
"good morning "sapa Henry
"kamu sudah bangun" terkejut Linzi
"lagi ngapain" Linzi heran Henry memakai celemek yang suka Linzi pakai memasak
" kelihatannya " kata Henry dengan senyuman
"masak?" tanya Linzi heran
"emm" mengangguk
"masak apa?" tanya Linzi mendekati Henry
"sirloin steak" sombong Henry karena bisa memasak
"duduk disana cepet" pinta Henry menyuruh Linzi duduk di tempat makan
"whyyy?" tanya Linzi bingung
"sudahlah duduk saja " pinta Henry yang mendorong tubuh Linzi agar duduk di tempat makan
" emm" lalu Linzi duduk dan menuruti nya
10 Menit kemudian
" tadaaaaa"
"wahhhhh " "ini benar benar bikinan nya?" Linzi tidak percaya karena tampilan nya seperti makanan di restoran
" siapa lagi" sombong Henry
" terima kasih by " "cup " mencium pipi Henry
Henry terdiam seketika karena Linzi begitu manis pagi ini
" sekali lagi tadi panggil apa ?" kata Henry dengan malu malu dan senang
"by ,baby" ucap Linzi
" yaaaaa " sedikit teriak Henry
" kenapa jantungku jadi berdetak sekencang ini" ucap Henry sambil memegang dada nya
"selamat makan " kata Linzi
" emmm , ini enak bangettttt" katanya yang masih mengunyah makanan
" benarkah?" tanya Henry
"emm ,lebih enak bikinan mu dari pada di restoran mahal" pujinya
"baiklah ,aku akan membuat kan sarapan setiap hari untuk mu" katanya
Linzi pun sangat menikmati sarapan buatan suami nya itu,
begitupun Henry yang sedang makan makanan nya
"ooh iya hari ini aku ada meeting ,mungkin akan pulang sedikit terlambat" ucapnya
"emmm ,baiklah " jawab nya sambil makan
"jangan bepergian sendiri ,selalu dengan reksa dan hubungi aku jika terjadi sesuatu
"iya bawelll" katanya
*****
" bee " panggil Henry
" iya,sebentar " Linzi pun menghampiri Henry
"aku berangkat ya sayang,cupp" rutinitas Henry setiap berangkat kerja selalu mencium kening Linzi
" hati hati by " kata Linzi
Henry seketika langsung senyum senyum malu dan pipi nya sedikit merona
" sekali lagi " kata nya sambil tersenyum malu
" apanya "ucap Linzi pura pura tidak mengerti
"panggil aku seperti itu" ucap Henry
" hati hati by" ucap Linzi menekankan kata katanya
Lagi lagi Henry senyum malu malu dan bertingkah menggemaskan
"iiishhh " Henry membelai wajah Linzi dengan gemas
"udah berangkat sanaaa " kata Linzi dan mendorong Henry agar masuk ke dalam lift
" Kalo ada apa apa hubungi aku" saat pintu Lift sudah mulai tertutup
" iya iyaaaaa " ucap Linzi geretan ,karena Henry tidak berhenti mengkhawatirkan nya
KANTOR Henry
__ADS_1
" pagi pak " selalu ada ucapan selamat pagi bagi CEO Henry yang sangat terkenal
" Hen meeting jam 11 udah siap " ucao Jeno menghampiri Henry
"ok " jawab Henry
"Berkas yang kemaren Yumi kasih ga ketinggalan kan ?" tanya Jeno
" ketinggalan di meja kerja gue " Henry lupa membawanya
" terus gimanaaa?" bingung Jeno
"Linzi ga bisa anterin ?" ucap Jeno
Henry pun langsung menganbil handphone di saku jass nya
"hallo bee "
"iya "
"bisa tolong bawakan berkas coklat di atas meja kerjaku ?" tanya Henry
"ke kantormu ?" tanya Linzi
"iya ,kalo tidak bisa tolong berikan pada reksa dia akan mengambilnya" jelas Henry
"emm tidak tidak ,aku bisa ,tunggu sebentar aku minta antar reksa " ucap Linzi
" ok terima kasih sayang" kata Henry
"ok bye " kata Linzi
"sejak kapan Henry semanis itu" batin Jeno dengan senyum meledek
Henry pun sadar dengan tawa Jeno ,dan langsung menatap Tajam Jeno
"eh gua kagak ngetawaiin lu" kata Jeno menahan tawa
Henry pun memasuki ruangan nya ,diikuti oleh Jeno yang akan membahas meeting hari ini
mereka pun duduk di sofa dengan laptop dan file file yang mungkin itu sangat penting
" Hen kalo kita menangis tendernya ,gua yakin kita jadi satu satu perusahan yang nomer 1" kata Jeno
"emang sekarang nomer 2" ucap Henry
"benar juga ya " Jeno kembali berfikir
Suara telpon kantor
"Pak ini ada Ibu Anastasya dari OC " Suara Yumi di balik telpon ,dan seketika sorot mata Henry berubah menjadi sangat sangat dingin dan menakutkan
"baik pak " lalu mematikan nya
"siapa hen " tanya Jeno
"Anastasya" jawab Henry terdiam di depan meja kerjanya
tiba tiba telpon berdering kembali
"katanya urusan akuisisi OC pak"ucap Yumi
Henry pun terdiam sejenak
" Pak Henry ,saya ingin membahas penandatanganan kontrak akuisis OC" suara Anastasya
"biarin Hen siapa tau penting" kata Jeno
Henry pun terdiam sejenak
"baiklah ,ini hanya tentang bisnis" pikirnya
