dia mau rumah mereka di di desain sendiri oleh Linzi.
“Aku suka di rumah yang sekarang kenapa harus pindah,dan juga itu akan menjadi tempat istimewa karena menjadi tempat pernikahan kita kan?” kata Linzi
“ itu terlalu jauh dari perusahaan dan sebenarnya itu bukan rumah ,itu adalah villa” jelas Henry
“ Kamu tidak akan menjualnya kan Hen?” curiga Linsi
“emm” Henry menggeleng
“ untuk apa aku menjualnya” “kita akan membuatnya sebagai tempat liburan kita “ kata Henry
“emmm kalau demi kebaikan kamu sih aku nurut “ kata Linzi
Karena memang benar rumah yang sekarang mereka tinggali lumayan jauh dari perusahaan Henry dan juga jauh dari kota.
“kamu tidak apa apa kan kita tinggal sementara di apartemen “ Tanya Henry
“ aku suka tinggal di apartemen lebih simple” jelas Linzi
“Ooh ya, tidak usah bawa pembantu ok, aku akan mengurus semuanya sendiri” kata Linzi
“ kamu lupa kata dokter?” ucap Henry
”aku janji tidak akan bekerja terlalu berat kok” kata Linzi
“ janjii?”
“iya janjii Hen “ jelas Linzi
HAYYYYY GUYSSS MAAF YA LAMA ,HANDPHONE KU RUSAK JADI AKU GA BISA UPDATE,MAAF BANGETT YAAA
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN KLIK TOMBOL LOVE YA GUYSSS
LOVE YOUUUUUUU ALLLLLLL