CEO Sombong

CEO Sombong
fake friend


__ADS_3

RUANGAN HENRY


Henry sedang duduk di meja kerja nya dan terfokus pada komputer di depan nya,


bersama dengan jeno yang berada di tempat duduk di depan meja henry dan sibuk dengan laptop nya.


"dia bekerja di cafe atada " ucap jeno sambil fokus pada komputer nya


"gue kesana sekarang" ucap jeno


"bawa kesini" ucap henry


"untuk apa ,bawa saja dia ke kantor polisi" ucap jeno


"bawa kesini" ucap henry sambil menatap tajam jeno


"ok ok ,gue pergi dulu" ucap jeno berangkat pergi


"tunggu , hati hati banyak anak buah atada "ucap henry karna cafe tempat hanna bekerja adalah cafe depan perusahaan atada


Jeno pun beranjak menuju cafe untuk menjemput teman linzi yaitu hanna


sedangkan henry masih sibuk dengan komputernya


Rumah Henry


"ahhh ,membosankan" ucap linzi yang masih merebahkan badan nya di tempat tidur


"baru jam 12 ,apa aku ke kantor saja" ucap linzi melihat jam di handphonenya


"aku akan membawakan makan siang untuk henry " ucap linzi bangun lalu beranjak ke dapur


Kantor Henry


tok tok sini masuk" ucap jeno


dan henry pun sedang sibuk di depan komputernya tiba tiba jeno masuk membawa hanna


"permisi" ucap hanna hati hati dan henry pun langsung menoleh ke arah hanna


"masuk" ucap henry dingin


"duduk" ucap henry lalu henry pun beranjak dari kursi kerja nya dan berdiri menuju arah hanna ,henry benar benar mempesona ,dengan tangan di masukan dalam saku celana membuat hanna terpaku melihat nya


hanna melihat henry tanpa berkedip karna henry begitu mempesona


"ambilkan minum" ucap henry kepada jeno


"ok boss" ucap jeno lalu berlalu pergi


"langsung saja ,saya tidak suka basa basi" ucap henry lalu duduk di depan hanna


hanna benar benar terkesima melihat ketampanan henry ,bahkan dia tidak mendengarkan henry berbicara padanya


"ah iya maaf" ucap hanna tersadar karna henry menatap nya


"ada apa ya saya di minta kesini" ucap hanna


"ada urusan apa dengan linzi" tanya henry tegas

__ADS_1


"ah itu ,dia teman baikku" ucap hanna sambil tersenyum


"teman baik?" tanya henry sambil menatap tajam


"hemm " ucap hanna sambil mengangguk


LOBBY BRIS


linzi terlihat memasuki pintu lobby BRIS dengan membawa tas yang berisikan makanan untuk henry ,linzi pun menuju resepsionis untuk menanyakan apakah henry ada atau tidak ,karna linzi memang mau memberi kejutan kepada henry


"permisi pak henry ada" ucap linzi


"pak henry berada di ruangan nya " ucap resepsionis ,


resepsionis itu tidak bertanya kenapa linzi mencari CEO Henry ,karna mereka hanya tau linzi adalah asisten pribadi henry


"terima kasih" ucap linzi ,


linzi pun berjalan menuhu lift untuk ke lantai atas menuju ruangan henry


RUANGAN HENRY


"akan ku tunjukan padamu " ucap henry berdiri dan mangambil laptop nya


" ini " ucap henry memberikan rekaman video hanna yang bertemu dengan Tuan atada di depan cafe crown ,dan hanna masuk ke dalam mobil atada


flasback


Saat hanna dan linzi bertemu di cafe crown tempo hari


linzi pulang lebih awal karna henry menyuruhnya untuk pulang.


hanna masih menunggu di cafe crown saat itu ,


di hari itu juga hanna menjebak linzi .


hanna di perintah oleh atada untuk membawa linzi keluar agar atada dapat menculik linzi


LIFT


Linzi sedang menungu lift naik ke lantai atas menuju ruangan henry


ting"


pintu lift pun terbuka dan linzi melangkah keluar menuju ruangan henry dengan bekal makan yang sudah ia persiapankan khusus untuk henry


"pak henry di dalam" tanya linzi kepada yumi sekretaris henry


"ada urusan apa mencari henry " ucap yumi dengan wajah kesal dan tidak suka


"aku asisten pak henry" ucap linzi yang semakin membuat yumi kesal


"ok kalo tidak mau jawab saya langsung masuk saja" ucap linzi lalu melangkah pergi,linzi memang bukan wanita penakut yang gampang di tindas oleh orang .


