
Mendengar panggilan musa, dokter segera menghampiri ruangan farida dan memeriksa keadaannya.
"innalilahi wainailaihi rojiun.. maaf pak, istri anda sudah meninggal" ucap dokter.
"kau pasti salah donk, ayo tolong periksa sekali lagi" pinta musa
"maaf pak"
Kemudian dokter pergi dan memanggil perawat untuk mempersiapkan jenazah farida.
Semua orang yang berada di ruangan menangis, termasuk juga musa bahkan ibu farida tak sadarkan diri.
Setelah semua persiapan selesai dirumah sakit, kini jenazah farida sudah di semayamkan dirumah duka.
Para pelayat sudah datang dan menyiapkan segala keperluan untuk pemakaman.
"assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
Laksmi datang bersama paman dan bibinya ke rumah musa yang memang hanya berjarak beberapa meter dari rumah pamannya.
"laksmi, kau datang?" ucap adam yang langsung menyambut mereka.
"iya mas, setelah mendapat kabar darimu, aku langsung datang kesini" jawab laksmi.
"dimana mas musa dan yang lain?" lanjut laksmi.
"paman dan bibi sedang pergi membeli keperluan untuk pemakaman ka farida, dan mas musa ada disana, sedang menggendong anaknya" ucap adam sambil menunjuk kearah musa yang sedang menenangkan anaknya yang menangis.
"ayo kita temui mas musa!" adam mengajak laksmi.
__ADS_1
Laksmi mengangguk dan mengikuti langkah adam.
"mas musa, laksmi datang" ucap adam.
Musa melihat kearah laksmi yang berdiri disamping adam.
Oweeee
Bayi adam terus menangis.
"mas, boleh aku menggendongnya?" pinta laksmi.
Musa menyerahkan bayinya kepada adam, dan adam menyerahkan bayinya kepada laksmi.
"sayang, kenapa kamu menangis" laksmi mencoba menenangkan bayi itu.
"siapa nama anakmu mas?" tanya laksmi yang masih menatap pada bayi musa.
"hmm.. boleh aku panggil dia ilyas?" tanya laksmi.
"nama yang bagus, gimana mas?" sahut adam.
Musa hanya tersenyum berat.
"den, pemakaman sudah akan dilangsungkan, aden tidak ikut?" art rumah musa tiba-tiba datang.
"ya aku akan kesana, aku titip bayiku ya" ucap musa.
"aduhh tapi saya masih banyak perkerjaan den"
"tidak apa-apa bi, biar aku yang menjaga ilyas" jawab laksmi.
__ADS_1
"benar mas, biar laksmi yang menjaga ilyas, sekarang kita pergi ke pemakaman saja" ajak adam.
Merekapun pergi kepemakaman, sementara laksmi tetap dirumah musa bersama ilyas dan bi tuti.
"neng, neng yang namanya laksmi ya?" tanya bi tuti.
"iya bi, saya laksmi" jawab laksmi sambil meletakkan ilyas yang sudah tidur di kasurnya.
"sebelum bu farida dibawa kerumah sakit, bu farida memberikan ini kepada saya, bu farida meminta saya menyuruh saya memberikan ini kepada neng" lanjut bi tina yang menyerahkan sepucuk surat.
"apa ini bi?" tanya laksmi.
"saya tidak tau neng, ya sudah saya pergi dulu ya mau melanjutkan pekerjaan di dapur" jawab bi tuti.
"baik bi, terima kasih"
Laksmi yang masih bertanya-tanya kenapa farida memberinya surat tidak langsung membuka surat itu. Laksmi menyimpannya kedalam tas yang dibawanya.
Laksmi pergi ke dapur untuk membantu pekerjaan bi tuti karena malam ini akan mengadakan tahlilan untuk almarhumah farida.
Setelah dua jam, semua orang sudah kembali dari pemakaman, termasuk paman dan bibi laksmi yang ikut ke TPU.
"laksmi, ayo pulang!" ajak bi mirna.
"iya bi" laksmi berpamitan kepada semua orang.
Adam yang kebetulan membawa mobil mengantar mereka hingga sampai kerumah.
"terima kasih adam, sudah mengantar kami" ucap paman adi.
Adam berpamitan dan kembali kerumah musa.
__ADS_1