
Henry keluar dari meeting room dan diikuti oleh jeno
"putus semua kerja sama dengan tuan atada" ucap henry kepada jeno
"tapi hen ,dia berinvestasi cukup besar di BRIS ,apa tidak masalah" ucap jeno
"tanyakan pada yumi ,aku sudah memberitahu semua nya pada yumi" ucap henry lalu memencet tombol lift
"mau kemana?" tanya jeno saat henry melangkah ke dalam lift
"pulang " ucap henry dengan pintu lift yang hampir tertutup rapat
"enak sekali dia pulang" ucap jeno kesal
Rumah Henry
henry memasuki rumah dengan mobil mewahnya ,biasa nya henry selalu di antar jemput oleh jeno ,tapi semenjak ada linzi henry lebih sering membawa mobil sendiri
"selamat datang tuan" ucap pelayan henry hanya tersenyum tipis lalu masuk ke dalam rumah nya
"linzi?" tanya nya pada pelayan
"nona linzi berada di kamar nya tuan" ucap pelayan
henry yang mengerti maksud pelayan itu langsung menuju ke atas
ceklekk " henry membuka pintu kamar linzi
"linzii...." ucap henry langsung terdiam saat melihat linzi tertidur di atas kasur masih memakai baju yang sama
henry berjalan mendekati linzi
"hey ayo bangun ,linzi " ucap henry lembut
"linzi bangun" ucap henry sambil mengusap kepala linzi dengan lembut
"emmm" ucap linzi
"bangun sayang" ucap henry lembut
"jam berapa sekarang" ucap linzi
"11" ucap henry
__ADS_1
"haah " ucap linzi langsung bangun dan melihat jam di handphone nya
"aku ketiduran " ucap linzi menyesal
"aku belum masak apapun ,apa kamu lapar?" ucap linzi menyesal
"mandi saja dulu" ucap henry
"hmm baiklah ,aku mandi dulu ya" ucap linzi langsung menuju kamar mandi
1 jam kemudian linzi keluar dari kamar mandi
"kemana dia" ucap linzi mencari henry
"wahh bau apa ini" ucap linzi
linzi langsung turun menuju dapur karna mencium aroma makanan yang sangat menggoda
"waaaahhhhh " linzi menatap henry dengan tatapan kagum
"makanan sudah siap" ucap henry yang sedang sibuk di dapur dengan memakai celemek ,sangat cocok sekali di pakai oleh henry
"kamu yang masak ini semua ?" tanya linzi dengan mata berbinar karna melihat makanan enak
"duduklah ,kita makan" ucap henry sambil menarik kursi kebelakang agar linzi bisa duduk
"emmm enakk sekali" ucap linzi saat mencoba makanan yang di buat henry
"lain kali kamu yang harus memasak"ucap linzi sambil menikmati makanan nya
"aku ingin kamu yang selalu memasak untuk ku" ucap henry tepat di telinga linzi membuat linzi terdiam dari makan nya
"ekmmm " linzi canggung karna ulah henry
"makan yang banyak " ucap henry sambil tersenyum karna gemas melihat tingkah linzi
"ohh iya aku ingin tanya sesuatu" ucap linzi
"apa?"ucap henry sambil duduk di depan linzi
"memamgnya ada meeting malam hari?" tanya linzi penasaran
"ooh itu , meeting mendadak tidak bisa di tunda" ucap henry berbohong kepada linzi
__ADS_1
linzi hanya menganggung mengerti .
"aah kenyang nya" ucap linzi merasa puas karna perut nya sudah terisi.
"kamu tidak akan makan?" tanya linzi
"makanan ku berbeda" ucap henry
"hih, memang nya kamu bukan manusia" ucap linzi
"ah aku akan membersihkan ini dulu"ucap linzi yang akan membersihkan bekas makan nya
"biarkan saja ada pelayan yang akan membersihkannya,mereka di gaji untuk bekerja" ucap henry sambil menarik tangan linzi untuk pergi ke atas
"mau kemana?" tanya linzi
"tidur" ucap henry
"haahh" linzi terkejut dan langsung melepas genggaman tangan henry lalu menitupi bagian depannya,sontak henry pun langsung berhenti dan melihat ke arah linzi
"apa yang kamu pikirkan ,bukannya kamu lelah karna sudah pergi jauh ,aku hanya akan mengantar ke depan kamarmu saja" ucap henry sambil melangkah menaiki tangga
linzi merasa malu karna ulah nya sendiri dan tidak berani menatap mata henry
saat di depan pintu kamar linzi henry berhenti mendadak dan membuat linzi yang berjalan di belakang nya menabrak punggu henry
"auhh" ucap linzi memegang dahi nya
henry pun sontak langsung membalikkan badannya ke arah linzi
" apa kamu mau tidur denganku malam ini" bisik henry di telinga linzi
"yaaa dasar mesummmm" teriak linzi sambil memukul tubuh henry
"iya iya stop aku hanya bercanda " ucap henry karna linzi terus memukul mukul badan nya
"dasar mesum " ucap linzi sambil terburu buru masuk ke dalam kamar ,lalu dengan segera mengunci pintu kamar nya
"huhhh " nafas linzi tidak beraturan dan jantung nya berdetak dengan cepat
"linzi linzi masih saja degdegan " ucap linzi smabil memegang dada nya untuk memastikan jantung nya masih baik baik saja
"aku punya kunci cadangan" ucap henry sambil tersenyum di depan kamar linzi
__ADS_1
**jangan lupa LIKE KOMEN , dan KLIK TOMBOL LOVE
ig : Mitaalvianadevi**