CEO Sombong

CEO Sombong
menyembunyikan


__ADS_3

BRIS


Henry turun dari mobil seperti biasa dia menjadi objek


kekaguman bagi para kaum wanita


“ benarkan dia akan menikah “


“ benarkah dia menikahi gadis biasa”


“padahal dia bisa mendapatkan putri seorang raja “


“sayang dia memilih gadis rendahan”


“aku sangat tidak percaya “


Semua ucapan tentang kritik terdengar di telinga Henry saat


turun dari mobil


Dan Jeno pun berlari menghampiri Henry yang baru saja tiba


“ semua nya bocor ke media Hen” kata Jeno


“ hapus semua pemberitaan media hari ini” ucap Henry yang


terburu buru menuju ruangan nya


“ sudah ,aku sudah meminta semua memblokir media yang


memberitakan tentang Linzi” kata Jeno


“ Oh iya Linzi udah tau?” Tanya Jeno


“ aku tidak memberikan handphone nya “ jawab Henry


“ dia kan bisa melihat berita tv Hen” cemas Jeno


“ dia sedang sibuk mengurus pernikahan “ kata Henry  memasuki lift diikuti dengan Jeno


“ cari tau dalang dibalik semua ini” kata Henry sangat


serius dengan tanagn di dalam saku celananya


*****


RUANGAN HENRY


“ gimana Hen ,banyak media yang minta klarifikasi dari kita


“ datang Yumi yang kelihatan cemas


“ mana mungkin kita membuat konferensi pers mendadak seperti


ini”celetuk Yumi


Henry hanya diam di kursi kerja nya ,dengan tatapan dingin


seperti biasanya,


“minta semua pegawai untuk tidak menjawab telpon dari para


media” kata Henry dan membuat Jeno serta Yumi membelalakan matanya


“Hen lu serius” Tanya Jeno


“ lakukan “ kata Henry dingin dan serius


“ Ok “ kata Yumi dengan tarikan nafas berat diikuti Jeno


yang tidak bisa melawan teman nya dan sekaligus boss nya itu.

__ADS_1


Jeno dan Yumi pun melaksanakan perintah henry dan keluar


dari ruangan Henry


“ Hallo bee , hari ini aku yang jemput jangan keluar rumah


ok” ucap Henry menelpon Linzi


“ Aku bisa pergi dengan supir ko,kalo kamu sibuk tidak


masalah “ kata Lini


“ Aku akan menjemput mu “ kata Henry


“ emm baiklah, hati hati” jawab Linzi , lalu mematikan


telponnya


 


Henry pun beranjak pergi dari ruangan nya


" mau kemana Hen ?" tanya Yumi yang melihat Henry keluar dari ruangan nya


" bukan urusan mu" jawab Henry dingin


 


"aiishhh " tatapan marah Yumi karena sikap dingin Henry yang tidak pernah mencair padanya


 


 


Henry pun memasuki lift


" Hen mau kemana ?" Jeno menyeka pintu lift


 


"di depan banyak reporter Hen " ucap Jeno


Henry pun terdiam sejenak dengan tatapan dingin nya


" minta pindahkan mobil d jalur vip " kata Henry


Jeno yang tidak bisa menentang boss nya pun mau tidak mau harus menuruti permintaan nya


****


Suara mobil Henry sudah terdengar di halaman depan rumah,Linzi


dengan sedikit terburu buru langsung menuju depan agar mereka bisa langsung


pergi tanpa menunggu lama


“ yukkk “ ajak Linzi


“ kamu sudah siap cepat sekali” kata Henry terkejut


“ aku ingin cepat cepat melihat gaun pengantinku hehe” kata


Linzi


“dasarr “ kata Henry mengacak ngacak rambut Linzi karena


gemas dengan sikapnya


“ ishhhh “ kesal Linzi


Linzi pun masuk ke dalam mobl diikuti dengan Henry.

__ADS_1


Henry menjadi lebih diam semenjak pulang dari kantor


nya,Linzi sebenarnya ingin menanyakan apa yang terjadi dengan pekerjaannya tapi


dia mengurungkan niat nya karena Linzi tidak mau ikut campur urusan pekerjaan


Henry.


“Bee sudah sampai “ ucap Henry melepas seatbelt nya,


“ Hey ?” panggil Henry karena Linzi tidak merespon dan malah


melamun


“heemm?” menoleh kea rah Henry


“ Sudah sampai bee” kata Henry lembut


“ Ahh maaf maaf “ kata Linzi


“ silakan tuan putri “ kata Henry membukakan pintu mobil


untuk Linzi


“ ishhh” tatapan Linzi membuat Henry mengembangkan senyumnya


3 Jam berada di dalam boutique membuat Henry sedikit bosan


,dia dengan setia menunggu Linzi mempersiapkan gaun pernikahan yang akan dia


laksanakan besok lusa,


Tanggal pernikahan yang sudah sangat mendekati membuat Linzi


dan Henry sedikit sibuk,walaupun Henry sudah mengutus orang untuk acara


pernikahan nya,tetap saja ada sebagian yang harus ia urus sendiri


“ Hen “ panggil Linzi , Henry sedang duduk di sebuah sofa


untuk menunggu Linzi


“emm?” menoleh kearah Linzi


“ Maaf ya aku lama” ucap Linzi dengan wajah


menyesal lalu duduk sisebalah Henry


Kamu tidak marah kan?” Tanya Linzi


Henry menggelengkan kepalanya “ pulang sekarang?” Tanya


Henry


“Apa yang ada di pikirannya, tidak seperti Henry yang


biasanya” Batin Linzi


“ Hey, kenapa melamun?” kata Henry


“engga ,siapa yang melamun, yukk pulang” Linzi mengalihkan


nya ,Henry pun mengikuti Linzi menuju mobil


selamat membaca semua nya


love you guysss


terima kasih yang sudah setia dengan novel ku


 

__ADS_1


 


__ADS_2