
Henry masih setia menunggu Linzi bangun .
“Bee ayo bangun ,aku rindu kamu” ucap Henry lirih
“Kamu tau ga sebentar lagi hari pernikahan kita ,ayoo bangun “
“ kamu selalu meminta aku untuk tidak khawatir kan ,mulai sekarang aku tidak akan mengkhawatirkanmu lagi, aku akan membuatmu bebas melakukan apapun yang kamu mau “
“Aku mohon bangun bee”
Tiba tiba jari jari Linzi mulai bergerak sedikit demi sedikit tanpa Henry sadari
Henry menundukan kepala nya di samping tubuh Linzi
“Henn” suara berat dan serak
“ Henn “ suara Linzi membuat Henry sangat terkejut
“Bee kamu , tunggu sebentar aku panggil dokter dulu” kata Henry langsung bergegas keluar memangil dokter
****
“Bagaimana dok” tanya Henry
“Nyonya Linzi baik baik saja ,hanya butuh istirahat dan masa pemulihan saja pak Henry” jelas dokter
“Terima kasih dok” ucap Henry
“Jangan bekerja terlalu lelah karena tangan kiri nyonya Linzi belum sembuh benar “ ucap dokter
“Siap dok ,terima kasih” kata Linzi dengan senyumnya
“Saya permisi pak Henry “ lalu tersenyum kepada Linzi dan beranjak pergi
“Istirahat kamu tidak boleh terlalu lelah” kata Henry membenarkan bantal Linzi
“Aku sudah baik baik saja Hen” kata Linzi dengan senyum tipis di bibirnya
Henry menarik nafas panjang karena dia sadar dia terlalu mengkhawatirkan Linzi begitu dalam ,dan Henry pun duduk di samping Linzi
“Jeno sama yang lain nya baik baik aja kan?” Tanya Linzi untuk mencairkan suasana
Dan Henry pun mengangguk dengan wajah datar
Linzi tau sebenarnya Henry tidak baik baik saja ,raut wajah nya tidak pernah bisa bohong
“Hen kamu marah” tanya Linzi
“Tidak “jawab Henry singkat
“Istirahat aku keluar sebentar membeli makan” katanya berdiri
__ADS_1
“Henn jangan tinggal kan aku” Henry pun menghentikan langkah nya
“Jangan diamkan aku” kata Linzi
“Aku tau kamu marah”
Henry membalikkan badan nya lalu menghadap Linzi
“Aku tidak marah padamu bee,aku marah sama diriku sendiri,aku gagal sebagai seorang laki laki “ucap Henry menyesal
Henry pun berjalan mendekati Linzi dan kembali duduk di samping Linzi sambil memegang tangan nya
“Mana bisa aku marah ,aku hanya membenci diriku sendiri, harusnya aku yang ada disini bukan kamu bee “kata Henry
“Aku tidak akan membiarkan kamu terluka karna melindungiku”kata Linzi balik menggenggam tangan Henry
“Jadi semua bukan salahmu ,aku yang ingin melindungimu “ kata Linzi
“Berhenti merasa bersalah” ucap Linzi tersenyum manis
******
Keesokan harinya
“Pagi bee” sapa Henry saat Linzi terbangun dari tidurnya
“Pagi juga sayang “ kata Linzi dan Henry pun sangat terkejut mendengar ucapan dari Linzi
“Pagi juga” kata Linzi tersenyum
“Seperti tadi “ pinta Henry sambil tersenyum malu
“Eem emmm” Linzi menggelengkan kepala nya
“I love you” ucap Henry lalu mencium kening Linzi
“Aku ingin ke toilet” kata Linzi ragu ragu
“Hahh” Henry pun ikut terkejut dan bingung
“Sebentar “ kata Hen membantu Linzi turun
“Kamu bisa sendiri kan” tanya Henry
“Emm” kata Linzi mengangguk
“Hati hati “ kata Henry mengantar sampai depan toilet
“Bee sudah ?” Tanya Henry
“Sebentar” tiba tiba Linzi membuka pintu dan mengeluarkan kepalanya saja
__ADS_1
“Henn “
“Hem apa”
“Kamu membawa baju ganti tidak?” Kata Linzi
“Hemm,itu” Henry mengangguk dan menunjuk tas kecil di atas sofa
“Semua nya?” Tanya Linzi
“Maksudnya?” Henry malahbintung karena Linzi tidak langsung pada intinya
“Itu “ “pakaian dalamku” ucap Linzi canggung
“Ahhh itu ,aku tidak ,aku tidak berani mengambilnya” ucap Henry canggung sambil menggaruk kepalanya
“Tolong ambilkan ,aku ingin ganti ,ini sudah tidak nyaman” kata Linzi
“Emmm iya iya nanti aku minta bibi untuk mencarinya” kata Henry
Linzi pun menutup pintu toilet kembali.
“Hufhhhhh” “kenapa disini jadi panas sekali” kata Henry
“Hen bantu aku “ teriak Linzi dari dalam toilet
“Hah ,Aku masuk?” Kata Henry
“Iyalah kalau tidak bagaimana bisa “ kesal Linzi dari nada bicaranya
“Iya iya sebentar” kata Henry
Ceklekkkk Henry membuka pintu toilet
“Aku masuk “ kata Henry
“Kamu sedang apa bee” ucap Henry terkejut melihat Linzi terdiduk di atas closet .
“Kakiku lemass”ucap Linzi dengan wajah yang lucu
“Tidak lucu” ucap Linzi karena Henry malah menertawakannya
“Iya iya maaf” kata Henry sambil menahan tawa nya
“Sudahlah aku bisa sendiri” Ucap Linzi menyingkirkan tangan Henry dan berusaha berdiri sendiri
“Ahkkk”Linzi terjatuh kembali di atas closet
“Keras kepala “ ucap Henry
Jangan lupa like komen dan klik tombol love ya guyssssssss
__ADS_1