
KAMAR HENRY
Henry sedang di ruang kerjanya sedang kan linzi asik menonton tv di tempat tidur henry
"hen tidur besok kamu berangkat pagi" ucap linzi menghampiri henry
"iya sebentar lagi " tanpa menoleh ke arah linzi dan sibuk dengan komputernya
"hen sudah hampir jam 12" ucap linzi
"iya bee" masih fokus pada komputernya
"heen" akhirnya linzi menaikkan nada tinggi karna henry benar benar tidak mau mendengar nya
"iya apa" menoleh ke arah linzi dengan tatapan lembutnya
"tidur sendiri kalo kamu masih sibuk dengan pekerjaanmu itu"kata linzi lalu melangkah pergi ,linzi marah bukan karna henry sibuk kerja tapi ini sudah malam ,dan waktunya istirahat ,karna besok dia akan pergi jauh ,linzi hanya tidak mau henry sakit ,itu saja
"iya iya bee tunggu aku sudah selesai" ucap henry sedikit teriak
10 menit kemudian
"bee aku sudah selasai" kata henry dan melihat linzi sudah berbaring dengan membelakanginya dengan selimut menutupi setengah tubuhnya.
"bee" panggil henry lembut sambil naik ke atas kasur nya
"bee kamu sudah tidur" kata henry sambil mengusap tubuh linzi dari atas selimut
"bee temani aku ,jangan tidur dulu" kata henry mulai berbaring di samping linzi
Henry pun tanpa bertanya memasukan tangan nya ke dalam selimut dan memeluk tubuh linzi
"bee bangun ,maafkan aku membuatmu menunggu" ucap henry lirih tepat di punggung linzi
__ADS_1
"bee " ucap henry sambil memainkan tangan nya di balik selimut
Henry mengusap usap perut linzi herusaha membuat linzi bangun .
Dan sebenarnya henry tau linzi belum tidur ,linzi hanya kesal karna henry terlalu sibuk sampai lupa waktu untuk tidur
"bee bangunnn" ucap henry lembut tepat di leher linzi membuat linzi merasakam sesuatu yang tidak biasa
"bee aku boleh kan memegangnya " tanya henry padahal dia tau linzi tidak akan mau menjawab
"diam tandanya iya" kata henry
"makasih bee" ucap henry
Henry berbicara sendiri karna linzi tidak meresponnya sama sekali
Tangan henry bergerak memasuki kaos yang dikenakan linzi
deg deg deg " suara detak jantung linzi benar benar sangat cepat ,linzi yakin henrypun sebenarnya bisa mendengar suara detak itu
Henry berhasil masuk ke dalam baju linzi dan melepas pengait bra linzi
Linzi tetap diam tanpa berbicara ,tapi jantung linzi benar benar mau copot rasanya
henry sangat sangat jahat membuat pertahanan linzi hampir runtuh
"bee aku tau kamu menikmatinya" ucap henry lembut
Henry memeluk linzi dari belakang memudahkannya melancarkan aksinya yang membuat linzi hampir tidak sanggup lagi.
"bee " suara henry benar benar membuat linzi terbius ,suara nya yang berat dan bisa selembut itu kala sedang manja
tiba tiba tangan linzi memegang tangan henry dan membuat henry langsung berhenti dengan aktivitas nya
__ADS_1
"aku takut" ucap linzi
"aku tidak akan membuatmu takut" ucap henry lalu bangun dari posisi tidur nya
"lihat aku" kata henry ,dan membuat linzi berbalik ke arah nya dalam posisi linzi berbaring di depan henry
"kamu percaya padaku?" tanya henry dengan tatapan lembut
Linzi mengangguk
"masih merasa takut?" tanya henry meyakinkan linzi
"aku tidak mau kita melakukan nya sebelum menikah" kata linzi
Henry menarik nafas berat ,sebenarnya dia sedikit kecewa tapi dia tidak mau linzi lebih kecewa padanya
"ok ,sepulang aku dari singapore ,kita menikah" ucap henry
Linzi mengangguk
"tapi aku boleh kan meminta lagi yang tadi" kata henry dengan tatapan nakal nya
"yaa" teriak linzi lalu memukul tubuh henry
"bee stop stop.,aku hanya bercanda " ucap henry sambil menahan pukulan pukulan linzi
"rasaiiin rasaiiin" kata linzi
"bee sakit aww stopp ,sakit bee" kata henry ,lalu linzi berhenti karna dia juga tidak tega melihat henry kesakitan karnanya
"lagian kamu ngeselin" kata linzi
"sakiit bee" sambil meringis kesakitan
__ADS_1
"maaf maaf ,lagian kamu sih" kata linzi menyesal sambil mengusap bagian yang dia pukul
Jangan lupa LIKE KOMEN DAN KLIK TOMBOL LOVE YA