
Mayra masuk ke dalam kamarnya setelah sarapan, Laksmi duduk di ruang tamu dan bermain bermain bersama Ilyas, Tidak berapa lama, Mayra keluar dari kamarnya, Laksmi terkejut sekaligus bahagia melihat penampilan Mayra yang berbeda, dia memakai pakaian yang sopan dan menggunakan hijab, dia terlihat bagitu cantik.
"Mayra" Laksmi mendekatinya.
Mayra tersenyum dan memeluk Laksmi yang berada di depannya.
"Maafkan aku mba, dulu aku bersikap buruk padamu, setelah aku mendengar nasehatmu kemarin, hatiku menjadi tenang"
"Alhamdulillah, tetap lah seperti ini Mayra, semoga Allah selalu memberi jalan yang benar untukmu"
"Aamiin.."
Mayra duduk di sofa ruang tamu, dia mengambil al-qur'an dan meminta Laksmi untuk mengajarinya, Mayra memang belum pandai membaca al-qur'an, karena selama dia di pesantren, dia selalu bolos dari pelajaran, sampai membuat ustadz Fadlan kesal dan membawanya pulang ke rumah. Laksmi tentu mau mengajari Mayra, Laksmi melakukannya dengan sabar dan telaten.
*****
Sore hari, Musa kembali dari sekolah. Dia datang bersama Adam.
Mereka terkejut sekaligus senang melihat Mayra yang kini sudah berubah.
"Alhamdulillah Mayra, akhirnya kamu mau berubah?" ucap Musa.
"Iya Mas, aku sadar setelah aku mendengar nasihat mba Laksmi"
"Alhamdulillah"
Adam dan Laksmi tersenyum melihat kedua kakak adik itu, yang kini sudah menjalin lagi hubungan baik mereka.
Alhamdulillah Laksmi
aku bersyukur kau bisa mengubah sikap Mayra, semoga kau akan selalu bahagia bersama mas Musa, Insya Allah.
*****
Laksmi berpamitan kepada semua orang, Laksmi kembali kerumahnya.
Sesampainya di rumah Laksmi melihat sebuah kotak dan mengambilnya.
"Itu dari Rizal, kau buka saja!" ucap bi Mirna.
__ADS_1
Laksmi membuka kotak itu, dan ternyata..
Miaww...
Seekor kucing kecil berbulu halus dan lebat, sangat lucu, Laksmi menggendong dan memeluknya.
"Lihat, Rizal sangat baik, dia seorang yang menepati janjinya" lanjut bi Mirna.
Laksmi melihat kedalam kotak itu dan ternyata ada sebuah surat.
Laksmi,
maaf, aku tidak bisa memberimu kucing yang waktu itu, karena Zahra melarangnya, jadi aku berikan kucing lain kepadamu, dia belum ku beri nama, biar kau yang akan memberi nama, aku harap kau suka.
Laksmi tersenyum dan kembali memeluk kucing itu.
"Baiklah, sekarang namamu adalah.." Laksmi masih berfikir.
"Hmm... Anta. ya namamu sekarang adalah Anta, seperti di film animasi kesukaanku hm"
Laksmi membawa masuk kucing itu, dia bermain bersama Alif dan Balqis yang juga sangat menyukai kucing.
*****
Ruma Musa.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, ayah, ibu" Musa dan Mayra menyambut mereka yang baru pulang dari palembang.
Ustadz fadlan dan bu Fatma merasa terkejut sekaligus bahagia melihat penampilan Mayra.
"Ya Allah Mayra, ini kamu nak?" bu Fatma menyentuh pipi Mayra.
Mayra tersenyum dan memeluk ibunya.
"Maafkan Mayra selama ini ya bu, Mayra sudah banyak salah kepada ibu dan ayah"
"Tidak apa-apa sayang, ibu sangat bahagia melihatmu seperti ini"
__ADS_1
Setelah berbincang, ustadz Fadlan dan bu Fatma masuk ke dalam kamar Musa yang terlihat sedang berdiri di depan cermin.
"Musa, ibu dan ayah mau bicara" ucap bu Fatma.
"Silahkan bu, bicaralah, Musa mendengarkan"
"Duduklah dulu Nak" ucap ustadz Fadlan.
Musa duduk di sofa yang ada di kamarnya.
"Baiklah, sekarang bicaralah bu, yah" ucap Musa.
"Sudah lama sekali sejak kecelakaan itu kamu menunda pernikahanmu dengan Laksmi, bukankah sekarang kau sudah benar-benar pulih, menikahlah Musa" ucap ustadz Fadlan.
Musa terdiam mendengar ucapan ayahnya itu, dia masih sangat bingung.
"Kenapa Musa? Apa kau tidak mau menikah?" sahut bu Fatma.
"Bukannya begitu bu, Musa masih ragu saja, karena Musa merasa kalau Adam masih mencintai Laksmi, Musa tidak ingin menyakiti hati Adam" jawab Musa.
"Aku tidak apa-apa mas, kenapa kau masih berfikir begitu? Apa kau tidak percaya kepadaku?" tiba-tiba Adam masuk ke dalam kamar Musa.
Musa sedikit terkejut dengan kedatangan Adam yang tiba-tiba.
"Dam, kau disini?" tanya Musa.
Adam tersenyum dan bersalaman kepada paman dan bibinya.
"Maaf mas, aku sudah mendengar semua obrolan kalian, tapi aku benar-benar kecewa karena kau masih tidak percaya denganku"
"Bukannya aku tidak percaya Dam, tapi.."
"Kalau begitu, menikahlah dengan Laksmi mas" Adam memotong kata-kata Musa.
"Apa kau benar-benar menginginkannya?" tanya Musa.
"Iya, menikahlah mas, jangan menunda sesuatu yang baik dalam hidupmu, aku tidak ingin sampai kalian terpisah lagi" ucap Adam.
Musa tersenyum dan memeluknya, dan memutuskan kalau dia akan segera menikahi Laksmi.
__ADS_1