
Setelah menikmati liburan yang cukup panjang kini saatnya laksmi kembali ke pesantren untuk melanjutkan sekolahnya karena sebentar lagi ujian akhir semester akan di mulai laksmi tidak ingin dirinya terlambat mengikuti ujian maka dari itu dia harus cepat-cepat kembali tiga hari sebelum sekolah dimulai.
"hati-hati ya laksmi jika sekolah mu sudah lulus segeralah kembali kemari" pinta bibinya sambil memeluk laksmi.
"tentu bibi aku akan segeran kembali jangan khawatir ya jaga alif dan balqis semoga sekolahnya selalu lancar" ucap laksmi
"aamiin.." ucap paman dan bibinya bersamaan.
Laksmipun segera berangkat setelah mencium tangan paman dan bibinya dan memeluk kedua sepupu kecilnya. Air matapun menetes tiba-tiba tanda perpisahan.
pesantren.
Sudah satu minggu laksmi kembali ke pesantren dan bertemu kembali dengan sahabatnya anisa mereka saling berbagi cerita tentang liburan mereka di kampung halaman masing-masing.
"oya kenapa zahra belum kembali ke pesantren ya, apa dia melanjutkan sekolah di kampungnya?" tanya anisa kepada laksmi
__ADS_1
"aku tidak tau mungkin dia masih merindukan keluarganya" jawab laksmi sambil tersenyum.
Tiba-tiba dari jauh terlihat zahra yang baru datang ke pesantren dengan wajah cemberut sambil menyeret kopernya segera masuk ke kamarnya tanpa menghiraukan kedua sahabatnya.
"ada apa dengan zahra, apa dia tidak melihat kita disini?" ucap anisa.
Laksmi hanya mengangkat bahunya, dari jauh laksmi melihat pria yang sedang berjalan masuk ke pesantren dia sepertinya pernah melihat pria itu laksmi menatap sambil berpikir.
Pria itu masuk melewati mereka berdua yang sedari tadi sedang duduk di saung di halaman pesantren dengan tersenyum.
"assalamualaikum, permisi numpang lewat ya" ucap rizal sambil membawa koper satu lagi milik zahra rizal tidak mengenal laksmi karena wajahnya tertutup.
Rizalpun berlalu dan masuk ke ruang pak kiayi munawir untuk menitipkan kembali zahra di pesantren dia juga meminta ijin untuk menginap beberapa hari disana.
(dia ingin mencari gadis yang waktu itu dia kotori bajunya).
__ADS_1
Rumah adam
Sementara disisi lain adam nampak sangat senang karena niat nya untuk melamar laksmi sudah di setujui oleh orang tuanya tapi dia sendiri belum tahu apakah laksmi akan setuju atau tidak.
"ahh itu urusan belakangan yang penting aku sudah ikhtiar" ucap adam sambil mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajahnya seraya orang selesai berdoa.
Pagi ini adam berniat untuk menemui musa terlebih dahulu sebelum nanti kembali ke pesantren mengemban tugasnya kembali membantu mengajar di pesantren.
Saat diperjalanan adam mulai bimbang harus belok kanan atau kiri, kalau kanan dia akan ke rumah musa kalau kiri dia akan langsung sampai di sekolah musa. Diapun melihat jam di tangannya yang sudah menunjukan pukul 08.30 yang artinya musa pasti sudah berada di sekolah dia pun menancapkan gas motornya ke arah kiri.
Sekolah musa
"mas musa, assalamualaikum" sapa adam saat melihat musa sedang berjalan hendak masuk ke kelas untuk mengajar.
"waalaikumsalam, adam tumben pagi-pagi kesini, ada apa?" tanya musa heran
__ADS_1
"tidak ada apa-apa mas aku cuma ingin berkunjung saja sambil melihat-lihat sekolah yang kau buat di kampung ini, lumayan besar ya mas?" balas adam basa basi. sebenarnya bukan itu niatnya datang menemui musa.
"pasti ada hal lain, ayo masuk saja kedalam ruanganku" ajak musa pada adam sambil memegang bahu adam.