Cinta Anak Santri

Cinta Anak Santri
episode 29


__ADS_3

Setelah merasa tenang Laksmi duduk di kursi yang berada di ruang tunggu, hati Laksmi benar-benar khawatir, bibirnya bergumam membacakan macam-macam doa untuk kesembuhan calon suaminya itu.


Tidak berapa lama, dokter keluar dari dalam ruangan Musa, semua orang menghampirinya dan mulai bertanya-tanya.


"Bagaimana keadaan anak saya Dok?" tanya ustadz Fadlan.


"Maaf pak, sampai sekarang anak bapak masih belum siuman, saya sudah melakukan yang terbaik, kini semua kita serahkan kepada Allah, kalau begitu saya permisi dulu"


Dokter itu pergi meninggalkan mereka.


"Sus, apa kami boleh melihat Musa?" tanya paman Adi kepada suster yang berjaga.


"Boleh pak, tapi harap bergantian supaya tidak mengganggu pasien"


"Baik sus, terima kasih"


Laksmi dan orang tua Musa masuk ke dalam ruangan, Laksmi kembali menangis melihat keadaan Musa, wajah tampannya terlihat banyak bekas luka dan terpasang selang pada mulutnya.

__ADS_1


Laksmi tidak tega melihat keadaan Musa yang seperti itu, Laksmi memeluk calon ibu mertuanya dengan erat.


"Sabar Laksmi"


"Kenapa ini harus terjadi bi"


"Ini cobaan Nak, sabarlah"


Laksmi berhenti menangis dan mulai tersadar bahwa sedari tadi tidak melihat Ilyas, Laksmi mulai mencari kesemua arah, tapi mereka semua tidak ada satu pun yang menggendong Ilyas.


"Ilyas dimana bi?" tanya Laksmi.


Mendengar jawaban ibu mertuanya itu, Laksmi segera keluar dari ruangan Musa dan berlari menuju ruang perawatan anak.


Disana nampak wajah mungil Ilyas dengan beberapa luka masih memejamkan mata, Laksmi masuk ke dalam ruangan dan mencium tangan mungil Ilyas dengan air mata yang terus mengalir.


"Ma..." bocah kecil itu mengeluarkan suara.

__ADS_1


Laksmi menatap Ilyas, Ilyas mulai membuka matanya perlahan, Laksmi merasa senang melihat Ilyas mulai sadar. Laksmi memeluk Ilyas dengan penuh kasih sayang, tangan mungil Ilyas pun membalas pelukan Laksmi yang sudah di anggapnya sebagai ibunya sendiri.


Sementara Adam yang masih berada di Kairo merasa sangat sedih mendengar berita tentang kecelakaan yang di alami Musa, rasa ingin kembali ke Indonesia semakin memuncak di dalam hatinya. Tapi itu tidak bisa dilakukan karena tugasnya semakin banyak.


Adam selalu menelepon keluarga Musa setiap ada kesempatan untuk bertanya kabar tentang Musa, tapi jawaban semua orang tetap sama, Musa masih belum sadarkan diri.


Sepekan berlalu, Ilyas sudah bisa dibawa pulang, sementara Musa masih dalam keadaan yang sama.


Hari-hari berlalu, bulan berlalu bahkan sekarang sudah hampir satu tahun lamanya, tapi Musa belum juga siuman, semua orang sudah mulai putus asa, mereka sudah tidak tega melihat keadaan Musa, mereka berniat menyuntik mati saja Musa.


"Kenapa kalian berfikir seperti itu, apa kalian tidak memikirkan keadaan Ilyas?" ucap Laksmi.


"Lihatlah wajah polosnya, dia masih sangat membutuhkan sosok ayah dalam hidupnya, jangan kalian jadikan Ilyas sebagai anak yatim piatu" lanjut Laksmi.


Laksmi memeluk erat tubuh Ilyas, Ilyas membalas pelukan ibunya itu, Laksmi semakin terlarut dalam tangisan.


"Baiklah Laksmi, kami akan mencoba bersabar untuk menunggu kesadaran Musa, maafkan kami" ucap ustadz Fadlan.

__ADS_1


Laksmi merasa lega dengan keputusan keluarga calon suaminya itu, setiap hari Laksmi selalu datang kerumah sakit bersama Ilyas untuk melihat keadaan Musa, terkadang Ilyas memeluk tubuh Musa karena Ilyas sudah mulai mengerti kalau itu adalah ayahnya.


__ADS_2