CEO Sombong

CEO Sombong
pengangggu


__ADS_3

BRIS


Suara telpon kantor Henry berbunyi


"ya " jawab Henry


" pak ada Anastasya " kata sekertaris Henry yaitu Yumi


Henry sangat terkejut dan terdiam sejenak


"Saya sedang sibuk" kata Henry langsung menutup sambungan telpon


Yumi mengerti maksud Henry


" Maaf pak Henru sedang sibuk" ucap Yumi


" Saya ingin bertemu Henry" ucap Anastasya Tegas


"Maaf pak Henry sedang sibuk" kata Yumi Tegas


"apa kamu tidak dengar ,saya ingin bertemu Henry" paksa Anastasya


"ini cewe gila kali ya " batin Yumi


"pak Henry sedang tidak bisa di ganggu , anda bisa membuat janji dan datang lain kali " ucap Yumi berusaha bersabar


Anastasya sangat geram dan menerobos masuk begitu saja


"Yaaaa " teriak Yumi saat Anastasya menorobos masuk


" Henry " sapa Anastasya yang tiba tiba membuka pintu


" Pak ...." ucapan Yumi terpotong saat melihat Henry yang begitu kesal


Henry mengerti pasti wanita ini menerobos masuk begitu saja


" tidak apa apa" kata Henry dan Yumi mengerti lalu keluar


" Ada apa ?" tanya Henry sangat dingin kepada Anastasya


"Hen maafkan aku ,aku tidak bermaksud menyakiti Linzi ,aku hanya tidak suka kamu dekat dengan wanita lain" jelas Anastasya


" Dia istriku" tegas Henry dengan sangat dingin


" Sekali saja Hen lihat aku ,aku bisa memberimu apapun " Kata Anastasya


" Pergi sendiri atau dengan security" kata Henry


" Hen aku mohon hen " ucap Anastasya memohon


"bawa wanita ini pergi" kata Henry di balik telpon kantor nya


" Hen dengarkan aku Hen ,aku tidak akan mengecewakanmu"


"Aku tidak akan pergi sebelum kamu menerimaku Hen" ancam Anastasya


Henry sama sekali tidak mendengarkan ocehan Anastasya ,dia sibuk dengan komputernya


" Hen dengar kan aku " Kata Anastasya


"Linzi hanya wanita murahan Hen " kata Anastasya


Henry sangat muak dengan ocehan nya yang selalu membawa nama Linzi


" tutup mulut mu ,dia jauh lebih baik dari pada wanita yang merengek sepertimu "kata Henry

__ADS_1


tok tok tok


" masuk " kata Henry


" selamat siang pak Henry" ucap 2 security


" bawa wanita ini pergi ,jangan sampai saya melihta nya masuk ke gedung BRIS lagi"


"Siap pak"


" Silakan keluar " ucap Kedua security


" lepaskan, Hen dengarkan aku dulu hen"


Anastasya dipaksa keluar oleh kedua security,


" lepaskannn Hen dengarkan aku Hennnnnn" teriak Anastasya saat keluar dari ruangan Henry dengan paksa


"psyco" ucap Henry


Tok tok tok


"Masuk"


" Pak meeting segera dimulai" ucap Yumi


"Ok" kata Henry beranjak pergi keruangan Meetinh dengan Yumi sang sekertaris


Yumi mulai melapangkan dada untuk mengikhlaskan Henry bersama Linzi


walaupun kadang Yumi sedikit kesal saat Linzi datang ,tapi Yumi sudah berdamai dengan hatinya sendiri


1 Jam kemudian


Henry pun beranjak pergi menuju ruangan kerjanya


"Halloo bee" ucap Henry yang sedang menelpon wanitanya


" sedang apa?" tanya Henry


" menulis " kata Linzi


" aku mengganggumu?" tanya Henry


" Sangat mengganggu ,sudah dulu ya bye bye " lalu menutup telpon nya


" wahh ,aku dengan terburu buru meninggalkan meeting tapi dia dengan enaknya menutup telpon " Heran Henry


" Ok ,kita mulai" kata Henry lalu beranjak pergi


" Loh Hen bukannya meeting" kata Jeno yang melihya Henru berjalan menuju lift


"sudah selesai" jawab Henry


" mau kemana?" tanya Jeno saat Melihat Henry berhenti di depan Lift


"Pulang"


"pulang?". bingung Jeno ,ini masih siang dan tidak biasanya Henry meninggalkan kantornya


Henry pun memasuki lift


" Lah hen hen hen " saat akan mengikuti Henry ,lift terlanjut tertutup


" yaahhh " kesak Jeno

__ADS_1


"apa aku harus menikah untuk merasakan apa yang dia rasakan " ucap Jeno sambil meratapi nasib nya....


#


15 Menit Kemudian


Linzi sedang duduk di balkon kamarnya dengan laptop yang dia letakan di antara kedua kaki nya


Sambil menyari inspirasi dia menatap langit yang hari ini sangat cerah ,walaupun matahari terlihat terang udara dingin tetap masih terasa,


" Heyyy " memeluk Linzi dari belakang


" Yaaa " terkejut Linzi


"Kamu sudah pulang?" tanya nya


"Belum , kamu membuatku ingin cepat pulang" kata Henry menggoda lalu duduk di kursi sebelah Linzi


"Ooh iya ,mungkin aku akan menyelesaikan ini 1 atau 2 Minggu lagi , penerbit mana yang menurutmu cocok ?" tanya Linzi karena menurutnya Henry lebih berpengalaman dan pasti tau mana yang bagus


"Kalo tentang Novel lebih baik di penerbit A" kata Henry


" Benarkah?"


" emmm ,dia akan membantumu promosi dengan baik ,karena kamu penulis baru ,kamu harus memakai nama suamimu ini" menyombongkan dirinya sendiri


" aishhhh " sengir Linzi


"Baiklah aku akan meminta Jeno menentukan jadwal agar kamu bisa bertemu orang dari penerbit A " kata Henry


" wahh benarkah " mata Linzi berbinar


" sesenang itu kah kamu" aneh Henry melihat Linzi yang begitu senang


Linzi berdiri dan mencium pipi Henry "cup"


" i love you be" kata Linzi


" Yaaa , a .. a apa kamu " ucapan Henry terpotong karena dia begitu terkejut karena ciuman Linzi dan Henry sangat senang ,sangat jarang Linzi menciumnya lebih dulu


Linzi terus tersenyum sambil menatap Henry ,


Sedangkan Henry masih terdiam kaku karena ulah Linzi


Seorang Henry bisa begitu canggung hanya karena ciuman di pipi nya


HAY GUYS


JANGAN LUPA


LIKE


KOMEN


DAN KLIK TOMBOL LOVE YA


TETAP #STAYHOME YA GUYSSS


SAMA SAMA KITA LAWAN COVID-19


LEBIH BAIK MENCEGAH .


JANGAN SAMPAI KITA GA BISA PERGI HANGOUT LAGI GARA GARA CORONA YANG GA ILANG ILANG:'(


LOVE YOU GUYSSSSS**

__ADS_1


__ADS_2