"yaa , aiisssssss" teriak yumi dengan kesal


"dasar jalang" umpat yumi


RUANGAN HENRY

__ADS_1


"itu itu dia pemilik cafe crown " ucap hanna gugup seperti ketakutan ,ternyata cafe crown adalah salah satu bisnis food milik atada


"benarkah? lalu apa hubungan mu dengan nya" ucap henry menanyakan apa hubungan hanna dengan atada


saat linzi hendak membuka pintu dia mendengar suara henry yang tiba tiba membuat nya terkejut karena membahas tentang tuan atada yang sudah menculik nya tempo hari ,dan ada suara wanita yang tidak asing di telinganya ,linzi memilih menahan diri untuk membuka pintu ,dia lebih memilih mendengarkan nya di balik pintu


"lin....,,.ahhhh kenapa dia ada disini" panggil jeno yang terkejut dan memilih untuk tidak jadi memanggil linzi karna percuma ,pasti linzi sudah mendengar percakapan henry di dalam


dan jeno pun melihat linzi yang hampir mau membuka pintu tapi tidak jadi ,jeno benar benar cemas karna pasti linzi sudah mendengar apa yang terjadi di dalam


"ini" ucap henry memperlihatkan sebuah foto hanna sedang menerima sebuah amplop dari atada di depan lobby sebuah apartement


"itu... itu dia memberi gaji ,iya memberi gaji" ucap hanna benar benar gugup saat henry bertanya


"jadi seorang karyawan diberi gaji di luar dan di sebuah lobby apartement dengan amplop dan langsung dengan boss nya,mencurigakan sekali" ucap henry heran


"itu aku tidak bermaksud seperti itu" ucap hanna gugup dan mulai terpancing untuk jujur


"tidak bermaksud? " ucap henry memancing hanna agar jujur


"tidak bermaksud untuk apa"tanya henry lagi


"langsung saja ,apa hubungan mu dengan nya?" ucap henry tajam membuat hanna kerakutan


"saya tidak ada hubungan nya dengan tuan atada saya juga tidak tau kalau tuan atada akan menculik linzi dia teman ku" ucap hanna keceplosan dan langsung menutup mulutnya


"menculik linzi ? bahkan saya tidak menyebutkan tentang penculikan linzi ,bagaimana kamu bisa tau" ucap henry tajam dan dingin


"itu , ituu linzi memberitahukan" ucap hanna mencari alasan


"linzi menberi tahumu?" ucap henry


ceklekkkk


tiba tiba pintu terbuka dan menampakan linzi di balik pintu dan di ikuti jeno di belakang linzi


"aku tidak tau kenapa dia ada disini" kode jeno kepada henry ,


henry dan hanna sangat terkejut apa lagi hanna ,dia sudah berbohong kepada linzi


"hanna " ucap linzi terkejut , sebenarnya linzi sudah tau karna mendengar nya dari luar tapi dia kurang yakin ,karna tidak percaya ,teman yang dulu selalu bersama nya tega melakukan itu


"linzi aku tidak ...." ucapan hanna terpotong


"aku tau pasti kamu mempunyai alasan untuk ini ,tapi aku benar benar tidak percaya kamu melakukan ini hanna" ucap linzi benar benar kecewa kepada hanna


"aku tidak bermaksud melakukan nya linzi ,maafkan aku" ucap hanna mendekati linzi


"aku sudah memafkanmu ,tapi sebaiknya mulai sekarang kita tidak perlu bertemu lagi" ucap linzi kepada hanna


"tapi linzi ,aku benar benar tidak bermaksud menyakitimu ,aku benar benar minta maaf " ucap hanna menyesal


"satu lagi ,aku tidak tau kenapa kamu melakukan hal itu , saat aku mendengar mu di luar ,aku berfikir ,apakah aku punya salah padamu ? tapi jawaban nya tidak ,bahkan aku selalu memafkanmu ,saat dulu kamu menjual barang satu satu peninggalan orang tua ku ,aku memafkanmu karna kamu sedang membutuhkan uang ,tapi sekarang kamu benar benar keterlaluan ,kamu sama saja menjualku, apakah dimatamu pertemanan kita bisa di artikan dengan berapa banyak uang yang kamu butuhkan?


mulai sekarang hidup lah dengan lebih menghargai orang lain. " ucap linzi berkaca kaca menahan air matanya


linzi benar benar percaya kepada hanna ,dulu saat hanna menjual kalung satu satu nya peninggal ibunya ,linzi mengerti karna hanna membutuhkan uang untuk membayar biaya rumah sakit ibunya


tapi kali ini hanna sangat keterlaluan karna mempertaruhkan nyawa linzi .

__ADS_1


****jangan lupa like komen dan klik tombol love


ig : mitaalvianadevi**


__ADS_2