
Laksmi seorang gadis remaja yang sudah sejak kecil ditinggalkan oleh kedua orang tuanya. Dia kini hidup bersama keluarga adik dari ayahnya yang serba kekurangan. Dia masih duduk dibangku sekolah menengah pertama (dia anak yang berprestasi lho).
Setiap hari selepas pulang sekolah dia selalu membantu bibinya berjualan kue keliling kampung, dia tidak malu melalukan itu walapun dia gadis yang cantik berkulit putih, berhidung mancung, demi untuk membantu biaya sekolahnya yang selalu bertambah setiap semesternya.
Pada hari ini sepulang berjualan dia terkejut karena dirumahnya sedang duduk seorang lelaki setengah baya dengan membawa surat-surat di tangannya ternyata dia adalah kepala sekolah disekolahnya.
"ada apa ya pak rudi datang kerumah tiba-tiba apa dia akan mengeluarkanku dari sekolah karena belum membayar uang spp dua bulan ini?" batin nya bergumam
"itu pak laksmi sudah pulang" ucap bibinya kepada pak rudi
pak rudi tersenyum melihat kedatangan laksmi
"kemarilah laksmi, bapak ingin membicarakan hal penting denganmu!" panggil pak rudi pada laksmi yang masih berdiri didepan pintu sambil memegang wadah tempat kue.
"ada apa bapak tiba-tiba datang kemari? apakah bapak akan mengeluarkanku dari sekolah?" tanya laksmi dengan mata yang berkaca-kaca
pak rudi hanya tersenyum mendengar kata-kata polos laksmi
"tidak nak, justru bapak akan memberikanmu beasiswa dari sekolah, tetapi..." pak rudi menghentikan ucapannya
"ada apa pak?" tanya laksmi semakin penasaran
"tetapi kamu akan dipindahkan ke pesantren di kampung jatiasri karena beasiswa ini mencari siswa-siswi yang pandai dalam mata pelajaran agama" ucap pak rudi
laksmi hanya terdiam mendengarkan ucapan pak rudi dan berfikir apakah harus pindah sekolah atau tidak.
__ADS_1
"pak, apakah aku boleh memikirkan ini lebih dulu karena ini begitu mendadak bagiku?" tanya laksmi
"tentu saja laksmi, kamu boleh memikirkan ini dulu sebelum memutuskannya tapi bapak harap kamu dapat memutuskannya dalam waktu dekat karena ini dibatasi hingga lusa" ucap pak rudi
Setelah semua percakapan itu pak rudi pamit untung pulang. Sepulangnya pak rudi laksmi tidak sengaja mendengar obrolan paman dan bibinya didapur sambil membuat kopi untuk pamannya.
"mas, coba kamu bujuk si laksmi itu supaya dia mau saja ke pesantren, lumayan kan mas dapat mengurangi biaya hidup kita, anak kita masih kecil-kecil mas masih butuh biaya yang cukup banyak sedangkan laksmi sudah besar dia bisa menjaga diri" ucap bibinya pada paman adi
"kamu benar mir, tapi aku jujur saja tidak tega menjauhkan laksmi dari kita biar gimanapun dia anak dari kakak ku" jawab paman adi
..."tidak apa-apa paman, biar aku pergi ke pesantren sekalian biar aku menambah ilmu agama" ucap laksmi dengan terpaksa....
Hari ini saatnya laksmi pergi kepesantren dengan dijemput pak rudi dari rumahnya dan akan mengantarnya menuju pesantren. Laksmi berpamitan kepada paman dan bibinya serta sepupunya yang masih kecil dia merasa sedih tetapi mau bagaimana lagi ini semua demi melanjutkan belajarnya daripada harus membebani pamannya untuk membiayainya.
Ustadzah ainun mengajak laksmi masuk kekamarnya yang di situ telah ada penghuni lain yang nantinya sekamar dengannya. Dia adalah zahra dan anisa. baru berapa jam saja mereka sudah akrab.
Dari seberang pesantren tempat laksmi dia melihat sosok pria tampan dengan memakai peci memakai baju koko dan celana bahan hitam, rupanya disebrang sana adalah pesantren untuk laki-laki.
dia sangat kagum pada pria itu dan terus memandanginya, sampai terdengar suara adzan
"allahu akbar allahu akbar"
tanda masuknya waktu sholat, laksmi pun terkejut hingga sadar dan segera bangkit dari duduknya
"astagfirullah, kenapa aku memandang pria seperti itu, itu sama saja zina mata, ampuni aku ya allah" ucap laksmi sambil pergi menuju mushola
__ADS_1
tanpa disadari laksmi dari tadi pria itu juga memandang laksmi dari kejauhan.
(rupanya ada benih-benih cinta pandangan pertama diantara mereka).
tidak terasa sudah tiga bulan laksmi berada di pesantren dan sekarang dia pun sudah lulus sekolah menengah pertama karena saat berangkat dia sudah duduk d kelas 3. Dia sekarang sudah melanjutkan sekolah di bangku sekolah madrasah aliyah.
setiap hari dia duduk dibawah pohon sambil membaca kitab pelajarannya terkadang juga dia menengok ke arah pesantren laki-laki karena masih penasaran dengan sosok pria tampan itu. tanpa disadari didepannya sudah berdiri ustadzah ainun dengan seorang pria.
"laksmi, kenalkan dia musa anak dari ustadz fadlan, dia kemari untuk membantu mengajar di mengaji bagi santriwati yang masih kecil"
laksmi terkejut ternyata dia pria yang sering ia pandangi dari kejauhan. mereka saling memperkenalkan diri tapi tidak berjabat tangan eitss bukan mahrom ya ukhty akhi.
dengan adanya musa mengajar di tempat santriwati membuat laksmi dan musa menjadi sering bertemu. tanpa disadari mereka saling jatuh cinta. tapi mereka tidak mungkin pacaran kan. hingga mereka lulus sekolah mereka masih saling memendam cinta.
dengab memberanikan diri musa bicara pada ayahnya yaitu ustadz fadlan tentang laksmi
"ayah, aku jatuh cinta pada seorang santriwati aku ingin melakukan ta'aruf dengannya" ucap musa pada sang ayah
ustadz fadlan sangat terkejut tidak disangka ternyata anaknya memendam rasa dengan seorang gadis. yang tidak lain adalah murid dipesantrennya.
"apa kamu tidak salah musa, jujur saja sebenarnya ayah sudah ada rencana menjodohkanmu dengan anak ustad fitra" jawab sang ayah
musa sedikit kecewa karena keputusan ayahnya tanpa melakukan pembicaraan dengannya terlebih dahulu. tapi apa mau dikata dia tidak bisa menolak keputusan ayahnya.
hingga suatu hari pertemuan kedua keluarga terjadi untuk memutuskan pernikahan musa dan farida anak dari ustad fitra. semua sudah terjadi tidak ada harapan lagi untuk menjalin hubungan dengan laksmi gadis pujaannya.
__ADS_1