
Tiga hari kemudian adam berangkat kembali ke pesantren dengan kedua orang tuanya jantungnya berdebar-debar "bagaimana kalau lamaranku ditolak laksmi ya, ahh sudahlah itu urusan nanti yang penting aku sudah berusaha dan berdoa". Adam mengusapkan kedua tangannya ke wajahnya seraya berdoa.
Ayahnya yang duduk di sampingnya didalam mobil menepuk-nepuk punggung adam.
" tenang adam"ucap ayahnya menenangkan.
"fokuslah menyetir jangan ngebut jangan pelan juga" lanjut ayahnya. Adam hanya mengangguk dan tersenyum.
Sesampainya di pesantren ayah dan ibu adam di sambut bahagia oleh kiayi munawir di halaman pesantren karena sebelum berangkat adam sudah memberi tahu pak kiayi bahwa orang tuanya akan datang.
"assalamualaikum.." ucap ayah adam
"waalaikumsalam sohibku" jawab kiayi munawir. Merekapun berpelukan karena sudah lumayan lama tidak bertemu. Pak kiayi mengajak orang tua adam masuk kedalam ruangannya untuk beristirahat dahulu sambil menunggu waktu sholat dzuhur.
Adzan berkumandang waktu sholat dzuhur tiba semua penghuni pesantren segera pergi ke mushola yang ada di pesantren. Selesai sholat mereka makan siang bersama bersama santriwati yang ada di situ.
Saat makan siang bersama tampaklah laksmi yang sedang membantu menyiapkan makanan untuk semua orang bersama teman-teman yang lain.
__ADS_1
"ibu.. itu.." ucap adam pada ibunya sambil menunjuk laksmi dengan mulutnya agar tidak ada yang melihat.
"itu gadis yang mau kamu lamar?" tanya ibunya
"iya bu, bagaimana? ibu suka dengan pilihan adam?" tanya adam.
"mana ibu tau, ibu belum berbicara dengannya bahkan melihat wajahnya, apa kamu sudah melihat wajahnya?" tanya ibunya lagi sambil berbisik.
"belum.. hihi tapi adam yakin dia gadis yang baik dan cantik, cinta tidak mengenal rupa kan bu?" ucap adam.
Setelah makan siang kini saatnya orang tua adam untuk membicarakan niat mereka datang ke pesantren. Merekapun berbicara di ruang istirahat dengan duduk beralas tikar dan di temani makanan kecil dan buah-buahan dengan suasana yang tenang.
"begini kiayi, sebenarnya saya datang kesini ingin meminta salah satu anak didik kiayi sebagai calon menantu saya" ucap ayah adam memulai pembicaraan.
"menantumu? maksudmu untuk adam? bukankah dia masih kuliah dan usianya baru 20 tahun?" tanya kiayi heran.
"iya kiayi, tapi mau bagaimana lagi dia sudah ingun cepat-cepat melamar gadis itu katanya takut di patok ayam" gurau ayah adam.
__ADS_1
Kiayi munawir pun tertawa dengan gurauan ayahnya adam dan mulai bertanya kepada adam.
"kamu ingin melamar siapa dam?" tanya kiayi
"laksmi pak kiayi" jawab adam.
Kiayi munawir pun berpikir sejenak yang mana gadis bernama laksmi karena disini banyak santriwati dan kiayi tidak mengenalnya satu persatu.
Lalu pak kiayi bertanya pada ustadzah ainun tentang laksmi. Ustadzah ainun pun menjelaskan bahwa laksmi anak yang cukup berprestasi, dia gadis yang cantik, dan baik sepertinya cocok dengan adam.
Adampun tersipu malu mendengar penjelasan ustadzah dia berharap laksmi akan menerima lamarannya yang tiba-tiba ini.
"tapi pak kiayi laksmi baru akan lulus setahun lagi, apa adam siap menunggunya?" tanya ustadzah ainun.
"aku siap ustadzah, aku juga baru akan lulus kuliah enam bulan lagi. Aku juga tidak buru-buru menikah hanya ingin menjalankan taaruf dengannya" ucap adam menjelaskan.
Semua orang pun menerima permintaan adam dan nanti pak kiayi akan membicarakan nya dengan laksmi selepas sholat isya.
__ADS_1