"masuk" kata Henry lalu mematikan telpon nya
tok tok tok
" masuk " jawab Henry
"pagi Hen" sapa Anastasya saat membuka pintu
" ada urusan apa ?" tanya nya dingin
"aku ingin membahas bisnis antara OC dan BRIS"ucapnya dengan keanggunan yang dia buat buat
" ana duduk " kata Jeno
" Jeno ,disini juga " sapa Anastasya dan menghampiri Jeno yang duduk di sofa
Henry masih terdiam berdiri di depan meja kerjanya dengan tatapan dingin
" iya lagi ngurusin meeting buat nanti" pungkas Jeno
" to the point" kata Henry dingin
" ooh itu aku ingin membahas " memberi kode kepada Jeno agar meninggalkan mereka berdua
" oh iya ,mau minum apa ?" Jeno mengerti kode mata dari Anastasya
__ADS_1
" apa aja " Jawab Anastasya dengan senyum
"bentar gue ambilin" kata Jeno lalu beranjak pergi
"langsung ke inti" ucap Henry
"Aku hanya ingin bertemu dengan mu Hen " jawab nya dengan wajah sedih yang mungkin hanya pura pura
" aku sudah menikah" kata Henry
"Lalu?" ucap Anastasya
"lalu? " tanya balik Henry yang heran dengan jawaban Anastasya yang harusnya dia mengerti bahwa Henry sudah menikah dan tidak seharusnya dia mengganggunya lagi
Anastasya pun berdiri dan berjalan mendekati Henry
dan berdiri tepat di hadapan Henry
"Hen kamu tau aku sangat mencintaimu" katanya
"kamu tau dari dulu aku yang selalu mengejarmu"
"aku yang dari lama ingin bersama mu Hen"katanya
" aku tidak pernah menyukaimu" ucap Henry dengan sangat dingin dan tegas
"aku tulus mencintaimu Hen ,sangat tulus dari dulu sampai sekarang" kata Anastasya
"aku bisa jadi yang kedua hen ,aku tidak akan menganggu istrimu" katanya memohon dengan tidak tau malu
tiba tiba pintu terbuka dan ternyata itu adalah Linzi ,Linzi terkejut saat melihat Henry sedang di peluk oleh seorang perempuan
Linzi menahan air matanya dan menjatuhkan berkas yang ada ditangannya yang membuat Henry dan juga Anastasya menoleh
"Linzi" Henry terkejut dan seketika melepas pelukan Anastasya dengan kasar yang membuat Anastasya langsung menoleh ke arah Linzi
" , bee ini tidak seperti seperti apa yang kamu bayangkan" kata Henry
Linziii pun langsung berlari keluar ,tangisnya tidak tertahan
bagaimana tidak ,dia melihat laki laki yang ia cintai sedang bermesraan dengan wanita lain ,dan itu adalah masa lalu nya
" bee tunggu bee ,ini ga seperti apa yang kamu lihat" Henry berhasil mengejar Linzi dan menahan nya
"lepaskan " kata Linzi sambil menangis ,dan berusaha memencet tombol lift dengan sangat cepat agar pintu lift cepat terbuka
"bee dengarkan aku dulu " pinta Henry yang terus menahan Linzi
"bee ini salah paham" katanya
"demi tuhan aku tidak ada hubungan apa apa dengan Anastasya " katanya
" ooh jadi itu yang namanya Anastasya" ucap Linzi
"sumpah demi apapun dia yang memelukku" jelas Henry
"tapi kamu tidak menolaknya" kata Linzi
"saat aku akan menolak nya tiba tiba kamu masuk bee ,aku ...." katanya di potong oleh Linzi
"bodoh nya aku yang percaya dengan kata kata kamu"kata Linzi dengan tangis yang tak terbendung
pintu lift pun terbuka dan Linzi pun langsung masuk dan menahan Henry agar tida mengejarnya lagi
"jangan ikuti aku ,atau aku akan pergi selama lamanya"ancam Linzi
"bee ya ampun aku mohon dengarkan aku dulu " Pintu lift mulai tertutup dan Henry tidak bisa apa apa ,karena ancaman dari Linzi
"be , dengarkan aku beee" teriak Henry saat pintu lift tertutup rapat
"arrghhhhh bangsattttt" teriak nya
Henry terdiam di depan lift dengan sangat menyesalll
" Hen masih ada aku disini" dengan tidak tau dirinya Anastasya menghampiri Henry yang sedang kacau karena ulahnya
"diamm ,keluar dari sini ,dan jangan pernah kembali lagi" tegas Henry dengan sangat menyeramkan
bahkan Yumi sangat terkejut oleh kata kata Henry yang begitu menakutkan
"hen ,aku ..." ucapan Anastasya terpotong
"KELUARRRRRRR" kata Henry
Anastasya pun terkejut dan merasa takut ,lalu dia mundur dan Henry pun berjalan mask ke dalam ruangan nya
"na ,gue mohon lu jangan kesini dulu ya " ucao Jeno menghampiri Anastasya yang terlihat ketakutan karena Henry benar benar membentaknya
" sorry ya na ,gue pergi dulu ,hati hati " kata Jeno meninggalkan Anastasya di depan lift
" Gue baru tau Henry separah itu marah sama cewe" batin Yumi yang melihat nya
"tapi ada hubungan apa dia sama si Anastasya itu" kepo Yumi
Hay guysss jangan lupa
like
__ADS_1
komen
dan klik tombol love ya guyssss