
Henry terpaksa masuk ke sebuah ruangan yang penuh dengan layar yang tersambung pada cctv cctv yang ada di villa Atada.
“James tunggu” ucap Henry menemukan sesuatu
Henry menemukan pusat kendali dari semua cctv dan juga kode kunci.
“Boss sambungkan “ ucap james lalu memberi kode kepada Henry agar tersambung pada james
“Linzii” ucap Henry lirih menatap layar dengan mata sayu . Henry berhasil masuk ke dalam cctv yang ada di kamar tempat Linzi berada.
Henry merasa menyesal membuat Linzi berada di dalam sana .
Harusnya dia sedang bersenang senang sambil menyiapkan acara pernikahan nya dengan Linzi sekarang.
“Boss 6161” kata James
“Boss” panggil James karena Henry tidak menjawab
“Oh iya ?” Sadar Henry yang malah melamun sambil menatap Linzi di balik layar .
“6161 boss” kata James
“Ok “ ucap Henry
“Linzi tunggu aku” batin Henry sekali lagi menatap Linzi .
Disaat Henry hendak keluar masih terdengar suara tembakan sedari tadi
“Boss jangan keluar dulu ,sepertinya Bara mulai curiga “ ucap Tedi memberi kode
Henry pun menghentikan langkahnya
Ternyata bara mulai menyadari jika Henry tidak ada di antara mereka.
“Boss hati hati “ ucap Ayan
“Alihkan perhatian bara “ kata Henry
“Siap boss” ucap mereka
“Boss ada jalan ,lewat balkon” kata James memberi kode
Henry pun langsung melangkahkan kaki nya melewati jendela dan ternyata benar
Ruangan Linzi terhubung dengan balkon
__ADS_1
Henry mencoba membuka tirai jendela dengan hati hati ,
Takut ada seseorang yang mengintai dari arah lain ,
“Boss cepat ,bara berusaha membawa Linzi “ ucap Tedi
Ternyata Bara berusaha mengambil Linzi ,mungkin untuk di jadikan sandera agar Henry dan anak buah nya bisa tunduk padanya.
Henry pun meloncat melewati celah balkon agar bisa masuk ke kamar yag ada di sebelah nya.
**LINZI**
Linzi masih meringkuh ketakutan di sudut kamarnya dengan kedua tangan yang menutupi kedua telinganya .
Mencoba tidak mendengar suara tembakan yang terus terdengar dan saling bersahut sahutan di luar sana.
“Tok tok Tok tok” suara ketukan yang sangat cepat dari arah jendela balkon nya ,membuat Linzi semakin meringkuk ketakutan
“Linzi ini akuu Henry ,bee buka cepat kita sudah tidak punya waktu lagi” ucap nya dari luar
“Haahh Henry “ Linzi sangat terkejut dan juga tak percaya,sejenak dia terdiam karena tidak percaya Henry ada di dekat ny
“Bee ayoo cepat buka kunci ny” kata Henry dari luar
“Ah iya tunggu “ Linzi tersadar dan benar Henry telah ada di dekat nya dan akan menyelamatkannya
Linzi pun langsung cepat cepat menuju balkon untuk membuka kunci pintunya dengan keadaan yang sangat lemas ,karena tidak makan dan minum sama sekali.
“Henry “ panggil Linzi sebari menangis
“Bee cepat “pinta Henry karena takut anak buah Bara ataupun Bara mengetahuinya.
Linzi berusaha sekuat tenaga untuk berjalan.
Akhirnya Linzi berhasil membuka pintu dan....
“Bee” pelukan Henry langsung mendarat di tubuh Linzi dengan sangat eratt
Begitupun Linzi yang langsung memeluk Henry
Tangisan Linzi pecah saat dia mendarat ditubuh Henry
“Maafkan aku lama menjemputmu” kata Herny
“Aku rindu kamu Linzi” ucap Henry
__ADS_1
Linzi tidak bisa berkata kata dia hanya menangis di pelukan Henry.
Kenyamanan telah kembali
“Apa kamu baik baik saja,apa dia menyakitmu, katakan biar ku habisi mereka” kata Henry
“Aku aku baik baik saja” ucap Linzi sambil menangis
Ceklekkkkk Suara pintu terbuka dan menampakan Bara dengan pistol di tangan kanan nya.
Suara pintu membuat Henry dan juga Linzi terkejut sontak langsung melepaskan pelukannya.
Mata Henry saling bertemu dengan mata Bara .
Tatapan Henry seketika berubah menjadi sorot mata yang menyeramkan
Henry pun langsung melepas pelukan nya dan meminta Linzi berdiri di belakangnya .
“Berhasil juga anda”ucap Bara dengan senyum di sudut bibirnya
“Lepaskan wanita itu atau kalian berdua mati bersama “ucap Bara menodongkan pistol ke arah Henry dan juga Linzi yang berada di belakang Henry
Keadaan semakin membuat Linzi takut.
Pelatuk yang kapan saja bisa membunuh mereka berdua
Tidak terbayangkan oleh Linzi mati karena tertembak seperti ini.
“Lepaskan dia” Pinta Bara
“Boss ulur waktu sebentar,anak buah Atada lumayan banyak” Suara Jeno terdengar di handsfree
“Dasar tidak tau malu ,hanya anak buah Atada “ kata Henry menyinggung nya dengan senyum jahat di sudut bibirnya
“Apa maksudmu” kata Bara sedikit menaikan nada bicaranya dan menurutkan tangan nya dan juga pistol yang ia pegang
“Anak yatim piatu yang menjadi pesuruh Atada “kata Henry tertawa memyeramkan
Bara pun langsung menatap Henry sangat tajam saat karena ucapannya
Henry baru sadar Atada pernah bercerita tentang Bara si anak yatim piatu yang ia tolong dan menjadi anak buah yang ia percaya dan sangat penurut padanya.
“Jangat asal bicara” kata Bara dengan mata melotot ,bisa saja mata itu keluar dari tempatnya jika tidak ada urat yang menahan nya
“Cihhhh, jangan banyak bicara cepat serahkan wanitamu” kata Bara kembali menodongkan tembakan kepada Henry dan Linzi
__ADS_1
Hay guys maaf ya lama update nya ,aku lagi sibuk kerja akhir akhir ini
Semoga kalian suka ya,Enjoyyyyyyyyy guyssssssss