Cinta Anak Santri

Cinta Anak Santri
episode 4


__ADS_3

Rumah musa


Hari sudah menjelang subuh seperti biasa farida bangun lebih awal agar tidak terlambat untuk sholat subuh diapun membangunkan musa suaminya agar mereka dapat sholat berjamaah.


Setelah bada' subuh seperti biasa farida menyiapkan sarapan untuk musa yang akan berangkat mengajar pukul 07.00 pagi nanti karena setelah menikah musa sudah tidak mengajar di pesantren lagi kini dia mengajar di madrasah tidak jauh dari rumahnya.


Jam pun menunjukkan pukul 06.30 musa turun ke lantai bawah untuk sarapan bersama istrinya.


Diruang makan mereka hanya terdiam tidak ada pembicaraan apapun selayaknya suami istri mungkin karena musa masih belum mencintai farida. sebenarnya hati farida sangat sedih dengan semua itu.


"mas musa, sampai kapan kita akan seperti ini sudah hampir 2 bulan kita menikah tapi aku belum mendapatkan hak ku sebagai istri dan kamupun belum memenuhi kewajibanmu sebagai suami" ucap farida memberanikan diri bicara kepada musa


karena selama ini dia tidak pernah mengajak musa bicara kecuali musa terlebih dahulu yang mengajaknya bicara.


musa memandang ke arah farida yang ada di depannya dengan pandangan tajam tanpa menjawab pertanyaan farida. setelah itu dia meletakkan sendok yang ada di tangannya diatas piring tanda dia berhenti makan. dia segera beranjak dari tempat duduknya sambil membawa tas kerjanya dan berlalu begitu saja tanpa menghiraukan farida.


tanpa disadari air mata farida menetes jatuh dikerudungnya.


Sementara didalam mobil sambil mengemudi musa terngiang perkataan farida saat sarapan tadi pagi.


"kau benar farida, kenapa aku begitu tega padamu, seharusnya aku memenuhi kewajibanku sebagai suami dan memberikan hak mu, tapi aku masih belum bisa memenuhinya karena hatiku masih milik orang lain" guman musa didalam hatinya.

__ADS_1


Sementara dipesantren baik santriwan maupun santriwati sedang melakukan ujian. terlihat diwajah laksmi tampak tenang karena dia sudah belajar sungguh-sungguh dari kemarin.


Tanpa dia sadari dari luar ruang ujian ada tatapan seorang pemuda yang sedari tadi melihat kearah laksmi. siapa lagi dia adalah adam sepupu musa.


"aku penasaran dengan wajahmu laksmi tapi aku tidak bisa melihatnya karena wajahmu selalu tertutup" gumam adam dalam hatinya.


Ujianpun selesai laksmi keluar dari ruang ujian dengan perasaan yang tenang karena sudah melewati ujian hari pertama tapi besok masih banyak ujian yang lain dia harus tetap belajar agar mendapat nilai yang baik.


"laksmi..."


Laksmi menoleh dengan heran siapa yang memanggilnya itu dia ingat suara itu tetapi tidak mengenal wajahnya.


"aku adam, kamu tidak mengenalku?" jawab adam sambil mengeryitkan dahinya


"yahh tentu saja kamu tidak mengenalku karena saat kita berbincang waktu itu kamu tidak sedikitpun menoleh padaku" ucap adam lagi dengan kecewa


" oh iya aku ingat, maafkan aku" jawab laksmi


"sedang apa kamu disini, apa tidak ada pekerjaan lain?" tanya laksmi lagi.


"aku baru selesai mengawas anak-anak ujian" jawab adam

__ADS_1


"ohh.." jawab laksmi datar


"liburan nanti apa kamu akan pulang ke kampungmu?" tanya adam


"memang kenapa?" laksmi balik bertanya


"kalau kau ingin pulang, bareng saja denganku kebetulan kita searah kan?" jawab adam


"hmm insya allah ya, kita kan bukan mahrom tidak baik jalan berdua" jawab laksmi


"emm baiklah. ya sudah kalau begitu aku pergi dulu, assalamualaikum" pamit adam


"waalaikumsalam" jawab laksmi


tanpa disadari dari kejauhan tampak dua wajah sahabatnya memandangi laksmi dari tadi. mereka memandang sambil senyum-senyum.


"ciee udah move on nih?" anisa menggoda laksmi


"iihh apaan sih, ayo pergi" jawab laksmi.


merekapun kembali ke kamar untuk berganti pakaian dan bersiap makan siang.

__ADS_1


__ADS_2