
Beberapa bulan berlalu, acara pernikahan Musa dan Laksmi sudah akan digelar satu minggu lagi. Semua orang mulai sibuk menyiapkan acara pernikahan. Untuk sementara Laksmi dan Musa dilarang bertemu sampai hari H.
Satu minggu terasa berat bagi mereka, Laksmi yang baru pertama kali mengalami pernikahan merasa sangat berdebar karena statusnya akan berubah menjadi seorang istri sekaligus ibu bagi Ilyas.
Beberapa hari berlalu, acara akan di gelar dirumah paman Laksmi, semua orang bersiap menyambut kedatangan rombongan mempelai pria.
Laksmi yang semakin terlihat cantik dengan gaun pernikahan berwarna putih bercampur emas, duduk dikamar menunggu sang mempelai datang.
Semua orang sudah menunggu tiga jam lamanya, tapi rombongan mempelai pria belum juga datang, semua orang merasa gelisah begitu juga Laksmi.
"Apakah belum ada kabar? coba kau hubungi lagi" paman Adi meminta bi Mirna menelpon Musa.
"Kali ini teleponnya tidak tersambung, bagaimana ini?" ucap bi Mirna.
Semua orang semakin gelisah, anak-anak kecil yang selalu berlarian kesana kemari sekarang sudah mulai kelelahan, para undangan sudah merasa lelah menunggu.
__ADS_1
Didalam kamar, Laksmi mencoba menghubungi ponsel Musa, tapi hasilnya masih tetap sama, ponsel Musa tidak tersambung, Laksmi mondar mandir didepan meja riasnya sambil meremas gaun pengantinnya.
Tiba-tiba dari luar terdengar suara sepeda motor berhenti, Laksmi melihat lewat jendela, ternyata itu Imran dan Ali, sahabat Musa. Melihat kedatangan mereka, Laksmi merasa lega, tapi kenapa mereka bicara berbisik kepada paman Adi?
"Astagfirullahal adzim" tiba-tiba paman Adi terjatuh lemas.
Semua orang menghampirinya dan mulai bertanya banyak hal.
"Mobil rombongan pengantin mengalami kecelakaan" ucap Imran memberitahu semua orang.
Para undangan yang hadir merasa terkejut, Laksmi yang keluar dari kamarnya mendengar berita itu, Laksmi jatuh pingsan tak sadarkan diri.
"Tadi motor kami masih berada beberapa meter dibelakang mobil pengantin, saya melihat ada mobil lain yang lewat melawan arus, sopir kami mencoba menghindari tapi sayang sopir kami salah arah dan menabrak pembatas jalan yang ada di jembatan" ucap Imran menjelaskan.
"Lalu, bagaimana keadaan mereka sekarang?" tanya paman Dika.
__ADS_1
"Mereka dibawa kerumah sakit, semua mengalami luka-luka, sedangkan Musa lukanya paling parah"
Laksmi yang sudah sadar kembali mendengar hal mengejutkan itu, Laksmi menangis sejadi-jadinya, semua orang mencoba menenangkan Laksmi.
"Ayo kita kerumah sakit" ajak paman Adi.
Paman Adi dan Imran berangkat kerumah sakit menggunakan motor, sementara Ali tetap menunggu di rumah Laksmi mencoba menenangkan semua orang.
Dua jam sudah berlalu, tapi paman Adi belum juga memberi kabar apa pun tentang Musa, karena rasa khawatir yang semakin memuncak, Laksmi mengambil kunci motornya dan berangkat menuju rumah sakit.
"Laksmi, kau mau kemana?" teriak bi Mirna.
Laksmi tidak menghiraukan panggilan itu dan tetap melajukan motornya, bi Mirna meminta Ali mengikuti Laksmi karena merasa khawatir dengan kondisi Laksmi yang masih lemah setelah tidak sadarkan diri.
Ali mengikuti Laksmi sampai menuju rumah sakit, disana sudah terlihat paman Adi dan yang lainnya sedang berdiri di luar ruangan menunggu pemeriksaan dokter mengenai keadaan Musa yang sampai saat ini belum juga siuman.
__ADS_1
Laksmi menghampiri paman Adi dan mulai bertanya banyak hal tanpa menghiraukan tatapan orang-orang disekitarnya.
"Tenang Laksmi, kita berdoa saja kepada Allah" ucap paman Adi.