
**dengab memberanikan diri musa bicara pada ayahnya yaitu ustadz fadlan tentang laksmi
"ayah, aku jatuh cinta pada seorang santriwati aku ingin melakukan ta'aruf dengannya" ucap musa pada sang ayah
ustadz fadlan sangat terkejut tidak disangka ternyata anaknya memendam rasa dengan seorang gadis. yang tidak lain adalah murid dipesantrennya.apa kamu tidak salah musa, jujur saja sebenarnya ayah sudah ada rencana menjodohkanmu dengan anak ustad fitra" jawab sang ayah
musa sedikit kecewa karena keputusan ayahnya tanpa melakukan pembicaraan dengannya terlebih dahulu. tapi apa mau dikata dia tidak bisa menolak keputusan ayahnya.
hingga suatu hari pertemuan kedua keluarga terjadi untuk memutuskan pernikahan musa dan farida anak dari ustad fitra. semua sudah terjadi tidak ada harapan lagi untuk menjalin hubungan dengan laksmi gadis pujaannya.
ditempat berbeda laksmi merasa sangat sedih mendengar berita pernikahan musa dengan anak ustad fitra tanpa disadari air matanya jatuh membasahai pipi hingga menetes jatuh d atas kerudungnya**.
"sudahlah laksmi jangan sedih, mungkin musa memang bukan jodohmu serahkan semua masalahmu kepada allah" ucap zahra yang duduk d sampingnya
"zahra benar laksmi mungkin suatu saat allah akan memberimu cinta yang lain" sambut anisa
mereka bertigapun berpelukan kedua sahabatnya dapat merasakan kesedihan yang dirasakan laksmi.
__ADS_1
ditempat lain ustad fitra sedang mempersiapkan tempat untuk acara ijab kabul yang akan dilaksanakan lusa, semua persiapan dilakukan dengan konsep santri karena ini pernikahan kedua anak ustad itu.
dalam hati musa merasa sangat sedih dia menangis dalam solatnya sambil meneteskan air mata karena cinta pertamanya tak bersambut karena orang tua. tapi dia tidak menganggap semua ini kesalahan mungkin inilah jodoh yang allah pilihkan untuknya.
hari akadpun tiba semua tamu undangan hadir untuk menyaksikan acara pernikahan musa dan farida termasuk laksmi yang datang bersama anisa dan zahra.
"saya terima nikahnya farida humaira binti mohamad fitra dengan mas kawin tersebut" ucap musa yang kini sah menjadi suami farida
semua tamu undangan merasa bahagia untuk kedua mempelai begitupun laksmi ikut bahagia walapun ada kesedihan didalam hatinya.
sesampainya di pesantren laksmi duduk dibawah pohon sambil memegang buku kitabnya yang dia letakan di dadanya sambil termenung.
"laksmi, kami kembali ke kamar dulu ya, tidak apa-apa kan kamu sendiri disini?" ucap zahra
"iya zahra, aku tidak apa-apa. kembalilah nanti aku menyusul!" jawab zahra lembut
dan merekapun kembali masuk ke pesantren
__ADS_1
"sebenarnya aku tidak tega meninggalkannya sendiri anisa" ucap zahra
"biarlah zahra mungkin dengan dia sendiri akan membuat hatinya lebih tenang" jawab anisa
zahra pun mengangguk tanda setuju. Di tempat laksmi duduk tiba-tiba ada seseorang yang mendekatinya dan ikut duduk di bawah pohon itu dengan jarak yang agak jauh.
"assalamualaikum" terdengar suara seorang pria di samping laksmi
tanpa melihat laksmi pun menjawab salam pria itu "*waalaikumsalam"
"kamu laksmi kan, aku tau tentang dirimu dari musa, dia selalu menceritakan tentang dirimu kepadaku, sebenarnya dia tidak menginginkan pernikahan ini*" ucap pria itu
"apa maksudmu, dan siapa kamu? aku tidak pernah melihatmu?" tanya laksmi kepada pria itu
"oh iya, aku belum memperkenalkan diri sama kamu ya, hehe aku adam sepupu musa, aku memang tidak mondok disini, aku tinggal didesa sebelah, tapi musa selalu menelponku dan bercerita tentangmu"
"bercerita tentang diriku? apakah musa juga mencintaiku?" gumam laksmi di dalam hati karena selama ini diapun tidak tau bahwa musa menyukainya.
__ADS_1