
Hari sudah menunjukkan pukul 4 sore sudah waktunya musa pulang dari sekolah setelah mengajar les privat juga kepada muridnya yang lain.
Musa menekan bel rumahnya kemudian langsung dibuka oleh farida yang sedari tadi memang sudah duduk diruang televisi sambil menunggu musa pulang.
"kamu sudah pulang mas" tegur farida sambil mengambil tas kerja musa dan mencium tangan suaminya.
"kamu mau mandi dulu atau mau langsung makan mas, biar aku siapkan?" tanya farida hati-hati
"aku mandi dulu saja sekalian aku mau sholat ashar, kebetulan tadi belum sholat karena diperjalanan, kamu sudah sholat?" tanya musa
"sudah mas, ya sudah kalau begitu mas sholat dulu saja biar aku hangatkan makanan untuk mas musa!" jawab farida
musa hanya mengangguk dan pergi menuju kamarnya karena kamar mandi mereka memang berada didalam kamar.
__ADS_1
Lagi-lagi saat makan mereka hanya terdiam tanpa sepatah katapun dari mulut mereka itu sudah jadi hal biasa buat mereka.
Hari sudah menjelang magrib begitupun isya, saat sholat isya melakukan sholatnya di masjid dekat rumahnya sementara farida sholat dirumah.
sepulang sholat isya tidak sengaja musa mendengar keluh kesah istrinya dalam doa yang begitu lirih dan lembut dengan air mata yang terjatuh.
"ya allah, apakah rumah tanggaku ini baik menurutmu, karena tidak adanya cinta diantara hamba dan suami hamba, jika memang jodoh hamba adalah musa dekatkanlah kami ya allah berilah sedikit cinta pada musa untuk hamba aamiin"
Mendengar doa istrinya itu musa mulai menyadari betapa berdosanya dia terhadap istrinya yang tidak bisa memenuhi kewajibannya sebagai seorang suami dia hanya memberi nafkah lahir tapi tidak memberi nafkah batin pada istrinya.
"farida, maafkan aku karena belum menjadi suami yang baik untukmu" ucap musa tiba-tiba
"maksud mas musa apa? aku sudah cukup bahagia mas dengan pernikahan kita" jawab farida sambil hatinya dag dig dug bertanya-tanya
__ADS_1
"apakah mas musa akan menceraikanku?" gumamnya dalam hati
"sampai saat ini aku belum memenuhi kewajibanku sebagai suami dan belum memberimu hak sebagai istri" jawab musa sambil memegang tangan farida
"tidak apa-apa mas, aku bisa mengerti karena pernikahan kita yang begitu tiba-tiba" ucap farida
kemudian musa mendekatkan wajahnya pada wajah farida sambil memegang kerudung yang dikenakan farida hingga terkena wajahnya yang cantik.
"apakah sekarang aku boleh memenuhi kewajibanku sebagai suami?" tanya musa
farida hanya tersenyum malu tanda memperbolehkan musa untuk menyentuhnya. musa pun melepas kerudung farida dan terlihatlah rambutnya yang panjang terurai lurus begitu indah.
musa mulai menyentuh bagian lain pada tubuh farida membuka kancing baju farida yang kebetulan ada dibagian depan. merekapun hanyut dalam cinta dan terjadilah hubungan suami istri diantara mereka.
__ADS_1
Dalam dekapan mereka saling berdoa sebelum melakukan hubungan itu. farida merasa senang dalam hatinya kini dia sudah benar-benar menjadi istri bagi suaminya.
farida berdoa dalam hatinya, semoga cinta ini abadi untuk selamanya. walaupun hati musa masih tetap mencintai gadis lain itu bukan masalah buatnya jika suatu saat musa akan berpoligami dia akan menerimanya dengan ikhlas.