
Rumah musa.
Suasana dirumah musa tampak sepi hari ini, musa yang masih dalam suasana duka belum bisa kembali kesekolah untuk mengajar.
Setiap hari musa hanya menatap foto farida yang dipajang diatas meja, bahkan suara tangis ilyas tak juga dia hiraukan.
Bi tuti yang setiap hari mengurus rumah kini harus menambah pekerjaannya dengan menjaga ilyas.
"assalamualaikum"
Musa terbangun dari duduknya dan segera beranjak membuka pintu.
"waalaikumsalam"
"ayah, ibu, silahkan masuk" musa mencium kedua tangan orang tuanya.
Oweeeee..
Mendengar tangisan ilyas, ibu musa segera menghampirinya.
"ya allah musa, anakmu menangis seperti ini tapi kamu tidak peduli, istigfar musa, kamu jangan terlalu larut dalam dukamu, ingat semua makhluk Allah pasti akan kembali kepada Allah" ucap ibu musa sambil menggendong ilyas.
"kamu sadar musa, anakmu sangat membutuhkanmu, berilah dia kasih sayang jangan kau abaikan seperti ini" sahut ayahnya.
"astagfirullahal adzim" musa menangis dan mencium kening ilyas.
"maafkan ayah ilyas"
__ADS_1
"musa, sebaiknya kamu penuhi permintaan terakhir farida, menikahlah dengan laksmi!" ucap ustadz fadlan.
Mendengar ucapan ayahnya, musa merasa terkejut, kenapa ayahnya meminta hal itu, padahal beliau tahu bahwa laksmi sudah bertunangan dengan adam.
"iya mas, menikahlah dengan laksmi" tiba-tiba terdengar suara adam dari luar.
"assalamualaikum" ucap adam.
"waalaikumsalam"
"apa maksud ucapanmu adam, laksmi adalah tunanganmu, aku tidak ingin merusak kebahagiaanmu dan laksmi" ucap musa.
"aku tahu mas kau pasti akan berkata begitu, tapi insya allah aku ikhlas, demi putra kecilmu, ilyas"
Musa menggelengkan kepala tidak percaya dengan jalan fikiran orang-orang terdekatnya.
Laksmi yang masih merasa sedih dan tak percaya dengan semua ini, hanya bisa termenung mencoba mencari jalan keluar yang baik tanpa harus menyakiti siapapun.
"laksmi..." bi mirna menghampiri laksmi yang sedang duduk di teras rumahnya.
"iya bi, ada apa?" laksmi mencoba menutupi kesedihannya dan menghapus air matanya.
"menangislah nak, jangan kau tahan air matamu itu, keluarkanlah semua kesedihanmu, insya allah itu akan membuat hatimu tenang" ucap bi mirna.
Laksmi memeluk bibinya dan menangis dalam pelukannya.
"apa yang harus laksmi lakukan bi? kenapa harus seperti ini?"
__ADS_1
"sabar laksmi, mintalah jalan kepada Allah, Allah yang maha tahu apa yang terbaik untukmu" bi mirna menepuk-nepuk bahu laksmi mencoba menenangkannya.
Pukul dua dini hari.
Laksmi malam ini benar-benar tidak bisa tidur dengan nyenyak, diapun bangu dari tidurnya dan segera pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu.
Laksmi melakukan sholat tahajud untuk meminta jalan terbaik kepada Allah.
Begitupun musa dan adam, mereka juga melakukan sholat tahajud di rumah masing-masing untuk menenangkan hati mereka.
Dalam setiap doa yang mereka ucapakan, mereka meminta hal yang sama, yaitu jalan terbaik untuk mereka.
Pagi hari sebelum mengantar alif dan balqis kesekolah, laksmi mengirim pesan kepada musa dan adam untuk bertemu secara bersamaan di rumah laksmi.
"mas, datanglah kerumahku siang nanti bersama ayah dan ibumu, aku sudah mengambil keputusan yang harus aku bicarakan dengan semuanya"
"semoga jalan yang aku pilih ini benar ya Allah, berilah aku kekuatan, agar tidak menyakiti hati siapapun".
**Haii haii
Kalian suka **enggak sih **sama novelku ini?
kalau kalian suka, jangan lupa tambahkan like dan vote ya di novelku.
Semoga novel pertamaku ini bisa disusul dengan novel-novel selanjutnya.
Terima kasih para readers yang sudah support dan membaca karyaku.
__ADS_1
See you** ..!!