CEO Sombong

CEO Sombong
pernikahan


__ADS_3

hayyyyy guysssss aku udah beli hp baruuu insyallah mulai sekarang bakal update setiap hari lagi kaya dulu


makasih juga doa nya dari kalian semua hehehe


kita mulaiiiiiii


Suasana rumah yang ramai oleh para tamu undangan dari kalangan boss boss besar dan juga teman dekat Henry


Tamu undangan yang tidak terlalu banyak tapi bisa meramaikan acara yang sangat dinantikan oleh kedua mempelai.


Dan Henry yang sudah menyapa para tamu undangannya Karena mereka adalah tamu tamu penting dan juga rekan kerja Henry


Acara pernikahan yang sederhana tapi sangat elegan .


" tes tes " suara Jeno terdengar di acara pernikahan mereka sontak membuat semua tamu undangan menoleh


"selamat datang untuk para tamu undangan" ucap Jeno selaku pembawa acara di pernikahan Linzi dan Henry


"untuk para hadirin sekalian ,kita akan sampai pada acara inti"


"kita sambut mempelai wanita " teriak Jeno di depan mic


Linzi berjalan perlahan memasuki altar dengan gaun putih anggun serta buket bunga yang ia pegang


berjalan perlahan dengan perasaan bahagia dan juga sedih


Harus nya dia berjalan dengan seorang ayah yang sangat ia cintai di acara pernikahan nya ,tapi hari ini detik ini ia harus berjalan di altar pernikahan nya sendiri tanpa ada yang mendampingi


Air mata yang tertahan membuat Linzi harus susah payah tersenyum ,karena dia harus menjadi sangat bahagia untuk hari ini


Linzi tepat berada di depan Henry yang sudah menunggu nya di depan altar ,


"cantik "ucap Henry lirih sambil meraih tangan Linzi agar melingkar di lengan Henry dan berjalan bersama


Dan Linzi hanya bisa tersenyum gugup.


" untuk para mempelai silakan ucapkan sumpah pernikahan " ucap Jeno


"saya berjanji akan selalu menjaganya dalam keadaan sehat sakit sedih senang maupun susah" ucap Linzi begitupun sebaliknya


"Saya Henry Aditama berjanji akan selalu menjadi suami yang setia dalam keadaan apapun dan selalu membantu istri saya dalam hal apapun " ucap Henry sambil tersenyum


"ok tepuk tangan " kata Jeno memeriahkan


dan semua nya bertepuk tangan


Terlihat raut wajah Yumi sedikit kecewa ,tapi berusaha mengikhlaskan semua nya ,karena dia sudah merasa lelah berjuang sendirian


senyum terpaksa dari sudut bibir Yumi saat melihat Linzi dan Henry memasangkan cincin secara bergantian


setelah selesai acar tukar cincin


"silakan mencium mempelai wanita nya " ucap Jeno dengan nada meledek

__ADS_1


dan para hadirin pun langsung riuh ramai membuat Henry dan Linzi menjadi gugup


"bee " ucap Henry lirih lalu langsung mencium bibir Linzi sekilas


dan lagi suara sorakan para tamu sangat ramai terdengar karena Henry mencium Linzi


Pernikahan Henry dan Linzi hari ini tertutup dari media ,karena Henry dan juga Linzi sudah sepakat agar acara pernikahan ini tidak di liput oleh media.


*******


3 Jam kemudiannnnnnnn


"ahhhh aku lelahhh sekali " ucap Linzi menjatuhkan tubuh nya di atas kasur king size milik Henry dan mulai sekarang akan menjadi milik Linzi juga.


"buka bajumu bee" kata Henry memasuki kamar nya


"Yaaaa " teriak Linzi langsung menyilangkan kedua tangan nya di depan tubuhnya


"aku hanya kasian melihat mu memakai gaun seperti itu "kata Henry menjelaskan


Linzi lalu melepas lipatan tangannya dan menatap langit langit kamarnya


"Tamu mu sangat sangat melelahkan mereka memakai bahasa Inggris semua " keluh Linzi


"Aku bahkan hanya menjawab iya iya dan iya "kata Linzi


"setidaknya mereka percaya dengan kata 'iya' mu itu " kata Henry meledek


"aishhhh " kesal Linzi


"aku masih lelah " tolak Linzi


"ooh iya bee ,besok kita mulai pindah di apartemen baru" kata Henry


"lalu barang barang ku ?" tanya Linzi


"aku akan meminta Jeno memindahkan semuanya " kata Linzi


"hmm " Linzi menurut


"ayoo sayang bangunnn " Henry mengangkat tubuh Linzi agar terbangun


"aaa aku masih lelah " keluh Linzi menahan badan nya


"bangun atau aku minta sekarang juga "ancam Henry


"Yaaaa " teriak Linzi lalu langsung menegakkan tubuhnya dan menatap Henry tajam


"makanya buruan mandi " kata Henry


"iya iya baweellll " kesal Linzi lalu melangkahkan kaki nya dengan berat menuju kamar mandi


Henry hanya menertawakan tingkah lucu Linzi saat berjalan dengan sangat terpaksa menuju kamar mandi

__ADS_1


Henry menatap belkon kamar nya dengan tatapan yang tidak biasa


"aku sudah menikahinya ,dia sudah menjadi milikku untuk selamanya ,Tuhan terima kasih banyak " batin Henry


"Hen Hennnn " teriak Linzi


dan teriakan Linzi membuat lamunan Henry buyar sekaligus terkejut


"iya apa " jawab Henry


"Bantu akuuu " teriak Linzi dari dalam kamar mandi


" Haaah " Bingung Henry dan mendekati pintu kamar mandi


"A .. aaaku tidak bisa melepas gaun ku "ucap Linzi menurunkan nada bicaranya


Seketika Henry pun tertawa


"jangan menertawakanku " kaya Linzi karena mendengar Henry tertawa


"cepat bantu akuuu " kata Linzi


"buka pintunya " kata Henry


" tidak di kunci " kata Linzi


Lalu Henry pun perlahan membuka pintu dan melihat Linzi yang sedang berdiri di depan cermin sambil berusaha melepas gaun nya


Henry terdiam sejenak sambil melihat Linzi dari belakang


"cepat bantu aku " kata Linzi sambil kesusahan melepas gaun nya


Henry pun berjalan mendekati Linzi


perlahan tangan Henry memegang lembut punggung Linzi untuk melepas resleting gaun Linzi dan membuat Linzi seketika terdiam .


tangan lembut Henry membuat jantung Linzi menjadi tidak karuan


Tangan lembut Henry perlahan menarik resleting gaun yang dikenakan Linzi


Jantung Linzi semakin tidak terkendali saat tangan Henry menyentuh punggung Linzi yang tidak tertutup sehelai kain pun karena ia memakai gaun tanpa lengan


saat resleting gaun Linzi sampai di bawah sontak Linzi memutar tubuh nya dan menghadap Henry karena dia malu memperlihatkan punggung nya yang tanpa sehelai kain


Mereka berdua terdiam dan saling menatap satu sama lain


tatapan yang sangat intim ,tatapan pengantin baru yang mengharapkan sesuatu yang lebih


Hayyy guysssss aku sudah kembaaliiiiiiii


jangan pada marahhhh ya guyssss hehe


Jangan lupa like komen dan klik tombol love Okayyyyyyy

__ADS_1


love youuuuuu


__ADS_2