
"bee aku ada perjalanan bisnis ke jepang ,mau ikut? " saat sedang menonton tv di rumah
"kapan?"
"Lusa berangkat "
"ikuttttttt " dengan wajah yang manja
" dasarrr " sambil mengusap rambut Linzi dengan Lembut
" baiklah ,Lusa kita berangkat" kata Henry dengan senyumnya
HARI KEBERANGKATAN
"Oh iya ,nanti disana aku sma siapa?" tanya Linzi
"aku hanya meeting sebentar ,nnti aku akan mengajakmu jalan jalan " ucap Henry
"janjii ?" sambil mengajungkan jari nya
"iya janji sayang " Henry pun mengikuti gerakan Linzi ,melingkarkan jari nya untuk memberi tanda
"pakai masker ,dan pakai topi ini " memasangkan kepada linzi sebelum turun dari mobil untuk masuk kedalam airport
"susah sekali menjadi istri seorang CEO terkenal " ucap Linzi
" ooh kamu menyesal menikah dengan ku" ucap Henry
"tidak juga " kata Linzi lucu
"dasar " mereka berdua berakhir tertawa karena candaan ringan yang mengiringi
HANEDA INTERNASIONAL AIRPORT
"wahhhh " mata Linzi berbinar saat pesawat akan landing di bandara Jepang
mata Linzi terfokus pada jendela di samping nya ,melihat dari atas kota tokyo sangat indah batin Linzi .
Ini adalah pertama kalinya Linzi pergi ke Jepang ,dan itu adalah salah satu negara yang ingin Linzi datangin selain Paris di Perancis.
"ini masih harus di pakai" tanya Linzi kepada Henry
"iya sayang , kamu tau kan aku terkenal diseluruh dunia " sombong nya mulai menganggu Linzi
"ishhhhh menyebalkan sekali " kata Linzi lalu diikuti tawa Henry karena berhasil membuat Linzi kesal karena tingkah sombong nya
HOTEL
"Ohh iya aku boleh kan pergi jalan jalan ?" ucap Linzi
"dengan ku?" tanya Henry
"sendiri laaa" kata nya
"tidak " jawab Henry tegas
"ah whyyyyy?"
"tidak ya tidak , aku akan mengantarmu jalan jalan" kata Henry
"tapi kan kamu kerja hen "
"kan masih besok meeting nya"
"terus ,besok aku tidak boleh pergi sendiri?" tanyanya
"tunggu aku ,aku meeting hanya sebentar " ucap Henry
__ADS_1
" tapiii......
"zi tolong paham ,kamu bukan istri orang biasa ,aku Henry ,kamu tau kan banyak orang jahat di luar sana " ucap Henry dengan wajah khawatir
Seketika Linzi terdiam dan memahami maksud Henry
Henry mendekati Linzi karena dia takut Linzi salah paham dengan ucapannya
Henry berjongkok di depan Linzi yang sedang duduk di atas tempat tidur
"aku tidak bermaksud melarangmu ,aku hanya tidak mau kamu dalam bahaya lagi ,paham ya " ucap Henry lembut agar Linzi mengerti maksudnya ,tapi Linzi hanya diam sambil menatap Henry
"kamu tau banyak sekali orang yang membenciku ,banyak orang ingin menjatuhkanku ,karena mereka tau ,kamu adalah satu satu nya kelemahan ku " ucapnya
"iya aku mengerti ,maaf " kata Linzi menyesal
"tidak perlu meminta maaf , aku mengerti maksud mu ,aku tau kamu ingin bersenang-senang disini ,bukan salahmu ,ini salahku karena tidak bisa membuat mu bahagia" katanya
"tidakk hen ,aku sangat bahagia ,aku bahagia bisa berdiri disini di samping kamu ,aku bahagia menjadi istri Henry Aditama" kata Linzi
Henry pun tersenyum dan mencium tangan Linzi
******
"wahhhh itu cosplay banyak bangett " ucap Linzi
Henry mengajak Linzi jalan jalan dan berbelanja di sekitar shibuya
"be aku mau itu " Linzi menunjuk es krim
"sekali lagi " ucap Henry
"apanya " bingung Linzi
" panggil aku seperti tadi lagi " Henry senyum senyum malu karena senang Linzi memanggilnya seperti itu
