
" arghhhhhhh" Henry benar benar marah kali ini ,raut wajah nya sangat menyeramkan bahkan aura di sekitarnya ikut mencekam
" Hen " panggil Jeno
"Linzi gimana?" tanya Jeno
Henry pun langsung berlari keluar untuk mengejar Linzi,mungkin sedikit telat tapi setidak nya Henry harus mencari Linzi
Linzi berlari dengan air mata yang mengalir deras di pipi nya ,semua orang di kantor melihat Linzi yang berlari sambil menangis
"bee aku minta maaf ,ini semua salah aku"batin Henry dengan kesedihan yang mendalam
"aku mohon jangan pergi dari hidup aku bee ,aku mohon tunggu aku ,tunggu penjelasan aku " batin Henry saat berada di dalam lift untuk turun mencari Linzi
Henry pun mengeluarkan ponsel nya untuk menghubungi Linzi terus tapi Linzi tidak mengangkat nya sama sekali
GPS yang terpasang di kalung Linzi menjadi penolong untuk Henry agar dia Dengan cepat menemukan keberadaan Linzi
" aahh bangsatttt " Hey mengepalkan tangan nya
Linzi berlari dengan berurai air mata ,semua mata tertuju pada Linzi yang namanya sudah tercantum di ingatan semua orang kantor bahwa dia adalah istri dari Henry Aditama
Air mata Linzi tidak tertahan , sebenarnya dia malu menangis di tempat umur seperti ini ,tapi bagaimana lagi perasaan nya hancur seketika setelah melihat orang yang paling dia cintai bersama wanita lain
Henry pun meraih ponsel nya dan melihat posisi Iinzi sekarang
****
30 Menit Kemudian
pintu lift terbuka dan Henry sampai di penthouse nya
"bee ,bee " teriak Henry mencari Linzi
Dan Linzi pun keluar dari kamar dengan koper di tangan kanan nya
"bee kamu mau kemana " tanya Henry dengan wajah khawatir sambil memegang kedua pundak Linzi
"lepasin " melepaskan tangan Henry yang ada di kedua pundak nya
Lalu berjalan melewati Henry
"bee tunggu" menahan Tangan Linzi
seketika Linzi berhenti
" aku minta maaf bee ,itu tanpa di sengaja dia yang....."
"simpan saja penjelasan mu ,aku ingin tenang untuk sebentar saja " sambil melepas tangan Henry dan berjalan menuju lift
Henry seketika terdiam dan tidak bisa berkata apa apa
saat pintu lift mulai tertutup Henry berusaha untuk mengejar Linzi
"bee tunggu bee" teriakkk Henry saat Linzi sudah tidak ada di hadapan nya
"arrghhhhhhhhh" Henry sangat marah dan menyesal tapi dia tidak bisa melakukan apa apa kali ini
" Berapa persen saham kita di OC sekarang " ucap Henry di dalam telpon
"31% Hen " jawab Jeno di dalam telpon
"pecat Anastasya sekarang juga " lalu langsung mematikan Telpon nya
****
"gila ni orang di kira mecat dewan eksekutif gampang" gerutu Jeno Sambil menatap layar handphone nya
****
ESOKNYA
"ini dokumen untuk menjatuhkan Anastasya " Jeno menyerahkan sebuah dokumen kepada Henry
"tertanya dia pernah melakukan menggelapkan uang waktu jadi manager di Singapore " kata Jeno seketika Henry langsung menatap Jeno dan berharap Jeno menceritakan semua temuan nya
" lu tau berapa ?" tanya Jeno
"berapa ?" ucap Henry
" hampir 10 Miliar " ucap Jeno terkejut juga saat tau Anastasya melakukan nya
" lanjutkan " kata Henry
"okee boss" ucap Jeno lalu beranjak melakukan perintah sahabat serta boss nya itu
"ooh iya Linzi kemana ?" tanya Jeno saat akan membuka pintu
"di hotel "
"lu ga nyari dia "
Henry pun terdiam saat Jeno menanyakan tentang itu
__ADS_1
" Hen lu mau tau ga ,cewe itu mau nya di cari lebih dulu ,gue yakin dia lagi nunggu penjelasan dan ucapan permintaan maaf dari lu" ucap Jeno
Henry terdiam sambil mencerna ucapan Henry.
Jeno pun keluar saat melihat Henry terdiam
Jeno tau Henry sedang berfikir untuk membawa pulang Linzi kembali ke rumah
Saat mencerna ucapan Jeno,Henry pun meraih jass nya dan segera pergi menemui Linzi
" pak ,ada meeting jam 1 siang " kata Yumi saat Henry melewati meja kerja nya
"Batalkan semua meeting hari ini " ujar Henry sambil memakai jass nya
" tapi pak ,henn " panggilan Yumi tidak di teruskan karena Henry terlihat terburu buru untuk pergi
" ahhh " pasrah Yumi
****
Henry pun kembali mengecek GPS nya ,dan mencari tau Linzi sekarang sedang berada di mana
Henry pun terkejut saat melihat Linzi berada di taman bermain
" ngapain kamu kesini bee " ucap Henry lirih dengan mata penuh kesedihan
" aku bisa menemanimu bee " katanya dengan lirih
Henry pun meminta kunci pada penjaga nya
" mau di antar kemana pak ?"
