CEO Sombong

CEO Sombong
keluar rumah sakit


__ADS_3

“Good morning baby”ucap Henry saat linzi mulai membuka


matanya


“ayoo bangun,katanya pengen cepet cepet pulang” kata Henry


sebari membereskan barang barang Linzi


“hemm ,memang sepagi ini ?” kata Linzi


“ dokter bilang kita bisa cek up minggu depan untuk


memastikan kamu baik baik saja” kata Henry


“kapan dokter kesini?” Tanya Linzi


“saat kamu tidur” jawab Henry


“kenapa tidak membangunkan aku” protes Linzi


“mana tega aku membangunkan **** yang sedang tidur senyenyak


itu” kata Henry dengan melirik kearah linzi


“Ishhhhh” Kesal Linzi diikuti suara Henry yang


menertawakannya.


*****


“ jangan angkat yang berat berat dulu” ucap Henry saat


membantu mendorong kursi roda Linzi menuju mobil


“iya boss siap” ucap Linzi


“jangan membantah” kata Henry


“ iya Henry aku mengerti” tegas Linzi


“Ooh iya persiapan pernikahan kita sudah semua?” Tanya Linzi


“ entahlah” kata Henry


“ hah? “ aneh Linzi


“ aku juga belum melihat nya” jawab Henry cuek


Sampai di depan mobil Henry membantu Linzi untuk masuk ke


dalam mobil .


Suasana di mobil menjadi canggung karena mereka saling diam


tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Linzi kesal karena Henry menjawab asal pertanyaan


nya,padahal Linzi menanyakan hal serius tapi Henry menanggapinya dengan cuek


dan seakan tidak perduli


“bee?”


“hemm” tanpa melihat kea rah Henry


“ bee” sekali lagi ia memanggil


“apa” jawab Linzi tanpa melihat


“ kamu yakin melaksakan pernikahan besok lusa?” kata Henry


membuat Linzi seketika langsung menoleh kearah Henry


“ maksudnya?” Tanya Linzi dengan wajah mulai kesal

__ADS_1


“maksudku….” Terpotong


“kamu ragu menikahiku ?” kata Linzi


“ bukan itu bee , aku takut kamu lelah dan …” ucapan Henry


lagi lagi terpotong


“sudahlah tidak perlu di jelaskan, aku mengerti “ kata Linzi


lalu memalingkan wajahnya kearah jendela mobil


Tapi berbeda dengan Henry dia malah memasang wajah tersenyum


dan tidak khawatir sama sekali akan sikap Linzi .


Mobil henry pun


memasuki depan rumah nya,


“ sudah sampai” kata Henry membukakan pintu mobil untuk


Linzi


“ sini aku bantu” kata Henry setelah menutup pintu mobil nya


“aku bisa sendiri” tolak Linzi


Linzi pun melangkahkan kaki nya memasuki rumah dan di sambut


oleh para pelayan .


“selamat datang nyonya Linzi “ ucap mereka serentak


“terima kasih” kata Linzi dengan senyum mengembang


“silakan nyonya “ kata pelayan mengarahkan Linzi


Linzi terlihat bingung tapi dia menurut pada pelayan dan


denah rumah ini lalu kenapa mereka membimbingnya untuk masuk rumah ini.


“ Wahhhhhh “ wajah terkejut Linzi sangat jelas terlihat


“waahhhh sangattt indahh “


“ gimana suka?” kata Henry yang berjalan di belakang Linzi


“ Ini kamu yang siapin semua nya?” Tanya Linzi dengan wajah


terkejutnya melihat dekorasi pernikahan yang sangat indah dengan nuansa putih


elegan


“ memang nya ada orang lain” sombong Henry


“ kamu menipuku “ ucap Linzi karena Henry sengaja membuatnya


kesal sedari tadi


“ ini benar benar indah “ kata Linzi berjalan mendekati area


altar untuk acara pernikahan mereka besok lusa


“wahhhh “ bibir Linzi terus terbuka karena begitu terkejut


karena Henry mendekorasi taman ini begitu indah dan cantik


“ Kamu suka?” Tanya Henry


“yaaa ,aku sangat menyukainya” kata Linzi berbalik kearah


Henry dan melengkungkan senyum yang indah kepada Henry


Suara dering handphone Henry

__ADS_1


“bee sebentar ya” kata Henry menjauh untuk mengangkat telpon


Beberapa saat setelah mengangkat telpon


“ bee?” panggil Henry


“ hemm?” Linzi menoleh


“ aku ada urusan di kantor sebentar, ooh iya aku sudah


meminta orang untuk mengantarmu ke valas boutique “ kata Henry


“ hemm baiklah, hati hati” kata Linzi sambil tersenyum


“ jangan kemana – mana setelah dari valas langsung pulang”


ucap Henry


“ iya boss siap” kata Linzi dengan mengangkat tangan dengan


hormat


“ gadis cantik” sambil mengusap kepala Linzi lalu “ cupppp”


menciun kening Linzi


“ aku berangkat ya” kata Henry melangkahkan kaki nya keluar


“ ada apa balik lagi,ada yang tertinggal?” Tanya Linzi


karena Henry berbalik


“ ini hadiah untuk mu Karena telah keluar dari rumah sakit”


kata Henry memasangkan kalung di leher Linzi


“ memang nya keluar rumah sakit harus di beri hadian” ucap


Linzi lirih


“ jangan sampai hilang,aku secara khusus mendesainnya


untukmu “ sebari memasangkannya


“ cantik “ kata Linzi sambil memegang kalung yang baru saja


Henry pasangkan


“cocok sekali” kata Henry sambil memandang Linzi


“ sekarang aku sudah tenang “ ucapan Henry membuat Linzi


bingung


“ aku pergi dulu ,love u bee” ucap Henry


“love u tooo” balas Linzi lalu Henry pun melangkah pergi


Suara mobil sudah terdengar meninggal area rumah .


“ hemm, memberi sebuah kalung menjadi tenang,memang kalung


ini ada penjaganya” ucap Linzi bingung tapi dia tidak mau terlalu memikirkan


nya dan kembali focus pada tempat yang sudah dia nanti nanti kan menjadi tempat


pernikahan nya dengan laki laki yang paling ia cintainya


 


 


guysss maaf ya handphone aku rusak lagi , aku minjem handphone temen buat update maaf banget ya guysss udah buat kalian nunggu:(


sekali maaf ya bikin kalian kecewa :(

__ADS_1


love you guysssssss


__ADS_2