Cinta Anak Santri

Cinta Anak Santri
episode 21


__ADS_3

Setelah sampai di rumah, laksmi langsung membersihkan diri dan segera melaksanakan sholat ashar.


Setelah sholat laksmi duduk dikursi yang ada didalam kamarnya, dia ingat bahwa tadi dia menerima surat dari almarhumah farida.


Laksmi mengambil tasnya, dan mengambil surat yang ada didalamnya.


Laksmi membuka surat itu dan membacanya dalam hati.


assalamualaikum laksmi


setelah kamu menerima surat ini mungkin aku sudah tidak berada didunia ini lagi, tapi aku bersyukur karena mungkin allah lebih sayang aku.


Dalam surat ini aku membuat permintaan kepadamu, aku mohon jadilah istri sekaligus ibu dari bayiku.


aku yakin kau akan menjadi ibu yang baik sekaligus istri yang baik.


aku mohon kabulkanlah keinginanku yang terakhir ini, demi bayiku yang sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu.


wassalam, farida.


Tanpa sadar laksmi meneteskan air mata membaca surat dari farida, dia sedih dan juga bingung dengan isi surat itu.


Laksmi bertanya-tanya dalam hatinya.


apakah farida tidak tahu kalau aku sudah bertunangan dengan adam?


Laksmi segera mengambil ponsel dari dalam tasnya dan mengirim pesan kepada adam.


*laksmi: mas apa kita bisa bertemu?

__ADS_1


adam: tentu bisa, kapan?


laksmi: besok saja sambil aku mengantar alif dan balqis kesekolah.


adam: baiklah, dimana?


laksmi: didanau arah kepasar.


adam: baik aku akan kesana besok*.


Esokpun tiba, laksmi mengantar kedua sepupu kecilnya kesekolah. Disana dia tidak melihat musa 'ahh mungkin mas musa masih dalam keadaan berduka' gumam laksmi.


Setelah mengantar alif dan balqis, laksmi langsung menuju ketempat dimana dia sudah membuat janji dengan adam.


Ternyata adam sudah berada disana lebih dulu darinya, laksmi menghampirinya dan duduk disamping adam.


"assalamualaikum" ucap laksmi.


"sudah lama menunggu mas?"


"tidak juga, baru beberapa menit"


"hmm.." laksmi masih bingung harus memulai pembicaraan darimana.


"kau mau bicara hal penting apa?" adam mencoba memulai pembicaraan.


"mas, apakah kak farida belum tahu tentang pertunangan kita?"


"iya, mas musa belum sempat memberitahunya, karena saat itu mas musa masih repot mengurus sekolah, kenapa?"

__ADS_1


"kemarin saat aku takziah kerumah kak farida, bi tuti memberikan surat ini kepadaku" laksmi memberikan surat kepada adam.


"surat apa ini?" tanya adam.


"bacalah!" pinta farida.


Adam mulai membaca surat itu, tapi adam terlihat tenang tanpa ada rasa terkejut.


Melihat adam yang bersikap begitu, laksmi merasa heran dan mulai bertanya-tanya.


"apa kamu tidak terkejut mas dengan isi surat itu?"


"untuk apa aku terkejut, sebenarnya aku sudah mengetahui keinginan kak farida ini sejak masih dirumah sakit"


"apa maksudmu?"


"saat kak farida mengungkapkan keinginan terakhirnya kepada mas musa, tanpa sengaja aku mendengarnya" adam melirik laksmi yang masih menatapnya.


"saat itu mas musa menolak keinginan itu, tapi kak farida terus meminta hal itu" lanjut adam.


"lalu, kenapa kau tidak mengatakannya kepada kak farida?"


"apa yang harus aku katakan laksmi, melihat keadaan kak farida aku benar-benar tidak berdaya"


"aku masuk kedalam ruangan itu, dan meng-iyakan permintaan kak farida, maafkan aku"


Laksmi benar-benar tidak habis fikir dengan jawaban yang adam berikan kepada farida. Dia merasa seperti dipermainkan dengan semua ini.


"apa kau tidak bisa bicara denganku dulu sebelum memberi jawaban kepada kak farida?"

__ADS_1


Adam menatap mata laksmi yang mulai berkaca-kaca. Dia sungguh merasa berdosa kepada laksmi.


__ADS_2