
“Good morning baby”ucap Henry saat linzi mulai membuka
matanya
“ayoo bangun,katanya pengen cepet cepet pulang” kata Henry
sebari membereskan barang barang Linzi
“hemm ,memang sepagi ini ?” kata Linzi
“ dokter bilang kita bisa cek up minggu depan untuk
memastikan kamu baik baik saja” kata Henry
“kapan dokter kesini?” Tanya Linzi
“saat kamu tidur” jawab Henry
“kenapa tidak membangunkan aku” protes Linzi
“mana tega aku membangunkan **** yang sedang tidur senyenyak
itu” kata Henry dengan melirik kearah linzi
“Ishhhhh” Kesal Linzi diikuti suara Henry yang
menertawakannya.
*****
“ jangan angkat yang berat berat dulu” ucap Henry saat
membantu mendorong kursi roda Linzi menuju mobil
“iya boss siap” ucap Linzi
“jangan membantah” kata Henry
“ iya Henry aku mengerti” tegas Linzi
“Ooh iya persiapan pernikahan kita sudah semua?” Tanya Linzi
“ entahlah” kata Henry
“ hah? “ aneh Linzi
“ aku juga belum melihat nya” jawab Henry cuek
Sampai di depan mobil Henry membantu Linzi untuk masuk ke
dalam mobil .
Suasana di mobil menjadi canggung karena mereka saling diam
tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Linzi kesal karena Henry menjawab asal pertanyaan
nya,padahal Linzi menanyakan hal serius tapi Henry menanggapinya dengan cuek
dan seakan tidak perduli
“bee?”
“hemm” tanpa melihat kea rah Henry
“ bee” sekali lagi ia memanggil
“apa” jawab Linzi tanpa melihat
“ kamu yakin melaksakan pernikahan besok lusa?” kata Henry
membuat Linzi seketika langsung menoleh kearah Henry
“ maksudnya?” Tanya Linzi dengan wajah mulai kesal
__ADS_1
“maksudku….” Terpotong
“kamu ragu menikahiku ?” kata Linzi
“ bukan itu bee , aku takut kamu lelah dan …” ucapan Henry
lagi lagi terpotong
“sudahlah tidak perlu di jelaskan, aku mengerti “ kata Linzi
lalu memalingkan wajahnya kearah jendela mobil
Tapi berbeda dengan Henry dia malah memasang wajah tersenyum
dan tidak khawatir sama sekali akan sikap Linzi .
Mobil henry pun
memasuki depan rumah nya,
“ sudah sampai” kata Henry membukakan pintu mobil untuk
Linzi
“ sini aku bantu” kata Henry setelah menutup pintu mobil nya
“aku bisa sendiri” tolak Linzi
Linzi pun melangkahkan kaki nya memasuki rumah dan di sambut
oleh para pelayan .
“selamat datang nyonya Linzi “ ucap mereka serentak
“terima kasih” kata Linzi dengan senyum mengembang
“silakan nyonya “ kata pelayan mengarahkan Linzi
Linzi terlihat bingung tapi dia menurut pada pelayan dan
denah rumah ini lalu kenapa mereka membimbingnya untuk masuk rumah ini.
“ Wahhhhhh “ wajah terkejut Linzi sangat jelas terlihat
“waahhhh sangattt indahh “
“ gimana suka?” kata Henry yang berjalan di belakang Linzi
“ Ini kamu yang siapin semua nya?” Tanya Linzi dengan wajah
terkejutnya melihat dekorasi pernikahan yang sangat indah dengan nuansa putih
elegan
“ memang nya ada orang lain” sombong Henry
“ kamu menipuku “ ucap Linzi karena Henry sengaja membuatnya
kesal sedari tadi
“ ini benar benar indah “ kata Linzi berjalan mendekati area
altar untuk acara pernikahan mereka besok lusa
“wahhhh “ bibir Linzi terus terbuka karena begitu terkejut
karena Henry mendekorasi taman ini begitu indah dan cantik
“ Kamu suka?” Tanya Henry
“yaaa ,aku sangat menyukainya” kata Linzi berbalik kearah
Henry dan melengkungkan senyum yang indah kepada Henry
Suara dering handphone Henry
__ADS_1
“bee sebentar ya” kata Henry menjauh untuk mengangkat telpon
Beberapa saat setelah mengangkat telpon
“ bee?” panggil Henry
“ hemm?” Linzi menoleh
“ aku ada urusan di kantor sebentar, ooh iya aku sudah
meminta orang untuk mengantarmu ke valas boutique “ kata Henry
“ hemm baiklah, hati hati” kata Linzi sambil tersenyum
“ jangan kemana – mana setelah dari valas langsung pulang”
ucap Henry
“ iya boss siap” kata Linzi dengan mengangkat tangan dengan
hormat
“ gadis cantik” sambil mengusap kepala Linzi lalu “ cupppp”
menciun kening Linzi
“ aku berangkat ya” kata Henry melangkahkan kaki nya keluar
“ ada apa balik lagi,ada yang tertinggal?” Tanya Linzi
karena Henry berbalik
“ ini hadiah untuk mu Karena telah keluar dari rumah sakit”
kata Henry memasangkan kalung di leher Linzi
“ memang nya keluar rumah sakit harus di beri hadian” ucap
Linzi lirih
“ jangan sampai hilang,aku secara khusus mendesainnya
untukmu “ sebari memasangkannya
“ cantik “ kata Linzi sambil memegang kalung yang baru saja
Henry pasangkan
“cocok sekali” kata Henry sambil memandang Linzi
“ sekarang aku sudah tenang “ ucapan Henry membuat Linzi
bingung
“ aku pergi dulu ,love u bee” ucap Henry
“love u tooo” balas Linzi lalu Henry pun melangkah pergi
Suara mobil sudah terdengar meninggal area rumah .
“ hemm, memberi sebuah kalung menjadi tenang,memang kalung
ini ada penjaganya” ucap Linzi bingung tapi dia tidak mau terlalu memikirkan
nya dan kembali focus pada tempat yang sudah dia nanti nanti kan menjadi tempat
pernikahan nya dengan laki laki yang paling ia cintainya
guysss maaf ya handphone aku rusak lagi , aku minjem handphone temen buat update maaf banget ya guysss udah buat kalian nunggu:(
sekali maaf ya bikin kalian kecewa :(
__ADS_1
love you guysssssss