
Laksmi mencoba tersenyum mendengar pertanyaan Musa, tapi dia bingung harus menjawab apa kepada Musa, dia takut jikalau salah bicara.
"Kenapa kau diam saja?" tanya Musa.
"Aku... aku..."
Melihat Laksmi yang merasa gugup, Musa menghentikan pertanyaannya dan mengambil mangkok berisi bubur di atas meja dan mulai memakannya.
"Buburnya enak, apa kau yang membuatnya?" tanya Musa mengalihkan pembicaraan.
"I-iya, itu buatanku" jawab Laksmi.
Musa menganggukkan kepala dan kembali memakan buburnya hingga mangkok itu kosong, Musa meletakkan mangkok itu kembali ke atas nampan yang ada di meja, dan mengambil obat yang harus dia minum.
Musa meminum obatnya dan meletakkan gelas kosong di atas nampan yang sama.
"Terima kasih ya" ucap Musa.
Laksmi tersenyum bahagia mendengar ucapan lembut Musa.
"Ayah..."
Tiba-tiba Ilyas masuk kedalam kamar dan langsung memeluk Musa, Musa yang masih bingung tidak membalas pelukan Ilyas sampai Ilyas melepas pelukannya.
"Ayah sudah sembuh?" tanya bocah polos itu.
__ADS_1
Musa hanya tersenyum sedikit tanpa bicara apa-apa.
"Ilyas, ayah harus istirahat, kau kembalilah bermain, kau tahu kan ayah baru pulang dari rumah sakit" ucap Laksmi dengan lembut.
Ilyas menatap Musa yang sedang duduk ditepi ranjangnya, sementara Musa hanya membalas dengan senyuman.
"Baiklah" Ilyas berlari keluar kamar.
"Itu anakmu? kenapa dia memanggilku ayah? padahal aku dan Farida belum punya anak" ucap Musa.
Ternyata Musa mengingat nama istrinya, rupanya kenangan bersama Farida masih sangat dalam berada didalam hatinya.
"Kau tahu, dulu Farida pernah mengandung anakku, dan dokter bilang bahwa kandungannya sangat beresiko, dan aku tidak ingat lagi bagaimana setelah itu" lanjut Musa.
Laksmi hanya mendengarkan ungkapan hati Musa, dia tidak menjawab apa-apa.
"Kenapa dengan dia? Hmm sudahlah mungkin dia lelah"
Musa berbaring diatas tempat tidurnya hingga matanya terpejam dan larut dalam tidurnya.
Laksmi duduk di taman belakang rumah Musa sambil menemani Ilyas bermain, dia merasa sedih dengan keadaan Musa, tapi mau bagaimana lagi, ini sudah kehendak Allah.
Allahu akbar Allahu akbar
Suara adzan ashar berkumandang, Laksmi mengajak Ilyas untuk sholat berjamaah, Laksmi sudah mengajarkan ilmu agama kepada Ilyas sejak usianya masih sangat kecil.
__ADS_1
Laksmi dan yang lainnya sholat berjamaah bersama, begitu pun dengan Musa, walaupun dia hilang ingatan tapi melaksanakan perintah Allah tetap ada di ingatannya.
"Bi, Laksmi pulang dulu ya, Laksmi kangen bi Mirna dan paman Adi" ucap Laksmi pada ibu Musa.
"Hmm.. kenapa kau tidak menginap saja?"
"Tidak usah bi, tidak enak dilihat tetangga"
"Hmm.. baiklah, hati-hati ya" ibu Musa mengusap kepala Laksmi.
"Kau mau kemana?" tiba-tiba Musa keluar dari kamarnya.
"Aku akan pulang kerumah" jawab Laksmi.
"Hmm.. mau aku antar?"
"Eh.. Mm.. tidak usah Mas, kebetulan aku bawa motor sendiri"
"Oh.. Tapi kan kau membawa anak kecil, tidak baik kalau kau pergi sendiri"
Laksmi kembali bersedih, Musa bahkan melupakan bahwa Ilyas adalah putranya, bagaimana mungkin Laksmi akan membawa Ilyas pulang, sedangkan rumah Ilyas adalah disini.
"Ilyas tidak ikut, dia sedang tidur, kasihan kan kalau harus di bangunkan" ucap Ustadz Fadlan yang tiba-tiba datang.
"Oh.. iya, biarkan Ilyas menginap" ucap Musa.
__ADS_1
Laksmi berpamitan kepada semua orang dan mulai melajukan motornya menuju rumah paman dan bibinya.