
Ngurah Rai International Airport
Henry dan Linzi sudah berada di airport untuk menuju negara A.
Linzi sedikit memperlambat langkah nya dan dengan berat menengok ke belakang
" nanti kita kesini lagi" kata Henry yang melihat Linzi sedikit sedih lalu meraih tangan Linzi
Linzi hanya tersenyum simpul lalu mengikuti Henry
Di dalam pesawat.
Tarikan nafas berat Linzi membuat Henry lantas menatap nya
" why? " tanya Henry
Linzi lalu menengok dan menatap Henry
"Aku janji akan mengajak mu ke Bali lagi " kata Henry tersenyum
Linzi lalu sedikit melengkungkan senyumnya.
"tidurlah perjalanan kita masih lama " kata Henry menarik lembut kepala Linzi agar bersandar di pundak nya
Suara handphone Henry berdering
" ya " jawab Henry
" Pak pertemuan untuk besok OC meminta pak Henry yang harus menghadiri nya secara langsung" ucap seseorang di dalam telpon
" ok siapkan waktu" jawab Henry
" setelah makan siang bapak ada waktu kosong selama 1 jam " ucap nya
" ok " kata Henry
lalu mematikan telpon nya...
" apa ada masalah?" tanya Linzi tiba tiba
" tidak ,aku ada meeting dengan beberapa perusahaan besok" kata Henry
Dan Linzi mengerti maksud Henry
5 Jam Kemudian
" bee bangun" kata Henry lembut
" kita akan landing sebentar lagi " kata Henry
" emmm " lenguh Linzi
Henry malah tersenyum meliha wajah menggemaskan Linzi
" Nanti aku sudah siapkan supir untuk kamu" kata Henry
"kita sudah pindah di apartemen ku " jelas Henry
" emmm" Linzi mengangguk
"kamu tidak ikut?" tanyanya
" aku ada urusan sebentar di kantor" jelas Henry
Dan Linzi mengangguk mengerti
"3010" kata Henry
" emm??" bingung Linzi
" password Apartemen kita" kata Henry
" tanggal ulang tahunku?" kata Linzi
" iya ,biar kamu selalu ingat" jelas Henry
" ishhhh"
__ADS_1
BANDARA KOTA A
" bagaimana jika di depan ada banyak wartawan" kata Linzi mengehentikan langkah nya
" Henry selalu punya jalan sendiri" sombong Henry
" ishhh aku serius" kata Linzi
" bee aku Seorang Henry Aditama " katanya
" emm aku tau ,tapi wartawan lebih pintar " protes Linzi
" aku bisa membuat perusahaan mereka semua gulung tikar " kata Henry
" ishhh iya iya aku percaya" pasrah Linzi
percuma berdebat dengan Henry karena ada benarnya juga apapun bisa dia taklukan bahkan bisa dia hancurkan .
siapa yang berani mengganggu kehidupan Henry ,orang yang sangat penting di dunia bisnis dan paling ditakuti di dalam banyak hal.
Henry dan Linzi melewati jalur VVIP agar tidak ada wartawan yang mengetahuinya
walaupun mereka tidak tau jika ada Henry dan Linzi di bandara, tapi banyak sekali mata yang melihat ,itu bisa saja sampai pada tangan media.
" kamu pulang jam berapa nanti?" tanya Linzi kepada Henry karena mereka harus berpisah sebentar
" aku akan segera pulang setelah urusan kantor selesai " kata Henry lembut
" jika ada yang kamu butuhkan ,hubungi reksa " menengok ke supir
" dia akan menjagamu selama aku tidak ada"kata Henry
" ish kamu hanya pergi ke kantor tidak perlu seperti ini " protes Linzi
" lebih baik mencegah " kata Henry
" emm baiklah ,aku pergi dulu ,cepat pulang"kata Linzi
" iya bee" kata Henry
" sa jaga dia " ucap Henry kepada Reksa
Henry hanya takut kejadian penculikan dulu terulang kembali ,jadi sebisa mungkin dia melindungi Linzi dari orang orang jahat yang akan melakukan hal tidak diinginkan seperti dulu lagi
Reksa adalah penjaga Linzi dan juga pengawal pribadi Linzi yang sudah di siapkan oleh Henry
Reksa adalah orang kepercayaan Henry dari BLACK
Dia tidak mau merekrut orang salah untuk menjaga wanita yang sangat berharga di hidupnya.
