
"wahhhhhh" bibir Linzi terus terbuka karena terkejut
"bisa bisa nya dia bilang apartemen kecil " ucap Linzi
" benar benar master" puji nya
Linzi terus berjalan menyusuri penthouse milik Henry
suara dering telpon membuat Linzi terkejut
Linzi pun segera mengambilnya dari paper bag yang di berikan oleh reksa tadi
" haah my husband" terkejut Linzi saat melihat ponsel nya
"iya hallo " jawab nya
"ini benar rumah Kita?" Linzi memastikan
" iya bee " jawab Henry
" my husband?" tanya Linzi
" siapa yang memberi nama ini?" kata Linzi
" aku lah " jawab Henry
" why? " ucap Linzi
" supaya orang tau kamu sudah memiliki aku " ucap Henry
Linzi sedikit aneh dan menahan tawa nyaq
" memang nya orang lain akan meneliti isi ponselku" kata Linzi protes
"ok baiklah ,aku ingin istirahat ,bye" kata Linzi langsung mematikan telpon Henry
" Dasar " kata Linzi tertawa kecil
"ini kan iPhone keluaran terbaru " Linzi tertegun melihat handphone barunya dengan tiga kamera di belakang nya berlambangkan Apple
" wahhh " dia selalu merasa diistimewakan oleh Henry
" kamar" kata Linzi langsung berlari mencari kamar nya
Linzi pun menemukan pintu dan membukanya
"wahhhhhh " lagi lagi Linzi terkejut saat melihat isi kamar yang begitu elegan dan mewah
sangat besar untuk ukuran kamar seperti ini
dengan tempat tidur yang berwarna putih bersih semakin membuat nuansa kamar menjadi lebih mewah
" wahhhhhh benar benar bagus" katanya dengan mata berbinar
Linzi pun berjalan dan menemukan ruangan
" wahhhh ,banyak sekali " katanya terkejut
Linzi menemukan walk in closet yang sudah terisi penuh oleh baju Laki laki di sebelah kanan yang tersusun sangat sangat rapi ,dan sebelah kiri baju perempuan, serta bagian tengah cermin yang sudah tertata rapi dengan make up bermerek yang sangat terkenal.
"wahhhhh ,benar kah ini apartemen seorang laki laki " katanya
"banyak sekali barang perempuan" Linzi terkejut
__ADS_1
dan tidak lama bunyi pesan dari ponsel Linzi ,dan Linzi pun segera membukanya
" bee aku sudah menyiapkan semua pakaian dan peralatan an mu " isi pesan Henry
" Wahh jadi semua ini baru " kata Linzi
" sayang sekali ,dia dengan mudah membuang buang uang" kata Linzi sambil berjalan menyusuri walk in closet yang sekarang sudah menjadi milik nya dan juga Henry
" ini kan merek terkenal " kata nya saat melihat pakaian yang sudah tertata rapi di rak bagian kiri yang khusus baju nya
" sepatu tas jam tangan sampai ikat rambut pun ada" Linzi heran
" sangat romantis " katanya
" aishhhh " Linzi terkejut sekaligu malu saat membuka sebuah laci yang berisi pakaian dalam perempuan
" ahkk memalukan" katanya
" dasar Henry " katanya malu
Linzi pun berjalan menuju Cermin dan meja rias dan disana sudah banyak tertata make up sangat banyak
" memang nya aku akan memakai ini semua " kata Linzi
" Henry Henry " heran Linzi
Linzi terdiam sejenak sambil melihat pantulan dirinya di depan cermin
"Aku sekarang Linzi Aditama, bukan Linzi audira " batin Linzi
" mah pah ,sekarang ada yang menjagaku ,dia raka anak kecil bodoh yang dulu papah selamatkan , dia sekarang telah menjadi suamiku " batin nya
" ahh aku harus membawa Henry bertemu orang tua ku" ucap nya ( maksud Linzi adalah berziarah ke makam orang tua nya)
*KANTOR HENRY*
tok tok tok
"masuk " kata Henry
Pintu pun terbuka dan Yumi melangkahkan kaki nya
" pak meeting sudah siap " kata Yumi
Yumi bisa menjadi sangat sopan dan profesional saat sedang bekerja ,dan itu lah yang Henry suka dari kerja Yumi
"ok " kata Henry beranjak dari kursi kerja
" saya permisi" ucap Yumi
Suara dering telpon Henry tiba tiba berbunyi ,membuat Henry seketika menghentikan langkahnya
"Hen hen dengerin gua " suara brutal Jeno terdengar
" emm " kata Henry malas
" dewan eksekutif OC ternyata Anastasya "katanya
Henry puma langsung sedikit terkejut tapi tetap tenang
" ooh " respon yang sangat tidak biasa
" ooh doang ,lu kagak kaget" kata Jeno
__ADS_1
Lalu Henry pun mematikan telpon Jeno
Pasti Jeno sangat kesal karena dia sudah memberi tau Henry tapi dia malah mengabaikannya bahkan mematikan telpon nya dengan tidak sopan,tapi begitulah Henry dia selalu seperti itu,tapi Jeno tau Henry pasti terkejut mendengarnya
" bagaimana dia bisa sampai OC "batin Henry
tok tok
" Hen sudah waktunya" Suara Yumi terdengar dari luar
Henry tidak menjawab dan dia keluar setelah Yumi memanggilnya
" siapa nama dewan eksekutif OC " tanya Henry sambil berjalan dan Yumi mengikuti Henry dibelakangnya
" Anastasya" kata Yumi
Henry terlihat sedikit geram dan menahan amarahnya
"kenapa aku tidak menelitinya" batin Henry
Henry memasuki Lift bersama Yumi
"selamat siang pak " ucap penjaga lobby BRIS kepada Henry
Henry dan Yumi pun memasuki mobil dan duduk berdua di bangku belakang ,selayaknya boss dan sekertaris nya
Henry mengadakan pertemuan di buat hotel bintang Lima
Henry dan Yumi sampai di grand Hotel
"Ini berkas untuk akuisisi OC" kata Yumi menyerahkannya pada Henry
" dimana mereka" tanya Henry
"sudah menunggu didalam pak" jawab Yumi
Henry mengerti dan langsung bergegas menuju meeting room
sampai di depan meeting room Yumi membukakan pintu
Yumi mengetuk sebentar dan
" CEO Henry" kata Yumi memberitahu ke dalam bahwa Henry sudah datang
"selamat siang semua " sapa Henry langsung berjalan ke tempat duduk yang sudah di siapkan untuknya
" ok selamat siang ,saya Henry Aditama CEO BRIS " perkenalan yang singkat tapi mengagumkan bagi orang yang melihatnya
Seorang wanita yang duduk tidak jauh dari Henry pun berdiri dan menyapa Henry Dengan mengulurkan tangan nya
" Anastasya " katanya mengulurkan tangan
"Henry " Tanpa canggung Henry menjabat tangan nya seolah tidak ada apa apa
" baiklah bla bla blaaa " panjang lebar Henry menjelaskan
Henry tidak tau bahwa dewan eksekutif dari OC company adalah Anastasya
dan mulai hari ini BRIS telah mengakuisisi OC company
Hayy guys jangan lupa like komen dan klik tombol love nya yahhhh
jangan sampeee lupaaaaa
__ADS_1
LOVE YOUU GUYSSSSS