
*Linzi masih tertidur di mobil dan berada di pelukan tangan henry
walaupun henry kesal kepada linzi ,henry tidak tega membuat linzi tertidur sengan tidak nyaman ,kepada nya selalu membentur pintu mobil jadi henry membawa linzi di dada henry yang bidang
sunggu sangat beruntung menjadi linzi*
"i love you ,cup" ucap henry lirih agar tidak membangunkan linzi dan mencium kening nya
"bangun kita sudah sampai" ucap henry dingin ,pura pura kesal
"hemm ,kita dimana" kata linzi dengan nada bangun tidur
"ayo turun" ucap henry dingin
linzi pun mengikuti perintah henry dan turun dari mobil
"wahhhhhh indah sekali" ucap linzi langsung berlari menuju pantai
henry berjalan santai dengan tangan yang berada di dalam saku celana nya, berjalan seolah olah itu adalah panggung pertunjukan yang sudah ia siapkan
sangat tampan seperti pangeran dari negeri dongeng
henry melihat linzi yang sangat senang melihat pemandangan pantai malam yang indah di LA
"aku ingin kesana hen ,ayoo ayooo" ucap linzi loncat kegiraangan
henry hanya mendengar kan linzi dengan berjalan santai ala henry
henry tersenyum melihat linzi begitu bahagia hari ini
"wahhhh ternyata pantai lebih indah saat malam hari" ucap linzi terpana melihat keindahan pantai di LA
tiba tiba henry memeluk linzi dari belakang
"ahhh " ucap linzi terkejut
"aku ingin terus seperti ini" ucap henry tepat di telinga linzi
linzi diam terpaku mendengar ucapan henry
"apa kamu mau terus bersamaku?" tanya henry
"emm" jawab linzi sambil mengangguk
"apa?"
"iya" ucap linzi
"iya apa?" tanya henry lagi
"iih ,iya mau" jawab linzi dan membuat henry tertawa kecil karna berhasil membuat linzi kesal
*henry dan linzi berjalan di pesisir pantai untuk menikmati keindahan malam ini ,karna ini adalah hari terakhir di LA dan besok mereka harus kembali .
linzi merasa kedinginan karna dia tidak memakai baju tebal ,dia tidak tau kalau hari ini henry akan mengajak nya ke pantai jadi dia tidak persiapan sama sekali*
"pakai ini" ucap henry melepas jass nya dan memakaikan nya kepada linzi
"ah terima kasih" ucap linzi
__ADS_1
"sangat hangatt" ucap linzi membuat henry tenang
henri dan linzi berjalan di pinggir pantai sambil asik mengobrol
"ayo kita pulang" kata henry
"hah ,aku masih ingin disini" ucap linzi dengan lucu membuat henry luluh hanya karna mendengar ucapan linzi
"baiklah ,kita pulang 30 menit lagi ,ok?" kata henry
"okk ," ucap linzi senang
"aku ingin kesana" linzi menunjuk cafe di dekat pantai
linzi langsung menarik tangan henry dan berlari di pesisir pantai, sangat romantis bukan berlari berdua di malam hari di pantai yang indah seperti ini
"huhhh, akhirnya ".linzi masuk ke dalam cafe dan duduk dekat kaca agar bisa kenikmati pemandangan pantai yang indah dari dalam tanpa merasa kedinginan
seorang pelayan datang
"aku ingin wine " ucap linzi kepada henry
"wine 2 " ucap henry kepada pelayan
"ok" ucap pelayan
mereka terdiam melihat keindahan yang ada di luar sana ,tapi mungkin hanya linzi yang melihat keluar sana.