"iishhhhhh , ayoo aku mau eskrim " Linzi sedikit menarik tangan Henry
" eskrim coklat 1 "( dalam bahasa jepang)
"waahhhhh benar benar master " kagum Linzi saat tau Henry mengusai banyak bahasa
Dengan berlagak sombong Henry membuat Linzi tertawa
"sombong huuu " ucap Linzi bercanda
" thank you " kata Linzi saat dia mengambil eskrim nya
"emmm enakkkk " dengan wajah lucu nya
"dasar anak kecil" ledek Henry
Tapi Linzi menghiraukan ucapan Henry dan malah sibuk memakan eskrim nya
"be tunggu sebentar disini " kata Henry menyuruh Linzi duduk di sebuah bangku taman
"mau kemanaa " tanya Linzi
"Tunggu sebentar" Henry pun pergi dengan sedikit berlari
30 menit kemudiann
"hayyyyyy "
"wahhhhhh " Linzi sangat terkejut saat Henry membawa boneka teddy bear berukuran sangat besar ,bahkan lebih besar boneka itu dari pada Henry
"i love you " ucap Henry
__ADS_1
"i love you too" sambil menahan tawa nya
"ini ,ini kamu beli ?" gede bangett be " ucap Linzi sambil tersenyum dan sedikit heran
bisa bisa nya Henry membeli boneka berukuran sangat besar seperti ini
Henry sangat jarang bertingkah sweet dengan membelikan sebuah barang ,apa lagi ini boneka yang sangat besar seperti ini
"iya lah aku yang beli tidak mungkin Jeno " ucapnya
"tapi ,tumben aja kamu beli boneka ,dan ini besar banget" katanya
"buat kamu peluk besok ,karena aku Besok kerja ,jadi peluk dia saja ,okeyy?" ucap Henry
" okeyyy ,tapi aku masih ga percaya " ucap Linzi sambil tertawa heran
" ini serius kamu yang belis sendiri"
" tidak mungkin aku meminta orang lain" kata Henry
"baik lah baiklah ,terima kasih sayang 'cuppp " tiba tiba Linzi mencium bibir Henry sekilas dan membuat Henry tersenyum malu
HOTEL
"ini boneka ,ah disini saja " meletakkan boneka dia tas kursi
" ah kamu diam disini " Linzi berbicara kepada bonekanya seperti anak kecil
"Ooh iya besok meeting jam berapa " tanya Linzi
" jam 7 pagi mungkin "
" emm baiklah "
" jam 12 aku selesai ko bee "
" aku ingin pergi ke Disneyland " ucap Linzi
" okeyyy bigbos" canda Henry ,dan membuat Linzi tersenyum
ESOKNYA
07.30
"engghhhh "lenguh Linzi
Tangan Linzi mencoba memeluk Henry yang berada di samping nya tapu Linzi tidak menemukan Henry dan malah memeluk boneka nya
" ahh sudah siang " ucapnya sambil melihat jam
Linzi tau pasti Henry sudah berangkat meeting karena meeting nya jam 07.00
"emm kamu sekarang jadi temanku okay " ucap Linzi kepada bonekanya
"tapi kamu terlalu besar ,Henry tidak sebesar kamu " katanya
"tapi tidak apa apa ,karena kamu lucu aku mau hihi " seperti anak kecil yang berbicara dengan boneka nya
"ahhh " Linzi bangun dan menemukan sebuah surat dia atas meja di samping tempat tidur nya
"maaf ya bee aku langsung pergi ,kamu tidur sangat nyenyak aku tidak mau tidur mu terganggu ,bangun tidur langsung sarapan ,aku sudah menyiapkan di meja " isi note nya
Linzi pun seketika menengok ke arah meja ,dan benar sudah ada sarapan di sana ,
Linzi pun berjalan menuju meja
Linzi tersenyum melihat betapa Henry sangat menyayanginya dari hak hal sederhana yang selalu dia lakukan.
__ADS_1
guyssssss Jangan lupa like komen dan klik tombol love ya.
Love semuanya ,jaga kesehatan dan tetap dirumah jangan pergi kemana mana dulu , karena di luar sana lagi gak aman hehe