DI DALAM MOBIL LINZI
" Emm saya harus panggil ?" linzi belum selesai berbicara
" panggil saja reksa nyonya Linzi" katanya
" ooh ok" kata Linzi tersenyum
" tolong berhenti di super market sebentar" pinta Linzi
" baik nyonya" katanya
Reksa pun berhenti di salah satu pusat perbelanjaan .
" Tunggu disini saya akan belanja sebentar" kata Linzi
Tapi Reksa malah mengikuti Linzi keluar dan masuk ke dalam .
" kamu mengikuti saya" tanya Linzi Yang sedikit terganggu karena dia terus mengikuti nya
" saya hanya menjalankan perintah boss nyonya" katanya
" tapikan ini di tempat belanja" kata Linzi heran
Reksa hanya dia dengan berdiri tegap seperti seorang pengawal
"saya jadi bahan tertawaan banyak orang" ucap Linzi dengan wajah yang malu
__ADS_1
" ok besok besok kamu boleh ikutin saya ,tapi jangan pakai baju formal seperti bodyguard seperti ini " kata Linzi sedikit tegas
"ok ?" kata Linzi
" siap nyonya" katanya
" huhh ada ada aja " ucap Linzi lirih sambil menutupi wajah nya karena semua mata tertuju padanya
Linzi pun berbelanja makanan dan sayuran serta peralatan mandi dan juga bahan bahan masakan,semua yang iya butuhkan untuk rumah baru Linzi membelinya agar tidak terasa kosong ,karena Linzi berfikir pasti rumah baru mereka akan kosong dan tidak ada banyak bahan makanan.
Selesai berbelanja Linzi pun kembali ke dalam mobil dan segera berangkat
15 Menit kemudian
" nyonya silakan " Reksa membuka kan pintu
" lantai berapa ?" tanya nya pada Reksa
" paling atas nyonya " katanya sambil membawa belanjaan Linzi
" saya antar" kata Reksa
" dan Linzi pun mengikuti nya
" ini akses untuk lift" Reksa memberikannya kepada Linzi
" terima kasih" ucap Linzi
Reksa dan Linzi pun memasuki lift
tingg
Lift berhenti di lantai 74 ,yaitu lantai kedua paling atas di apartemen itu
karena lantai paling atas disana adalah 75
" wahhhhhhh " Linzi terkejut
" ini apartemen Henry " tanya nya kagum dan terkejut
Apartemen yang memiliki akses lift sendiri ,dan berada di paling atas
ini lebih seperti rumah mewah bukan apartemen
dalam bayangan Linzi apartemen yang dimiliki Henry akan cukup untuk mereka berdua dan sederhana
tapi ini di luar dugaan ini sangat mewah dan gramour
Apartemen dengan lantai
" ini adalah penthouse pribadi milik boss Henry" kata Reksa
Dan Linzi masih sibuk terkagum kagum karena isi di dalam penthouse yang begitu rapi dan juga mewah penuh dengan barang mahal milik Henry
" ini punya Henry?" pertanyaan bodoh dari Linzi
" dan pemilik apartemen dengan 75 lantai ini adalah boss Henry " jelas Reksa
" HAAAAH" Bibir Linzi terus terbuka saking terkejutnya
"ternyata dia benar benar tidak nyata " batin Linzi terkejut dan heran
" jika ada yang dibutuhkan langsung hubungi saya " katanya
" ini handphone dari boss Henry " katanya memberikan sebuah paper bag kepada Linzi
" disitu sudah ada nomor saya dan boss Henry " katanya jelas
" saya permisi" ucapnya lalu melangkah kan kaki ke dalam Lift
" wahhh ini benar benar bagussssss" ucap nya senang dan berlari menuju balkon
Linzi lebih terkejut saat dia melihat tirai nya bisa terbuka secara otomatis
" wahhh , wahhh "
" benar benar sangatttt indahhhh" katanya saat melihat pemandangan kota A dari lantai 74 ,hampir sebagian besar kota A bisa dilihat dari dalam penthouse milik Henry
__ADS_1
HUYSSSS GUYSSS JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN KLIK TOMBOL LOVE YA
LOVE YOU GUYSSSS