
"ahhh akhir nya sampai rumah " Linzi sontak menjatuhkan tubuh nya di atas kasur yang selama ini sangat ia rindukan
"sayang ,makan malam di......"Henry tidak melanjutkan bicaranya karena melihat Linzi yang tertidur sangat pulas
Henry membenarkan posisi tidur Linzi karena Linzi tidur dengan kaki yang masih menggantung di lantai.
Henry melepaskan sepatu Linzi lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Linzi
" kamu melewati hari yang panjang" ucapnya sambil mengusap wajah Linzi dengan lembut
"cup" Ciuman mendarat di kening Linzi
#
"Good morning " sapa Henry dengan senyuman yang indah
Linzi masih berdiri setengah sadar karena baru terbangun
" kamu sedang apa ?" tanya nya mendekati Henry
"membuat sarapan" jawab Henry
Henry memakai celemek dan memasak di dapur ,membuat Linzi sedikit aneh melihat nya walaupun Henry pernah memasak tapi Linzi tetap saja merasa aneh melihat Henry memakai celemek yang biasa ia pakai.
laki laki yang biasanya dingin dan juga sombong ,bisa semanis itu dan memasak di dapur hanya untuk seorang wanita
"jangan melihatku seperti itu ,nanti jatuh cinta" ucap Henry yang melihat Linzi terus menatap nya
" ishhh " sengit Linzi
Linzi duduk di meja makan sambil melihat pemandangan indah yang jarang ia lihat ,
" ternyata dia seksi saat memakai celemek itu" batin Linzi membuat nya tertawa dan membuat Henry bingung
"kenapa tertawa?" tanya Henry
" emm" menggeleng " tidak " sambil menahan tawanya
" aku tau ,kamu sedang membayangkan aju memasak sarapan setiap pagi untukmu ,benar?" tebak asal Henry
" kepedean " kata Linzi dengan wajah yang lucu membuat Henry tertawa kecil
" bersihkan wajahmu dan kita sarapan" pinta Henry
" emmm baiklah " Linzi beranjak menuju kamar mandi untuk sekedar gosok gigi dan mencuci mukanya
#
" wahhhhh ,kamu membuat ini semuaa" mata berbinar Linzi saat melihat makanan lezat di depan matanya
"duduk " pinta Henry sambil mempersilakan Linzi duduk
"wahhh enakkk" kata Linzi dengan senang nya
"benar benar master , Sempurna" oceh Linzi sambil mencoba makanan yang di buat oleh Henry
Henry tersenyum puas saat melihat Linzi begitu menikmati makanannya
"Ooh iya nanti pulang jam berapa?" tanya Linzi
" Mungkin sedikit telat,why?"
" ahh ,aku ingin pergi ke mall sebentar untuk membeli barang ,aku pergi sendiri saja " ucap Linzi
__ADS_1
" Jangan " tegas Henry
"Tunggu aku ,aku akan pulang lebih awal" ucapnya
"tapi kan..."
"tidak ada penolakan" bantah Henry
" baiklah" Linzi harus menuruti Henry
Linzi tau Henry sangat mengkhawatirkannya ,jadi untuk masalah keamanannya ,Linzi tidak akan menolak
apalagi dengan mood Henry ,Linzi tidak mau Mood Henry rusak seperti kemarin.
#
"aku berangkat ya" pamit Henry
" emm" menganggu
" jangan pergi tanpa memberitahuku" ucap Henry
" Iya sayang" dengans senyum manis Linzi
"cup" Henry mencium Bibir Linzi seperti biasa
Hari yang manis " batin Linzi
" hati hati bye bye" ucap Linzi dan Henry melempar kan senyum manis sebelum pergi
" huufhhhh , sepii " gumam Linzi
" Apa aku pergi jalan jalan sendiri saja " katanya
"tapi kalo Henry tau , ahhh pasti marah" pikirnya
" ahhhhhh ,menyebalkan "kesal Linzi
#
Suara ponsel Henry berdering
" em " jawab Henry
" gawat Hen ,media dalam dan luar negeri lagi sibuk " Kata Jeno
"inti" kata Henry
"cek berita sekarang " Lalu menutup telponnya
Ternyata semua media sedang sibuk memberitakan tentang Henry dan Linzi
Mereka menjadi sampul setiap sudut kota dalam dan luar negeri yang memberitakan tentang Henry yang pergi ke luar negeri dengan istrinya.
berita yang sangat tidak layak
Suara ponsel Henry kembali berdering
" jangan lewat lobby banyak media" ucap Jeno
" Okey " Henry mengerti maksud Jeno
Henry telah sampai di Kantor nya tapu ia masuk lewat pintu VIP yang hanya orang penting yang bisa melewatinya
__ADS_1
"Hen bagaimana" kata Jeno yang sudah menunggu Henry sedari tadi
Henry hanya terdiam dan terus berjalan tanpa memperhatikan Jeno .
Jeno pun ikut berjalan mengikuti Henry menuju ruangannya
"minta semua menutup beritanya" ucap Henry
"hah " bingung Jeno
" reporter bryan " ucap Henry sambil melepaskan jass nya
"haah " Jeno semakin Bingung
"ooh baiklah baiklah " Jeno yang terdiam sejenak mulai mengerti maksud Henry
Reporter bryan adalah salah satu reporter senior yang selalu mendapat kan berita eksklusif dari setiap orang penting di negeri ini.
Henry yakin berita ini pasti salah satu dari reporter bryan
Jeno pun langsung melaksanakan perintah Henry
" ahh berita sampah " ucap Henry sambil menatap layar komputernya
Berita tentang Henry yang berlibur dengan istrinya dari kalangan bla bla bla dan bla bla bla
ingin rasanya Henry menghancurkan semua perusahaan media yang memberitakan negatif tentang Linzi
" Halo " " apa kabar reporter bryan" sapa dingin Henry di balik telponnya
Henry sengaja menelpon reporter yang sangat ia benci sedari dulu
" wah sangat langka seorang bos nomor satu di negara ini menelpon saya ,suatu kehormatan" ucap nya
"anda tidak berubah sedikitpun" ucap Henry
"mak maksudnya anda" ucap reporter Bryan
"anda masih manulis berita sampah "kata Henry sangat dingin dan menyinggung
"saya tidak mengerti ,mungkin Boss Henry salah paham deng....."
"salah paham ? apa ini bisa disebut penguntit yang selalu mengutit seorang boss terkenal?" ucap Henry
" maaf boss Henry saya tidak mengerti " ucap reporter itu dengan sedikit gugup
HAY GUYS
JANGAN LUPA
LIKE
KOMEN
DAN KLIK TOMBOL LOVE YA
TETAP #STAYHOME YA GUYSSS
SAMA SAMA KITA LAWAN COVID-19
LEBIH BAIK MENCEGAH .
JANGAN SAMPAI KITA GA BISA PERGI HANGOUT LAGI GARA GARA CORONA YANG GA ILANG ILANG:'(
__ADS_1
LOVE YOU GUYSSSSS**