CEO Sombong

CEO Sombong
usahaaa2


__ADS_3

Suasana sangat menegangkan bagi Henry, melibatkan nyawa orang yang paling ia sayang saat ini.


“Linzi maafkan aku” berkali kali ia ucapkan kata maaf dalam hatinya merasa bersalah kepada orang yang tidak seharusnya menjadi bagian dari kejahatan para lawannya.


“boss itu mobil Ayan” ucap Tedi


“berhenti dibelakang nya” kata Henry


“Hen pakai ini dulu “ Jeno memberikan handsfree kepada Henry dan juga Tedi agar mereka mudah berkomunikasi


“ini dari James ,ini sudah tersambung pada James juga “ kata Jeno menjelaskan


Lalu Henry dan Tedi pun memakai nya pada telinga begitupun dengan Jeno


“Ayan?” Tanya Henry


“dia sudah memakai ini” jelas Jeno yang mendapat anggukan pada Henry.


“tes tess James bisa dengar suara gue” kata Jeno memberi kode


“ gimana aman?” Tanya Henry


“ aman boss, lewat jalan belakang penjaganya sedikit lengah” ucap James


“ ok “ kata Henry dan juga Jeno serta Tedi mengerti


Handsfree mereka tersambung satu sama lain,jadi jika Henry mengatakan sesuatu mereka semua yang memakai handsfree bisa mendengar suara Henry.


Handsfree buatan James sangat sangat berguna dan juga canggih.


Henry sangat hati hati untuk memasuki villa Atada karena melihat begitu banyak penjaganya yang memantau setiap sudut villa itu.


“Hati hati kanan” kata James karena dia memantau dari cctv


“duaaarrr” suara tembakan dari Henry


Suara tembakan saling bersahut sahutan mulai dari Henry,Jeno,dan juga dari arah Tedi


Seperti adegan adegan di film action yang sangat menegangkan,salah sedikit saja mungkin mereka bisa tertembak dan gagal menyelamatkan Linzi.


“boss lewat kiri masuk ke pintu belakang aman” kata James memberi kode


Henry dan anak buah nya pun mengikuti perintah James

__ADS_1


“okk berhasil” kata James


“ Linzi ada di lantai 3 boss” kata James


“ok” Henry mengerti dan mencari cara menuju lantai tiga


“boss saya di lantai “ kata Ayan


“gimana keadaan” Tanya Jeno


“pengamanan ketat boss” kata Ayan


“ ok “ kata Henry mengerti


“Tedi ikut saya “ kata Henry


“Jeno nanti ikuti Ayan” Henry memberi instruksi


“ siap boss” kata Jeno mengerti


“yang lain ikuti saya dan Ayan” kata Henry


“ siap boss” ucap anak buah Henry serentak


Henry dan Tedi mencari jalan aman menuju lantai tiga,lagi lagi suara tembakan bersahut sahutan diikuti dengan tembakan dari berbagai arah yang sudah sadar bahwa ada penyusup masuk .


“bangsatttt” “abisi mereka” kata Bara


“siap boss” ucapnya lalu pergi


“ *** bagaimana mereka bisa masuk” kesal Bara dengan tatapan tajam nya


Bara kesal karena sedari tadi dia memantau cctv tapi bisa kecolongan ada penyusuf masuk,bagaimana tidak James sudah mengatur segalanya.


*RUANGAN LINZI*


Duarrrrrrrrrrrr


“ahhhh suara tembakan “ kata linzi terkejut


Linzi ketakutan dan kembali ke sudut kamar dengan melipat kedua kakinya dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya yang sedikit cubby.


“Ka raka “ tangisan Linzi sambil menyebut nama Henry yang tanpa sadar ia ucapan kala sedang mabuk ataupun ketakutan

__ADS_1


Suara tembakan di luar membuat Linzi sangat ketakutan ,takut terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan.


***********


“bos sebelah kiri” kata Tedi dan Henry pun langsung menghindar dan bersembunyi di balik dinding


“ tinggal berapa” Tanya Henry kepada Tedi


“ 3 boss” jawab Tedi


“ ok “ kata Henry ,


Henry menanyakan tinggal berapa lagi peluru yang ada padanya.


“ sebelah mana kamar Linzi” Tanya Henry kepada siapa saja yang tau dimana Linzi berada


“ ada di sebalah kanan Bara boss” Ayan menjawab karena dia yang pertama kali datang dan mengetahuai lebih dulu .


“Ok alihkan perhatian Bara”kata Jeno yang juga sudah di lantai 3


“siap boss” kata Ayan


******


“saya disini “kata Ayan keluar dari persembunyiannya untuk mengelabuhi perhatian Bara dan anak buah nya


Ayan dan anak buah yang lain nya saling tembak dengan Bara dan para anak buah Bara.


Suara tembakan terus terdengar di lantai 3.


“ boss lari” kata Jeno memberi instruksi kepada Henry agar masuk ke dalam ruangan tempat Linzi di sekap.


Henry pun langsung berlari menuju ke arah pintu kamar tempat Linzi berada


“ Di kunci ada kodenya” kata Henry memberi tahu


“James buka kode nya” kata Henry


“tunggu dulu boss” kata James


“boss cari tempat yang aman dulu” kata James


Henry pun langsung pergi dan masuk ke sembarang ruangan agar aman sebari menunggu James mencari kode kamar Linzi.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE,KOMEN,DAN KLIK TOMBOL LOVE YA GUYSSS


ENJOYYYYYYYYY HEHEHE


__ADS_2