
"Hari ini cukup sampai disini ,terima kasih " ucap Henry mengundurkan diri
Henry pun beranjak pergi dan
" Pak Henry " panggil Anastasya dan Henry pun menoleh diikuti oleh Yumi
"Boleh bicara sebentar" kata Anastasya memberi kode kepada Yumi agar keluar sebentar
"saya permisi" kata Yumi
"Hen Hay " kata Anastasya
Henry membalas dengan datar dan tanpa respon ,dia hanya diam mematung dengan kedua tangan di dalam saku celananya
"jika tidak ada yang penting saya pergi " kata Henry memalingkan wajahnya
"Hen tunggu" Anastasya menahan Henry dengan memegang jass bagian belakangnya
Henry pun menatap tajam Anastasya karena dia tidak sopan memegang jass Henry
"ooh maaf " katanya lalu melepaskan
"saya permisi" kata Henry pergi
"Hen tunggu hen" kata Anastasya tapi Henry menghiraukannya
"arrghhhhh"kata Anastasya kesal
****
"Hen mobil sudah siap" kata Jeno
" langsung pulang" Ucapnya langsung memasuki mobil
"Urus Anastasya " kata Henry
" siap boss" kata Jeno
****
"Kamu sudah sampai "kata Linzi terkejut melihat Henry sudah duduk di depan tv
"bagaimana hari ini?" tanya Linzi dan duduk di samping Henry
Henry hanya menatap lembut Linzi .dan Linzi balik menatap Lembut Henry
"zi kamu percaya aku kan? " tanya Henry
Dan Tidak biasa nya Henry memanggilnya seperti itu
"emm ,lalu?" kata Linzi
"aku takut kamu tidak percaya padaku" kata Henry
"apapun yang kamu lakukan ,aku pasti akan percaya dan aku akan bertanya padamu langsung " katanya
" makasih bee" kata Henry mengusap rambut Linzi
" aku mandi dulu " kata Henry beranjak
" ooh iya aku lupa membeli pembalut ,antar aku ke supermarket ya" kata Linzi
" kamu sedang " tanya Henry
"iyaa "jawab Linzi
"tidak bisa dong" dengan wajah lucu
__ADS_1
"dasar mesum ,cepat sana mandi" kata Linzi
Henry pun hanya tertawa kecil karena dia berhasil menggoda istrinya.
****
" kamu mau pergi ke supermarket atau ke rumah sakit" kata Henry heran karena Linzi sibuk menggunakan masker nya di tambah topi dan juga kaca mata
" ahh diam lah cepat pakai ini " kata Linzi memakaikan Masker wajah pada Henr
" banyak sekali paparazi jadi kita harus hati hati" jelas Linzi
Henry malah tersenyum melihat tingkah Linzi yang menurutnya Lucu
"Cepatlah "kata Linzi
Henry pun menurut kata Linzi
"apa kamu bisa melihat jalan" kata Henry karena Linzi memakai kacamata Hitam dengan topi yang menutupi
"emm"sambil mengangguk
"biar aku saja yang beli " kata Henry saat akan memasuki lift
Henry merasa bertanggung jawab atas apa yg terjadi kepada Linzi,dia menjadi tidak nyaman saat akan pergi ke tempat yang ramai
"sudahlah ,kita pergi bersama "kata Linzi lalu memasuki lift dan diikuti oleh Henry
supermarket
Linzi sibuk membeli ini dan itu padahal niat awalnya dia hanya ingin membeli pembalut.
Henry yang menemani nya pun hanya heran sambil tersenyum karena Linzi begitu bersemangat
"aku ingin membeli ini , ini ,ini ,ini apa lagi ya" katanya sambil mengambil semua yang Linzi mau
" apa lagi ?" kata Henry
Linzi terdiam sejenak untuk berfikir
"ice krim " teriak Linzi lalu langsung menarik Henry menuju tempat ice krim
Linzi pun mengambil ice krim lumayan banyak
"sebanyak ini?" heran Henry
" untuk stok karena kita akan susah keluar lagi" kata Linzi
Henry pun mengangguk mengerti dan menuruti saja apa mau Linzi
"oke kita bayarrrr yeyy" kata nya senang
Henry dan Linzi pun menuju kasir untuk membayar semua belanjaan nya
" $135 " ucap kasir nya
Linzi pun menoleh kepada Henry
" sayangg " Ucap Linzi lembut dengan tangan meminta
Henry pun tersenyum di dalam masker wajahnya melihat Linzi yang sedang merayunya dengan lucu
Henry pun mengambil kartu di dalam dompet nya dan memberikannya kepada Linzi
"terima kasih :) " katanya tersenyum
Linzi pun memberi kartu nya kepada kasir untuk membayar
__ADS_1
"terima kasih " ucap kasir
Linzi pun menunduk sopan
" pulang?" tanya Henry
" emm" mengangguk "aku lelah " kata Linzi Dengan nada manja
Henry pun meletakkan barang barang ke dalam bagasi mobil
Linzi pun memasuki mobil selagi Henry menaruh barang barang nya
"ahhh lega sekali " saat Linzi membuka masker wajah nya beserta kacamata dan juga topi yang ia pakai
Henry pun melajukan mobilnya kembali menuju penthouse
"bee udah sampai" kata Henry
Dan ternyata saat Henry menengok Linzi malah tertidur
" dasarrr " kata Henry tersenyum melihat wajah lugu Linzi yang sedang tertidur
Henry pun keluar dari mobil ,dan membuka pintu Linzi dan segera menggendongnya
"lelah belanja Sampai seperti ini" heran Henry sambil memandang wajah Linzi dengan senyum tipis nya.
Henry pun memasuki lift sambil menggendong Linzi.
saat sampai di penthouse Henry langsung membawa Linzi menuju kamarnya
"Ahk ternyata berat juga " ucap Lirih Henry sambil mengernyitkan dahinya
Henry pun melepas sepatu Linzi lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Linzi
"cupp" ciuman mendarat di kening Linzi
"good night bee" ucap nya lembut
Henry pun beranjak menuju ruang kerjanya .
Jam menunjukan pukul 2 dini hari.
" kamu belum tidur " suara Linzi mengejutkan Henry yang sedang terdiam di meja kerjanya
Henry pun seketika langsung menoleh ke arah Linzi
" kamu bangun" kata Henry lalu beranjak mendekati Linzi
" aku hauss" kata Linzi dengan wajah mengantuk
Henry pun mengambil air minum untuk Linzi
dan memberikannya pada Linzi
" kamu ga tidur?" tanya Linzi
" ini mau tidur" jawab Henry
" sedang ada Masalah?" tanya Linzi
" tidak " kata Henry meyakinkan
" tidur yuk " Ajak Henry
" hemmm. " Linzi menurut dan berjalan mengikuti Henry
hayy guyssss jangan lupa **like komen dan klik tombol love yaaaaa
__ADS_1
love you guysssssssss** ,