" saya pergi sendiri " kata Henry
dan dia memberi Henry Kunci mobilnya
" Tunggu aku bee " ucap nya lalu melajukan mobilnya
TAMAN BERMAIN
Henry berjalan mengikuti GPS ,berlari sambil memegang ponsel untuk menemukan keberadaan Linzi
" titik nya disini ,kamu dimana bee " ucap Henry yang tidak menemukan Linzi padahal dalam GPS itu titik dimana Linzi berada
saat Henry menoleh ke belakang dia melihat Linzi
Linzi sedang duduk dengan seorang anak kecil perempuan yang sangat lucu
Linzi tertawa dan memperlihatkan lengkung bibir nya yang indah
tanpa sadar Lengkung senyum Henry terlihat .
"itu ibuku " kata anak kecil itu saat melihat seorang wanita berjalan mendekatinya
" itu ibu mu ,baiklah kita bermain lagi nanti ok " kata Linzi lucu
"bye bye tantee" ucap anak kecil itu sambil melambaikan tangan kepada Linzi
" terima kasih sudah menjaga anak saya " ucap ibu nya dengan senyum yang ramah
" iya sama sama ,anak nya lucu " kata Linzi tersenyum
" bye bye Tante cantik " kata anak kecilnya lagi
" bye bye " Linzi pun melambaikan tangannya
"hemmm " Linzi pun meraih tas nya dan berbalik
Dan apa yang Linzi lihat ,dia terkejut saat Henry ada di belakang nya dan menatap nya dengan senyuman manis
seketika Linzi terdiam dan menatap balik Henry
Mereka hanya saling diam dengan tatapan masing masing
Dengan memberanikan diri Henry berjalan mendekati Linzi
"zi " sapa Canggung Henry
Linzi pun mendongakkan kepalanya dan menatap mata Henry saat Henry memanggil namanya
Tiba tiba Henry menarik tangan Linzi dan memeluknya
" aku rindu kamu bee" ucap Henry sambil memeluk Linzi dengan erat
Linzi terdiam tanpa membalas pelukan Henry
tangan Linzi kaku seolah tidak sanggup membalas pelukan dari Henry
" maafkan aku bee ,aku benar benar menyesal ,maafkan aku " suara Henry yang berubah menjadi begitu serius dan menyedihkan membuat hati Linzi sedikit mencair
" aku mohon jangan tinggalkan aku " katanya
" aku benar benar mencintaimu Linzi " katanya
__ADS_1
Linzi masih terdiam sambil mencerna ucapan Henry
" aku akan jelaskan semua nya ,aku janji ,tapi aku mohon maafkan aku " katanya
"jelaskan " kata Linzi membuka suaranya
"iya aku jelasin semua nya " katanya senang
" tidak ada yang di sembunyikan " kata Linzi
" iya aku janji " ucap Henry sedikit senang karena Linzi sudah mau berbicara dengan nya
****
Henry dan Linzi sedang duduk di bangku taman bermain
"siapa Anastasya" tanya Linzi
" dia itu teman ku waktu kuliah dulu"
Tiba tiba Linzi langsung menatap Henry tajam
" sabar aku ceritain semuanya " protes Henry karena tatapan Linzi
"dulu , dulu banget ,dia suka sama aku dan dia temen satu angkatan sama Jeno juga ,dia minta bantuan Jeno buat deketin aku ,dan .."
" dan apa"
" dan Jeno selalu bilang Anastasya itu baik dan BLA BLA BLA "
"terus"
" terus aku coba buat dengerin Jeno dan deket sama dia "
" terus"
" tapi aku sama dia engga pernah pacaran bee ,cuma Deket aja " jelas Henry
"lalu "
" Terus dia pindah ke US untuk kuliah "
"lalu"
"ya udah gitu aja ,baru ketemu lagi sekarang" katanya
" oooh jadi cinta lama yang belum selesai?" kata Linzi
"tapi aku tidak pernah menyukai nya bee " ucap Henry serius
" aku hanya mengikuti kata Jeno ,karena disitu posisi nya aku belum pernah pacaran dan ..."
" Dan apaa" denga nada tinggi
" Dan Anastasya adalah anak dari dosen yang paling berpengaruh di universitas aku " kata Henry sedikit malu
", oooh jadi kamu memanfaatkan dia?" tanya Linzii
"sedikit "katanya
" maafkan aku ya bee ,aku janji tidak akan melakukannya lagi " sambil memegang kedua tangan Linzi
"lalu yang kemarin ?" tanya Linzi
" yang mana " bingung Henry
"pelukan " sedang wajah sinis Linzi
" itu , aku ingin mendorong nya tapi kamu tiba tiba masuk bee " jelas nya
Linzi lagi lagi menatap Henry dengan tajam
"kalau ada rekaman cctv pasti aku sudah memberikan nya padamu " kata Henry
" Aku sudah memecatnya dari OC ,kamu tidak perlu khawatir " kata Henry dengan senyum manisnya
"untuk apa di pecat ,kamu senang kan setiap hari bertemu dengan nya " dengan nada sini nya
"tanyakan pada Yumi ,aku sering mengusir nya" jelas Henry
" oooh jadi benar dia sering datang ke kantor mu" Henry terjebak oleh pertanyaan Linzi
"bukan gitu bee ,maksud ku ..." ucapan Henry di potong oleh Linzi
" baiklah aku percaya kali ini " kata Linzi
Henry pun seketika langsung memeluk Linzi dengan eratttttttt
Hayyy guysss jangan lupa
LIKE
KOMEN
__ADS_1
DAN KLIK TOMBOL LOVE YA GUYSSSSSS