Cinta Anak Santri

Cinta Anak Santri
episode 31


__ADS_3

Dua minggu setelah Musa siuman, kini keadaannya sudah membaik, dokter sudah memperbolehkan Musa untuk di bawa pulang, tapi keluarga merasa aneh melihat sikap Musa, sejak siuman hingga sekarang, Musa belum juga bicara pada mereka, bahkan saat Laksmi mengajaknya bicara pun, Musa tetap diam.


"Dok, kenapa Musa seperti ini? Ada apa dengannya?" tanya ustadz Fadlan.


"Masya Allah, maaf pak saya benar-benar lupa untuk membicarakan hal penting ini, Ayo ikut aku ke dalam ruangan" jawab dokter Fahri.


Ustadz Fadlan dan istri duduk di kursi yang berada berhadapan dengan kursi dokter Fahri, mereka terlihat tegang berharap apa yang akan disampaikan dokter Fahri bukanlah hal yang buruk.


"Begini, saat kecelakaan itu, rupanya Musa mengalami benturan yang sangat keras di kepalanya, hingga bagian otaknya mengalami amnesia, tapi amnesia ini mungkin hanya sementara, jadi bisa saja dia mengingat kembali dalam waktu dekat, tapi saya juga minta, tolong jangan paksa Musa untuk mengingat, karena itu bisa berisiko bagi otaknya" jelas dokter Fahri.


Ustadz Fadlan dan istri merasa terkejut dengan penjelasan dokter Fahri, mereka juga memikirkan bagaimana perasaan Laksmi setelah mengetahui semua ini.


Hari sudah sore, Musa sudah di bawa pulang oleh keluarganya, Laksmi pun ikut serta dalam penjemputan Musa, Laksmi merasa bahagia akhirnya Musa dapat kembali pulih.

__ADS_1


"Bi Tuti, tolong bawa Musa kedalam kamar ya" ucap Ibu Musa.


"Baik bu" bi Tuti mendorong kursi roda Musa, dan membawanya kedalam kamar yang berada di lantai bawah.


"Laksmi, aku ingin bicara denganmu, duduklah" ucap ustadz Fadlan.


Laksmi yang masih menggendong Ilyas segera menurunkannya dan meminta Ilyas untuk bermain.


"Ada apa paman?" tanya Laksmi.


Laksmi terkejut mendengar penjelasan ustadz Fadlan, tapi semua sudah kehendak Allah, tidak mungkin manusia dapat mengubahnya, Laksmi menyembunyikan kesedihannya, dia mencoba tersenyum dengan semua ini.


"Insya Allah, aku akan bersabar paman, aku akan terus menjaga mas Musa sampai dia mengingat kembali semuanya"

__ADS_1


Ibu Musa memeluk calon menantunya itu, dan mencium keningnya "kau memang gadis yang baik Laksmi, semoga Allah selalu memberimu kebahagiaan"


"Aamiin..." ucap Laksmi.


Sementara didalam kamar, Musa yang masih merasa heran karena tidak mengenal rumahnya sendiri, matanya terus mengelilingi seisi kamar yang begitu asing baginya, sampai akhirnya matanya tertuju pada sebuah foto yang berada diatas meja kerjanya.


"Ini fotoku? Aku sudah menikah?" Musa bergumam dan mengambil foto itu, itu adalah foto pernikahannya bersama Farida.


Laksmi mengetuk pintu kamar Musa, di bawanya sebuah nampan berisi semangkok bubur dan beberapa obat yang harus diberikan kepada Musa, Musa melihat ke arah Laksmi yang masih berdiri didepan pintu sampai Musa menyuruhnya masuk.


"Aku bawakan bubur untukmu, makanlah dulu, setelah itu minum obatmu" ucap Laksmi meletakkan nampan itu di atas meja.


"Sebenarnya kau ini siapa? Sejak aku sadar kau selalu menemaniku, sedangkan istriku, dimana dia?" tanya Musa yang masih menatap fotonya.

__ADS_1


Mendengar ucapan Musa, hati Laksmi kembali merasa sedih, ternyata Musa hanya mengingat kenangan bersama Farida, sedangkan Musa tidak mengingat setiap kebersamaan mereka selama tiga tahun terakhir.


__ADS_2