tidak dengan henry ,henry hanya melihat linzi sedari tadi ,melihat gerak gerik semua yang di lakukan linzi ,sampai linzi sadar bahwa dari tadi henry hanya menatap nya
"ada apa kamu menatapku seperti itu,apa ada yang salah dengan wajahku" ucap linzi sambil meraba raba wajahnya
"cantik" ucap henry ,dan linzi membalas dengan tatapan tajam
"memangnya aku salah? "ucap henry membela diri karna linzi menatap nya sangat tajam
"Excuse me, this is your order" ucap pelayan sambil meletakan 2 gelas berisikan wine serta satu botol wine
"emmm ,perfect" ucap linzi saat selesai meminum wine
linzi meminum wine tanpa berhenti sedari tadi ,mungkin dia tidak akan sadar karna mabuk
"stop ,ayo kita pulang" henry menahan linzi karna dia akan menuangkan wine lagi ke gelas
"ahhh aku ingin ini " ucap linzi yang sedang mabuk
"ayo pulang " ucap henry mengeluarkan uang dan di letakan di atas meja lalu membantu linzi berjalan
"aaaa kamu kak raka ya , oh bukan bukan kamu henry si sombong itu kan hahahaha" ocehan linzi saat mabuk benar benar membuat orang berfikir keras
*henry hanya mendengar kan linzi dengan raut wajah heran *,
"ahh panas ,aku ingin membuka bajuku" ucap linzi berusaha membuka baju nya di jalan
"linzi apa kamu bodoh" ucap henry menahan linzi dan saking kesal nya henry menggendong linzi ala bridal style
benar benar sangat romantis.
Sampai di lobby hotel
__ADS_1
"thank you" ucap henry lepada supir nya dan menggendong linzi menuju kamar nya
banyak mata yang melihat henry saat menggendong linzi ,bahkan manager disana pun berniat untuk membantu henry tapi dia menolak nya
henry membawa linzi ke dalam kamar dan membawa nya ke tempat tidur
"emmm" lenguh linzi terbangun dan duduk
"ohh ada si sombong lagi" ucap linzi sambil tertawa
"hah" ucap henry terkejut mendengar ucapan linzi
henry langsung menoleh kearah linzi dan mendekati linzi
"oh kak raka" ucap linzi sambil menatap henry yang sedang berdiri di depannya
"apa" ucap henry dingin
"apa kamu tau ,aku sangat kesulitan waktu kamu pergi,aku tidak punya siapa siapa waktu kakak ninggalin aku" ucap linzi menunduk sedih ,henry pun tidak tega melihat ucapan tulus linzi
kata orang saat sedang mabuk apapun yang kita ucapan kan itu adalah ucapan paling jujur
henry langsung berjongkok di depan linzi
"aku sudah disini linzi ,aku tidak akan pernah pergi lagi aku janji" ucap henry sambil memegang kedua tangan linzi
"linzi lihat aku" ucap henry sambil mengangkat dagu linzi agar melihat nya
henry menatap linzi sangat lembut
"ahhh aku gerah ,aku ingin membuka bajuku" ucap linzi menghancurkan suasana
linzi berusaha membuka baju nya tapi henry menahan nya
"linzi apa kamu gila ,kamu sedang di kamar berdua dengan seorang laki laki" ucap henry tegas
"ahh awass aku gerah" ucap linzi menepis tangan henry
henry benar benar tidak bisa mengatasi linzi kali ini
linzi menbuka bajunya dan menyisakan bra dan celana dalam saja
"ahh aku ngantuk" ucap linzi langsung menjatuhkan tubuh nya di atas kasur
"wah , awas saja jika kamu berani minum dengan laki laki lain" ucap henry kesal ,heran, dan terkejut melihat tingkah linzi
*henry berusaha menutupi tubuh linzi dengan selimut, walaupun dia tergoda dengan tubuh indah linzi ,tapi henry tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan ,hanya laki laki lemah lah yang melakukan nya saat seperti ini.
henry benar benar terheran-heran melihat linzi*.
"kalau saja aku seorang bajingan ,mungkin kamu sudah habis bersamaku" ucap henry sambil menarik selimut untuk menutupi tubuh linzi
"emmm ,kepala aku " lenguh linzi sambil memegang kepala nya
linzi berusaha bangun dan duduk
"ahh pusing" ucap linzi ,linzi belum sadar apa yang terjadi semalam
**Jangan lupa LIKE KOMEN dan KLIK TOMBOL LOVE YA
__ADS_1
ig : mitaalvianadevi**