Cinta Anak Santri

Cinta Anak Santri
episode 19


__ADS_3

Keesokan harinya setelah adam mendapat kabar dari bibinya dia segera memesan tiket pesawat agar cepat sampai ke rumah sakit dimana farida di rawat. Dalam perjalanan adam menyempatkan diri menelpon laksmi dan memberitahu kabar tersebut.


Laksmi sangat terkejut mendengar keadaan farida dia juga mendoakan kesembuhan farida dari jauh.


Adam tiba di rumah sakit disana tampak semua orang sedang duduk terdiam sementara musa berada didalam ruangan farida yang masih belum sadarkan diri.


Adam tidak ingin mengganggu musa yang sedang tertidur disamping farida. Dia kemudian duduk disofa rumah sakit yang ada diruangan itu.


Pagi sudah tiba, semua orang sudah terbangun sebelum adzan subuh berkumandang pagi tadi, mereka melaksanakan sholat subuh sebelum akhirnya kembali ke ruangan dimana farida dirawat.


Adam yang baru saja kembali setelah membeli makanan untuk semua orang merasa kebingungan karena mereka semua tidak ada di tempat.


Adam mengintip dari luar jendela kamar farida ternyata semua orang ada didalam dan faridapun sudah sadar dari komanya selama beberapa hari ini.


Adam segera masuk dan tersenyum melihat farida.

__ADS_1


"bagaimana kabarmu ka? apa kau sudah merasa cukup baik?" tanya adam kepada farida seraya meletakkan makanan bawaannya di atas meja.


Farida hanya berkedip tanpa bicara apapun.


"kamu darimana saja dam?" tanya ustad fadlan


" aku habis membeli makanan untuk semua orang paman, aku tahu kalian semua belum makan dari kemarin, sekarang ayo makanlah!" jawab adam kepada ayah musa.


Semua orang kini sedang menikmati sarapan yang dibawa adam tadi begitu juga farida, dia sedang makan hidangan rumah sakit dengan disuapi musa.


Kemudian adam meminta seluruh keluarga untuk pulang kerumah karena mereka tampak begitu kelelahan, sementara adam dan musa tetap berada di rumah sakit.


Musa menoleh ke arah adam pertanda adam diminta untuk keluar ruangan.


"baiklah, aku keluar dulu, kalian bicaralah tanpa gangguanku" adam berjalan mundur sambil mengangkat kedua tangannya ke atas seperti akan ditangkap polisi hingga keluar ruangan.

__ADS_1


"apa yang mau kau bicarakan farida? kau istirahatlah dulu biar kita bicara nanti" pinta musa kepada farida sambil mengelus kepalanya.


"tidak mas, aku harus bicara sekarang. aku sudah tidak punya banyak waktu" jawab farida.


Musa terkejut dengan perkataan farida barusan.


"kau bicara apa? kau tidak boleh mendahului takdir dengan bicara begitu!" jawab musa yang sedikit cemas.


"maafkan aku mas, tapi aku benar - benar tidak bisa menundanya lagi, dengarlah aku baik - baik. Jika nanti aku dipanggil Allah berilah anak kita seorang ibu yang dapat memberinya ilmu yang bermanfaat, yang menyayanginya dan mencintainya seperti layaknya seorang ibu kandung" tutur farida.


"aku mohon jangan berkata begitu, tidak ada wanita didunia ini yang dapat menggantikanmu sebagai ibu dari putra kita" musa meneteskan air mata.


"ada mas, laksmi" ucap farida.


Musa merasa terkejut dengan perkataan farida yang memintanya untuk menggantikan posisi farida dengan laksmi yang kini sudah menjadi tunangan adam.

__ADS_1


Memang farida tidak mengetahui hal itu karena baik musa maupun adam tidak pernah menceritakannya kepada farida karena kesibukan mereka masing - masing.


Musa tetap terdiam tidak berkata apa - apa. Dan tiba - tiba nafas farida merasa sesak, musa terkejut dan langsung keluar ruangan untuk memanggil dokter.


__ADS_2