CEO Sombong

CEO Sombong
bee


__ADS_3

"selamat pagi " sapa henry menuruni anak tangga dan melihat linzi yang sedang merapihkan meja makan untuk sarapan


"pagi " jawab linzi dengan senyum nya


"masak apa bee" kata henry


"bee?" bingung linzi


"bee "jelas henry mendekat ke meja makan


"kenapa tidak linzi saja" kata linzi


"itu panggilan sayangku untuk mu, kamu juga harus panggil aku dengan panggilan sayang ok?" kata henry duduk menghadap meja makan untuk sarapan


"aku tidak terbiasa" ucap linzi dengan bibirnya yang sedikit manyun


"biasakan mulai sekarang" pinta henry


"emmm baiklah" ucap linzi pasrah


***


"aku berangkat kerja dulu ya" ucap henry berpamitan kepada linzi


"aku ingin bekerja lagi:(" ucap linzi kepada henry ,karna dia sangat bosan di rumah tanpa ada kerjaan seperti ini ,hanya menonton tv dan menunggu henry pulang ,sangat membosankan bagi linzi yang sudah terbiasa bekerja keras


"kamu mau menjadi asisten pribadi aku lagi" kata henry lalu medekati linzi


"tapi kamu harus selalu mau setiap aku tergoda dengan .."


"henry" kesal linzi menginjak kaki henry karena henry berbicara tepat di telinga nya


" ah ah sakit bee" kata henry kesakitan


"lagian kamu" ucap linzi kesal


"di rumah saja, kamu akan menjadi nyonya henry nanti" ucap henry sebar tersenyum meledek


"henry stop" ucap linzi kesal ,henry malah cengengesan melihat linzi malu malu seperti itu


" aku berangkat , cup "


"love you" ucap henry mencium kening linzi lalu melangkah keluar meninggalka linzi

__ADS_1


Linzi terdiam sejenak mendapat perlakuan sepert itu dari henry ,linzi benar benar merasa di cintai lagi ,semenjak orang tua nya meninggal,linzi tidak pernah menerima cinta dan perhatian begitu besar dari orang lain,tapi henry selalu memperlakukan nya layaknya seorang putri ,hati linzi selalu berdebar setiap kali henry menyentuh nya ataupun sekedar menatap nya ,cinta benar benar membuat linzi tidak berdaya ,


"aku benar benar jatuh cinta " ucap linzi lalu munutup wajahnya dengan kedua telapak tangan nya karena lalu dengan kejadian tadi


"ahh linzi sadar ,sadarrrr" linzi menepuk nepuk pipi nya sendiri


***


Linzi sedang menikmati menonton tv dengan cemilan di tangan nya


ting tong bunyi pesan dari handphone linzi


linzi pun segera membuka hp nya dan melihat isi pesan


"jam 7 aku jemput ,dandan yang cantik " pesan singkat dari henry


"emmm" linzi berfikir sejenak


"memang nya ada acara penting nanti malam" ucap linzi


Linzi hanya membaca pesan dari henry,dan meletakkan kembali handphone nya


Linzi sedang bersiap siap untuk pergi dengan henry


Linzi sudah siap dengan gaun warna merah di atas lutut dan bagian atas nya yang sedikit terbuka menampakan tulang bahu nya yang indah


Sebuah mobil memasuki rumah henry ,dan linzi pun segera keluar


tapi yang dia lihat bukan henry


melainkan 2 orang memakai jass hitam rapi ,sepertinya mereka adalah bodyguard dan supir yang di minta henry untuk menjemput linzi


"pak henry?" tanya linzi


"kami di minta untuk menjemput nona linzi" ucap salah satu bodyguard


Linzi pun mengangguk tanda mengerti


bodyguard itupun mempersialkan linzi untuk masuk kedalam mobil


Linzi benar benar bingung tidak biasanya henry menyuruh orang lain untuk menjemput nya ,biasanya dia akan datang sendiri karna tidak mempercayai orang lain


Mobil yang di tumpangi linzi berhenti di sebuah gedung pemutaran film terbesar di kotanya

__ADS_1


"silakan nona linzi" bodyguard mempersilakan linzi untuk turun dan membukakan pintu untuk linzi


"terima kasih" ucap linzi tersenyum ,tapi linzi sangat bingung untuk apa mereka menurunkannya di gedung bioskop ,dan tempat nya bertuliskan "close"


buat apa le bioskop kalo tutup " batin linzi


"tuan henry sudah menunggu di dalam " ucap dua pria berjass hitam itu


"terima kasih" ucap linzi mengerti dan melangkah memasuki gedung cinema itu dengan hati hati


Linzi benar benar bingung karena gedung itu gelap dan lampu tidak ada yang di nyalakan satu pun ,dan linzi berfikir dia pasti salah kostum ,karna dia pikir ,dia akan menghadiri acara resmi karna henry memintanya untuk berdandan yang cantik ,


bodohnya linzi juga tidak bertanya ada acara apa hari ini


Dengan gaun anggun dan dandanan seperti mau ke acara resmi ,tapi malah masuk ke gedung cinema yang sudah tutup dan gelap


Linzi menggerutu pada hati nya


"linzi linzi kenapa tidak bertanya dulu tadi" sesal linzi


Linzi pun berjalan memasuki lobby gedung cinema itu


dan menemukan cahaya di arah depan ,dengan berat hati karna takut ada sesuatu yang tidak diinginkan ,linzi melangkahkan kaki nya mengikuti cahaya lampu yang menyala,karna hanya itu satu satu nya lampu yang menyala


**Jangan lupa like komen dan klik tombol love ya


HAY GUYSSSS terima kasih sudah setia dengan novel aku ,aku kasih hadiah puisi


ini puisi buatan aku sendiri ya


bikin puisi juga salah satu hobby aku hehe


Tengok satu cinta


Tak berujung suka


Dan malah menjadi luka


Apa semenakutkan itu jatuh cinta


Apa tak ada titik dimana bisa suka


Kata nya cinta pembuat bahagia

__ADS_1


Tapi malah berakhir tanpa rasa


"mita**"


__ADS_2